Kumpulan Cerita Favorit

Category Archives: Setengah Baya

Malam itu terlihat Dewi sedang berada disebuah tempat praktek Dokter Kandungan, setelah kejadian-kejadian yang dialaminya dengan Andi dan Sugito (baca: Dewi-Andi & Dewi-Sugito). Dewi takut suatu saat nanti dirinya hamil karena sperma laki-laki lain, dan kalau nanti ia sampai hamil pasti suaminya akan mengetahui perbuatannya bersenggama dengan orang lain.

Hari ini kebetulan suaminya sedang pergi keluar kota selama 2minggu, Dewi yang memang sedang menunggu waktu yang tepat untuk mendatangi dokter kandungan, akhirnya memutuskan untuk mendatangi tempat praktek dokter kandungan, ia ingin cepat-cepat berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk memastikan alat kontrasepsi apa yang cocok untuk dia, karena Dewi ingin segera merasakan kepuasan bersenggama kembali, hampir lebih dari 2 minggu, Dewi tidak dapat menikmati sodokan-sodokan kontol-kontol perkasa yang dapat memberikan kepuasan kepada dirinya, karena ia takut akan hamil.

bu Dewi,

Dewi mendengar namanya dipanggil.

Yach, betul, Dewi menjawab, dan menengok kearah siempunya suara yang ternyata suster di tempat praktek ini.

Sekarang giliran ibu, kata suster tersebut, mari ikut saya, bu.!!

Oh..yach, jawab Dewi, sambil berdiri dan mengikuti suster itu menuju keruangan praktek.

Dewi baru menyadari tempat praktek dokter kandungan yang tadi lumayan penuh dengan pasien, sekarang telah kosong, Dewi menyadari bahwa ia adalah pasien terakhir.

Dok, ini ibu Dewi pasien terakhir kita malam ini, Kata suster itu kepada lelaki yang berada didalam ruangan praktek itu

Dalam hati Dewi membatin,masih muda nih dokter, dan wajahnya lumayan ganteng, Dewi memperkirakan dokter ini seumuran dia.

Malam, dok, Dewi menyapa si dokter.

Malam, juga Bu! Silahkan duduk bu! Apa yang bisa saya bantu??, si dokter menjawab sambil bertanya dan mempersilahkan Dewi duduk.

Sebelum sempat Dewi menjawab pertanyaan sang dokter, ia mendengar si suster berkata, Dok, ibu Dewikan pasien terakhir, dan saya kebetulan ada keperluan keluarga, boleh saya pulang lebih dulu,

Oh..ok, jawab si dokter sambil beranjak dari tempat duduknya.

Sebentar yach bu, kata si dokter ke Dewi, lalu dokter itu keluar dari ruangan mengikuti si suster.

Tak lama kemudian dokter itu kembali dan berkata kepada Dewi, maaf yach bu, soalnya saya harus mengunci pintu depan, kalau tidak nanti ada orang dating lagi untuk berobat atau berkonsultasi, padahal ibu Dewi-kan pasien saya terakhir apalagi suster saya sudah pulang

Oh..gak apa-apa kok, balas Dewi

Nach, sekarang apa keluhan ibu, mudah-mudahan saya bisa bantu, tanya si dokter.

Begini dok, saya ingin memakai alat kontrasepsi, tapi saya tidak mau kalau suami saya itu memekai kondom, jadi kira-kira alat kontrasepsi apa yang bagus untuk saya, Dewi menjelaskan maksud tujuannya datang ketempat praktek ini.

Oh itu, memang ibu dan suami sudah tidak berkeinginan untuk mempunyai anak lagi, ngomong-ngomong sudah punya berapa anak? tanya sang dokter lagi.

yach begitulah, saat ini kami mempunyai satu anak, jawab Dewi sedikit berbohong, karena tidak mungkin ia menjelaskan kedokter bahwa ia ingin lebih puas dalam menikmati kontol-kontol perkasa tanpa takut akan hamil.

Baru satu?? Memang tidak berkeinginan nambah, bu?? si dokter memastikan.

Hmmhhbetul, Dewi menjawab sambil tersenyum.

Lalu ibu mau yang sementara atau selamanya, tanya sidokter.

maksudnya?? Dewi balik bertanya.

Begini loh, Bu!. Kalau sementara saya sarankan ibu untuk menggunakan spiral, tapi kalau ibu dan suami ingin untuk selamanya tidak mempunyai anak lagi, yach! Saya menyarankan ibu untuk disteril, maksud saya saluran indung telur ibu harus saya tutup rapat, jadi kalau ibu berhubungan dengan suami, sperma suami ibu tidak dapat lagi menerobos kesaluran indung telur ibu, dengan begitu saya jamin tidak ada satupun indung telur ibu yang dapat dibuahi oleh sperma suami ibu, jelas sang dokter panjang lebar.

Ooohhhbegitu, gumam Dewi, Kalau gitu saya pilih yang sementara saja, siapa tahu nanti kita ingin mempunyai anak

Ibu mengambil keputusan yang tepat, nach sekarang ibu silahkan berbaring disana, saya akan mempersiapkan peralatannya, kata si dokter sambil menunjuk kearah ranjang.

Bajunya dan CDnya tolong dilepas, Bu!!, terus ibu kenakan ini lanjut sidokter sambil memberikan jubah berwarna biru muda.

wah, bu!! terbalik pakai jubahnya, dokter itu berkata sambil tersenyum saat melihat Dewi mengenakan jubah itu dengan bagian yang terbukanya berada didepan.

Bagian yang terbukanya itu untuk dibelakang, kalau ibu pakai seperti itu nanti saya gak akan selesai-selesai memasang alat kontrasepsinya, karena mata saya akan melihat kedada ibu terus, lanjut sidokter sambil bercanda ke Dewi.

Ohhhhe..he..dokter bisa aja, Dewi tersipu malu mendengar guyonan si dokter, sambil membetulkan jubah tersebut, kemudian iapun berbaring diranjang.

Dewi bingung melihat ranjang tersebut karena panjang ranjang tersebut tidak sepanjang ranjang-ranjang yang biasa ada ditempat-tempat praktek dokter, panjang ranjang ini hanya sampai sebatas pantatnya saja, sehingga kedua kakinya terjuntai kebawah, Dewipun melihat adanya keanehan dengan ranjang ini, dimana disamping kiri dan kanan kedua kakinya ada bantalan cekung dan letaknya lebih tinggi dari ranjangnya.

Setelah selesaimempersiapkan peralatannya, sang dokter menghampiri ranjang tersebut, melihat posisi rebahan Dewi diatas ranjang, dokter itupun tersenyum simpul,

Ibu, baru pertama kali yach datang kedokter kandungan??, tanya sidokter tersenyum.

Tanpa menunggu jawaban Dewi, sang dokterpun mulai mengangkat kaki Dewi satu persatu dan menempatkan dibantalan cekung yang berada disamping kiri kanan kaki Dewi itu, perbuatan sidokter membuat Dewi terhenyak, Dewi tahu dengan posisinya dimana kedua kakinya terangkat dan terbuka lebar ini, kemaluannya akan Nampak jelas didepan sidokter, mukanyapun menjadi merah karena menahan malu, melihat Dewi yang tersipu-sipu malu dan wajahnya menjadi merah, sidokter hanya tersimpul dan diapun merasa yakin sekali bahwa ini adalah kunjungan yang pertama Dewi ke dokter kandungan.

Maaf, yach, Bu, sidokter berkata saat jari jemarinya mulai menyentuh bibir vagina Dewi.

Hhmmmhh., Dewi hanya bisa mengangguk, karena menahan malu dan perasaan yang aneh saat jari-jari sidokter menyentuh bibir vaginanya.

Kedua jari tangan kiri sidokter mencoba untuk sedikit membuka lubang vagina Dewi dari sebelah atas, sehingga kelentit Dewi tersentuh oleh telapak tangan sidokter, sementara tangan kanan sidokter mencoba untuk memasukkan peralatan hampir seperti corong, agak lumayan lama sidokter berkutat untuk memasukkan alat itu kelubang vagina Dewi, sementara Dewi merasakan geli yang aneh dan nikmat saat kelentitnya tergesek-gesek oleh tangan sidokter, akibatnya gelora birahi Dewi mulai bangkit, memeknya mulai basah.

Ouugghhh..ssshhhh, Dewi menjerit lirih saat merasakan alat yang seperti corong berdiameter 3cm terbenam di dalam lubang senggamanya, pantatnya terangkat sedikit, kedua tangannya mencengkram pinggiran ranjang dengan erat.

Maaf..bu.!! sakit!! Tahan sebentar yach, saya akan mulai memasang spiralnya, kata sidokter.

Si dokter merasa heran dengan kondisi lubang vagina Dewi yang masih sempit ini, dalam hatinya ia berkata, gila nich ibu, udah keluar satu anak, tapi masih sempit begini, sepertinya juga jarang dipakai oleh suaminya,, sambil tangannya memijat-mijat pelan kedua belah bibir vagina Dewi dengan tujuan untuk membuat rileks otot-otot vagina Dewi, saat ia sedang memijat-mijat itu dari corong kacanya itu ia melihat lubang vagina Dewi yang berwarna merah muda itu berkedut-kedut, belum pernah selama ia praktek melhat kejadian ini, karena sudah berpengalaman ia mengetahui bahwa tebakannya itu betul, memek Dewi jarang dipakai oleh suaminya, karena hanya dengan alat yang teronggok diam saja memek Dewi sudah basah.

Hhhhmmmmsssshhhh.hhhmmmm..ssshhhh.. Dewi merintih lirih menikmati pijatan-pijatan lembut dibibir vaginanya dan merasakan sumpalan alat dilubang senggamanya.

Mendengar lirihan Dewi, sidokter semakin yakin dengan tebakannya itu, dalam hatinya membatin,kalau kuentot mau tidak yach ini ibu???, atau malah nanti dia marah??..

Setelah melihat cengkraman dinding vagina Dewi dialatnya mulai mengendur, sidokterpun mulai mengambil spiral berbentuk T dan penjepitnya, lalu melalui corong tadi ia mulai memasukkan spiral tersebut menggunakan penjepit, karena corong itu terbuat dari kaca ia bisa melihat keadaan didalam lubang vagina Dewi, setelah tepat disasaran, iapun sedikit menekan penjepitnya kemudian ia melepaskan jepitan di spiral tersebut dan menarik keluar jepitannya, sambil memegangi kedua bibir vagina Dewi, sidokter memastikan spiral tersebut terpasang dengan benar, kemudian dengan perlahan-lahan corong itu ia tarik keluar dari lubang vagina Dewi, gesekan yang ditimbulkannya membuat Dewi mengerang lirih.
Setelah terlepas, sidokter kembali memijat-mijat vagina Dewi, sebetulnya pijatan-pijatan itu tidak perlu dilakukan, dan belum pernah ia lakukan selama ia praktek, saat ini ia lakukan karena ia terangsang dengan bentuk vagina Dewi, dalam hatinya ia juga merasa heran kenapa saat ini ia terangsang ingin melakukan persetubuhan dengan pasiennya. Dewi sendiri yang dari tadi birahinya sudah bergejolak, merasakan pijatan-pijatan lembut yang saat ini sedang dilakukan oleh sang dokter semakin membuat birahinya membara, erangan-erangannya semakin sering terdengar, tubuhnyapun menggelinjang-gelinjang karena geli dan nikmat.

Oh..baru pijatan tangannya saja sudah membuatku melayang-layang, apalagi kalau dia sodok aku dengan kontolnya, Oh gila betul rangsangan ini, Dewi berkata dalam hatinya.

Tangan Dewi yang tadi sedang mencengkram ranjang mulai beralih kepayudaranya sendiri, dari balik jubahnya iapun mulai meremas-remas kedua bukit kembarnya, merasa kurang puas karena terhalang oleh BH dan jubah yang masih menutupi tubuhnya, Dewi kemudian melucuti semuanya sehingga sekarang Dewi telanjang bulat didepan sang dokter, tangannya kembali meremas-remas kedua bukit kembarnya itu, mulutnya mendesis-desis menandakan Dewi sedang menikmati semua itu.

Sang Dokter yang melihat aksi Dewi melucuti jubah dan Bhnya serta aksi remasan tangan Dewi dikedua bukit kembarnya itu tersenyum simpul, nampaknya ia mulai terangsang dengan pijatan-pijatanku,, lalu tanpa menghentikan pijatannya, ia pun mulai menciumi kelentit Dewi yang mulai terlihat dan mengeras, tidak hanya diciumi saja, tapi ia jilati dan hisap-hisap kelentit Dewi yang membuat Dewi semakin menggelinjang merasakan kenikmatan permainan lidah sidokter, aksi sidokter semakin menggila, jari tengah salah satu tangan yang sedang memijat-mijat itu mulai menerobos lubang kenikmatan Dewi, dengan gerakan perlahan-lahan sidokter mulai mengeluar-masukkan jari tangannya itu, akibatnya lubang vagina Dewi semakin basah, erangan-erangan Dewipun semakin sering terdengar. Pantatnya semakin sering terangkat seolah menyambut sodokan jari tangan sidokter, kepalanya bergoyang kekiri kekanan, tubuhnya kadang-kadang melenting, Dewi betul-betul menikmati serangan-serangan sang dokter dikemaluannya.

Ouughhhh.dddoookkk.eenaaaakkkaakhhuuumau..kel luaarrssshhhaagghhhh..Dewi merintih-rintih kenikmatan.

Ssssrrssssrrrr.ssssrrrr memek Dewi memuntahkan lahar kenikmatannya.

Tubuh Dewi mengejang, sang dokter merasakan hangatnya air kenikmatan Dewi yang membasahi jari tangannya.

Enak, Bu!!, tanya sidokter.

IyaachhDewi menjawab dengan nafas yang masih tersengal-sengal, matanya terpejam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja ia rengkuh.

Tanpa buang waktu lebih lama lagi, sang dokterpun mulai melucuti seluruh pakaiannya, sehingga sekarang iapun telanjang bulat, Nampak kontolnya sudah berdiri dengan tegak, ukurannya lumayan besar dan panjang, diapun mulai mengelus-eluskan kontolnya dibibir vagina Dewi, membuat Dewi menggelinjang, dengan pelan-pelan sang dokterpun menyelipkan kepala kontolnya di lubang memek Dewi, setelah merasa tepat disasaran sang dokterpun mulai melesakkan kontolnya kedalam lubang memek Dewi, setahap demi setahap.

Sleeepp.bleeessss.bleessss..

kontol sang dokter mulai terbenam seluruhnya dalam lubang kemaluan Dewi, Dewi yang merasakan kontol dokter itu mulai memasuki lubang senggamanya, mendesis lirih. Hatinya membatin,lumayan besar juga kontolnya, tapi tidak sebesar punyanya pak Sugito.

Ssshhh.aaaaghhhh..dookkontolmu besar juga. sssshhhh.puaskan aku dengan kontolmu ssshhhhdesis Dewi.

Dengan perlahan-lahan Sang dokter mulai mengeluar-masukkan kontolnya didalam lubang senggama Dewi, kedua tangannya berpegangan dipaha Dewi, lama-lama gerakan maju-mundur sang dokter semakin cepat, keringatpun mulai mengalir dikedua tubuh mereka, udara dingin didalam ruangan praktek karena AC tidak menghalangi keluarnya keringat mereka. Erangan Dewi dan sang dokter semakin terdengar, lenguhan-lenguhan nikmat keluar dari kedua mulut mereka.

Ouughhhdookkkteeruusssssooddokkk .memekkuuuudengaaannn kkonttolmu..ituuu aaaggghhhh Dewi mengerang kenikmatan menikmati sodokan kontol sang dokter di lubang senggamanya.

Hhhhmmmmaaaaghhhmemekmuuubenaaarr-benaar..sseeemmpitt enaaakkk oouughhh koontooolllkuuuteerjeppiittbbeetulll Sang Dokterpun melenguh keenakan merasakan jepitan dinding vagina Dewi dibatang kontolnya..

Teekkaaannnlebih daaalllaammdookk.. yaaahh..begituu..ssshhhhhoouughhh, rintih Dewi meminta sang dokter untuk menekan lebih dalam, yang dituruti oleh sang dokter, dengan hentakan-hentakan yang lebih dalam, hingga kontolnya terbenam sampai pangkalnya saat sang dokter mendorong masuk kontolnya.

Tak lama kemudian nampak gerakan sang dokter bertambah cepat dan mulai tak beraturan, sementara itu tubuh Dewipun semakin sering terlihat melenting dan pantatnya semakin sering terangkat berbarengan dengan sodokan kontol sang dokter, lenguhan dan erangan mereka bertambah kencang terdengar dan saling bersahutan, nampaknya kedua insan ini akan merengkuh puncak kenikmatan persetubuhan mereka.

Ouughhhdoookkkaaaakkkkuuukkeeelluuarrr, Dewi mengerang tubuhnya melenting.

Akkkhhuuujuuggaaammaaauuu.ooouugghhhh.. sang dokterpun melenguh, dan menekan dalam-dalam kontolnya didalam lubang senggama Dewi, lalu terdiam.

Creeetttt..ssssrrrr..ccrreeeettt..ssssrrrr..

Kedua kemaluan mereka akhirnya memuntahkan lahar kenikmatan berbarengan, sand dokter merasakan batang kontolnya tersiram oleh hangatnya lendir kenikmatan Dewi dan ia juga merasakan dinding vagina Dewi berkedut-kedut meremas-remas batang kontolnya, Dewi sendiri merasakan dinding rahimnya tersemprot oleh cairan hangat sperma sang dokter dan Dewi sendiri merasakan pada dinding vaginanya batang kontol sang dokter berdenyut-denyut.

Kemudian sang dokter mencabut batang kontolnya dari jepitan vagina Dewi setelah ia merasakan remasan-remasan dinding vagina Dewi berhenti dan kontolnya mulai mengecil, saat kontolnya tercabut dari lubang kenikmatan Dewi, terlihat olehnya cairan spermanya bercampur dengan lendir kenikmatan Dewi mulai mengalir perlahan dan menetes jatuh keatas lantai.

Setelah nafas mereka kembali normal, mereka mengenakan pakaian mereka kembali, kemudian sang dokter memberi tahu Dewi bahwa spiral yang ia pasang itu bisa bertahan untuk 5 tahun, tetapi alangkah bagusnya setiap 3-6 bulan sekali harus diperiksa, untuk memastikan letaknya tidak berubah atau lebih parahnya terlepas. Dewi mengangguk tanda mengerti dalam hati Dewi berkata ,pasti aku akan balik lagi, untuk menikmati sodokan-sodokan kontolmu lagi,

Sebelumpulang Dewi bertanya berapa biaya yang harus dibayar olehnya, yang dijawab oleh dokter itu dengan senyuman dan kecupan ringan dibibir Dewi, gratis!!! bisiknya

Dewipun pulang dengan tersenyum simpul, dalam hatinya ia membatin bertambah satu lagi koleksi kontol yang bisa membuat puasku, yang bisa menghilangkan dahaga batinku. Dan sekarang ia tidak akan takut hamil bila melakukan persetubuhan dengan siapapun.

TAMAT


Malam itu Dewi terlihat sedang menonton TV diruangan keluarga dengan hanya mengenakan daster warna putih berbahan satin, Dewi terlihat cantik dan sexy mengenakan daster itu, belahan payudaranya yang putih dan mulus terlihat jelas sekali karena daster satu talinya itu berbentuk V, sementara dibalik dasternya Dewi tidak mengenakan BH dan CD, kedua putingnya yang berwana merah mudapun terlihat menonjol di dasternya itu sementara bayangan hitam yang tipis diselangkangannya terbayang dengan jelas.

Dewi memang masih muda umurnya sekarang ini baru 30tahun, dia menikah dengan suaminya pada saat ia berumur 20, sementara suaminya seorang duda beranak satu berumur 40tahun. Anak tirinya Doni sekarang ini berumur 18tahun. Sampai saat ini Dewi belum dapat memberikan keturunan kepada suaminya, mungkin ini yang membuat tubuh Dewi tetap sexy terutama kedua buah payudaranya yang masih kencang.

Hari ini suaminya memang pulang terlambat karena harus menjamu tamunya dan Doni sendiri menginap dirumah temannya, saat ini Dewi sendirian dirumah.

Malam semakin larut, hawa dingin karena hujan dan kesepian tanpa ada yang menemani ngobrol membuat Dewi mulai mengantuk, tanpa terasa Dewi mulai tertidur diatas sofa.

Jam didinding mulai menunjukkan tepat jam 1, sementara Dewi yang terlelap dalam tidurnya tidak menyadari daster yang menutupi tubuhnya sudah tidak menutupi tubuhnya secara sempurna, tali dasternya sudah tidak dipundaknya melainkan sudah berada ditangannya, ini membuat kedua payudaranya terlihat dengan jelas, sementara dibagian bawah sudah terangkat sehingga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitampun terlihat dengan jelas.

Saat itu diluar Nampak sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Dewi, dari dalam mobil turun seorang pemuda berbadan atletis, pemuda ini kemudian membuka pintu belakang mobil, si pemudapun terlihat memasukkan setengah badannya kedalam mobil, selang tak lama si pemuda dengan agak setengah menyeret membantu keluar seorang pria setengah baya dalam kondisi mabuk sekali, setelah pria setengah baya itu berada diluar mobil, pemuda itu mulai memapah pria tersebut kearah pintu rumah Dewi sambil tak lupa menutup pintu mobil dan menguncinya.

Sampai didepan pintu, pemuda itu mengeluarkan kunci pintu dan membuka pintu itu sambil tetap memapah pria tersebut, sesampainya didalam pemuda itu tak lupa menutup pintu rumah dan menguncinya kembali, kemudian pemuda itu memapah pria tersebut menuju kamar tidur, saat berjalan menuju kamar tidur pemuda itu menghentikan langkahnya diruangan keluarga, matanya terbelalak melihat pemandangan yang membangkitkan birahi, dia melihat kedua payudara Dewi yang putih dan mulus juga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitam, melihat itu semua sipemudapun menelan air liurnya berkali-kali sementara, bagian bawah tubuhnya perlahan-lahan mulai begrerak.

Tanpa membuang waktu lagi pemuda itu dengan cepat memapah tubuh bossnya yang mabuk berat kearah kamar tidur, yang memang tidak terlalu berjauhan dengan ruang keluarga, setelah merabhkan tubuh bossnya dan membuka sepatunya, pemuda itu keluar dari ruang tidur dan menutup pintunya, kemudian dia kembali menuju keruangan keluarga dimana Dewi masih terlelap dalam tidurnya, sesampainya didepan Dewi tanpa membuang waktu lagi pemuda itu mulai melepaskan baju, sepatu, celana dan celana dalamnya, sehingga tubuh atletisnya tidak mengenakan sehelai benangpun. Tampak kontol pemuda itu sudah berdiri dengan tegak sekali.

Perlahan-lahan pemuda itu mulai duduk disamping Dewi, kedua tangannya mulai meremas-remas kedua payudara Dewi, dengan penuh nafsu pemuda itu mulai menjilati putting susu Dewi dan kadang-kadang ditimpali dengan hisapan-hisapan, mulut bekerja tanganpun tidak mau ketinggalan, tangan yang satu meremas-remas payudara Dewi, dan yang satunya mulai mengelus-elus lembah kenikmatan Dewi, saat tangannya mulai menyentuh vagina Dewi, dia merasakan Vagina Dewi sudah basah, nampaknya Dewi sedang bermimpi dientot, kemudian pemuda itu mulai memasukkan jari tengahnya kedalam lubang Dewi yang sudah basah itu, dengan gerakan perlahan-lahan dikeluar masukkan jarinya itu dimemek Dewi. Seluruh aksinya itu membuat Dewi mulai mendesah keenakan, entah karena akibat aksi sipemuda atau karena dia sedang menikmati mimpinya.

Setelah merasakan memek Dewi semakin basah pemuda itu kemudian mengeluarkan jari tangannya, lalu ia mulai mengangkangkan kedua kaki Dewi dan mengarahkan kontolnya kememek Dewi, dengan perlahan-lahan sipemuda mulai mendesakkan kontolnya kelubang memek Dewi, sipemuda tidak mau terburu-buru memasukkan kontolnya dia takut Dewi terbangun, perlahan-lahan batang kontol sipemuda mulai masuk kedalam lubang memek Dewi, ia merasakan memek Dewi sangat sempit sekali, nampaknya memek Dewi jarang dipakai atau kemaluan suaminya kecil sehingga lubang memek Dewi masih sempit, sedikit demi sedikit kontolnya mulai terbenam dilubang memek Dewi, dengan gerakan perlahan sipemuda mulai menurunkan tubuhnya sehingga posisinya mulai menindih tubuh Dewi dan kedua tangannya mulai diselipkan ketubuh Dewi.

Sambil memeluk tubuh Dewi dengan cukup erat dan bibirnya mulai mengulum bibir Dewi, sipemuda membenamkan kontolnya dalam-dalam kedalam lubang memek Dewi, akibat gerakan itu Dewi tersentak dan terbangun dari tidurnya, matanya terbelalak saat melihat wajah sipemuda, tapi Dewi tidak bisa berteriak karena mulutnya sedang dilumat oleh sipemuda, Dewi merasakan bukan hanya mulutnya saja yand sedang dilumat tapi memeknya pun sedang disumpal oleh kontol sipemuda ini, dan Dewi mulai merasakan sipemuda menggerakkan kontolnya dilubang memeknya.

Blesssleepbleessslepppbleess.sleeeppp..

Terlihat Mata Dewi yang tadinya terbelalak karena kaget perlahan-lahan mulai meredup sayu, nampaknya Dewi mulai merasakan kenikmatan dientot oleh sipemuda, Dewi mengenali sipemuda sebagai Andi salah seorang bawahan suaminya, yang dia tidak mengerti bagaimana Andi bisa masuk kedalam rumahnya dan bagaimana Andi bisa dengan bebasnya memasukkan kontolnya kedalam lubang memeknya, tetapi Dewi tidak mau berpikir banyak tentang hal itu yang ada dalam benaknya sekarang ini adalah menikmati sodokan kontol Andi.

hmmhh.hhhmmmhhh.hhmmmhhhh terdengar desahan dari mulut Dewi yang masih dilumat oleh Andi, karena AndI takut kalau ia lepaskan lumatannya Dewi akan berteriak.

Mata Dewi mulai merem melek menikmati sodokan-sodokan kontol Andi yang besar kalau dibandingkan dengan suaminya, melihat Dewi mulai menikmati entotannya Andi mulai berani melepaskan lumatan dibibir Dewi dan mulai menjilati leher dan telinga Dewi, aksinya ini semakin membuat desahan-desahan Dewi semakin menjadi.

Ouuhhhssshhhhh..aaahhhhh.Annddiiii..kon toool llmuuuueenaakk sekali dan besar sshhhhaaahhhh Dewi mendesah kenikmatan menikmati entotan Andi.

Hmmhhhh..slrrppp..hmmmm.memek ibu juga eenaaakkkoohhhh.sslrrpppp.seempiitt sekali ooohhhh.slllrrpppp.. Andi melenguh keenakan merasakan memek Dewi yang masih sempit sambil tetap menghisap-hisap payudara Dewi.

Dewi merasakan kenikmatan duniawi yang belum pernah ia alami sebelumnya, selama pernikahannya dengan suaminya belum pernah dia merasakan nikmatnya dientot, selama ini suaminya selalu mencapai kepuasan terlebih dahulu, sementara ia sendiri belum mencapai kepuasan, jangankan untuk mencapai klimaks, untuk merasakan keenakan saja Dewi belum pernah merasakannya, berbeda dengan saat ini saat memeknya disodok-sodok oleh kontol Andi yang memang dalam ukuran saja lebih besar dan lebih panjang dari punya suaminya, apalagi Andi masih muda.

Kedua insan ini sudah tidak ingat apa-apa lagi selain menikmati persetubuhan mereka yang semakin menggila, Andi semakin cepat mengeluar masukkan kontolnya didalam lubang memek Dewi yang semakin basah, sementara Dewi sendiri dengan semangat 45 menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakan Andi, keringat sudah mengalir dari kedua tubuh mereka.

Ouughhh Andi .teruussss.ooughhh enaaakkkk.sekaalliii.oughhhh.tekaaaann yang dalam, Oughhh.puaskaannnakuuuu..yaaahhh,aaaahhhh. Lenguhan Dewi semakin menjadi.

Andi mengikuti kemauan Dewi dengan menekan lebih dalam kontolnya dilubang memek Dewi, ia merasakan ujung kepala kontolnya menyentuh bagian paling dalam memek Dewi.

Aaagghhhakuuu..sudah tidak tahan laaagiiiiouugghhhhAnddiiiiiiaku mau keluarough enaaaaakkkk sekali kontollmuuuu..aaaagghhhhhh..Andi .akuuukeluaaarrrrr aaaaghhhhhhh. Dewi mengerang.

Srrr..cccreeet.ssssrrrrr.. akhirnya Dewi mencapai puncak kenikmatannya, tubuhnya mengejang saat ia mencapai kepuasannya, vaginanya berdenyut-denyut saat mengeluarkan lahar kenikmatannya, Andi sendiri merasakan vagina Dewi seperti meremas-remas kontolnya, Andipun lalu menekan lebih dalam kontolnya dan membiarkan kontolnya terbenam sebentar didalam lubang memek Dewi.

Dewi memeluk erat-erat Andi, sementara kakinya ia kaitkan dengan erat dibelakang pinggul Andi, sehingga kontolnya Andi semakin terbenam dimemeknya, beberapa saat kemudian Dewi melepaskan pelukan dan kaitan kakinya ditubuh Andi, sementara diwajahnya terpancar kepuasan.

Andi kamu betul-betul hebat, selama ini belum pernah saya mengalami nikmatnya mengentot, Dewi berbisik ditelinga Andi.

Saya juga merasa enak ngentot ibu, memek ibu sangat sempit. Andi menimpali bisikan Dewi, sambil dengan perlahan-lahan mulai memaju mundurkan lagi kontolnya.

Hmmmaahh..kamu belum keluar. Dewi bertanya, karena ia merasakan kontol Andi masih keras. Hmm..aku pikir kamu sudah selesai.

Belum, ibu masih mau lagi? tanya Andi.

Hmmmmemang kamu bisa buat aku puas lagi. Dewi balik bertanya.

He..he..kita coba saja, apa saya bisa buat ibu puas lagi atau tidak. Jawab Andi sambil mulai mempercepat gerakannya, sementara tangannya mulai meremas-remas kedua bukit payudara Dewi.

Kita tukar posisi, biar aku yang menggenjot kontolmu, sekarang kamu duduk. Dewi menimpalinya, karena ia sendiri tidak mau membuang kesempatan ini.

Andi kemudian menarik tubuh Dewi tanpa melepaskan kontolnya dari lubang memek Dewi, dengan sedikit berputar Andipun lalu duduk disofa, sementara posisi Dewi sekarang sudah dipangkuannya, dengan posisi ini Andi lebih leluasa untuk bermain di susunya Dewi, kedua tangannya dengan penuh nafsu meremas-remas kedua bukit kembar Dewi, mulutnyapun ikutan beraksi, kedua putting susu Dewi bergiliran dijilati dan dikulum serta dihisap-hisap oleh Dewi, aksi Andi ini perlahan-lahan mulai membangkitkan kembali birahi Dewi, dengan perlahan-lahan Dewi mulai menaikturunkan pinggulnya, gesekan-gesekan kontol Andi didinding memeknya membuat birahinya kembali memuncak dengan cepat.

Ouuughhh.Andiiiiihiisaaaapppp.tteeeteeek kku. .ooughhhhyyaaachhh.begitu aaaghhhh kontolmu enak sekaaaliii Dewi mengerang sambil mempercepat gerakan naik turunnya.

Klo mau keluar kamuuuuu.kkassiihtahuuuyaachhhh.. Dewi berbisik di telinga Andi.

Hmmhhhssslllrpppp..hhmmmmhh.ok..aaaagghh hhh., . Andi menjawab sambil tetap menghisap-hisap tetek Dewi.

Sleeppp..blessssleeppp.bleesss.slleeepppp.ble essss.. kontol Andi terlihat keluar masuk dalam lubang memek Dewi dengan cepatnya, karena Dewi pinggul Dewi naik turun dengan cepat.

Dewi betul-betul menikmati persetubuhannya ini, gerakkannya semakin cepat dan semakin tak beraturan, lenguhan-lenguhan kenikmatan mereka berduapun semakin kerap terdengar, menikmati persetubuhan ini mereka berdua lupa dengan status mereka, dalam pikiran mereka hanya satu bagaimana mencapai kepuasan persetubuhan ini.

OuughhhAndiiiiiiakkuuuu.mauuuuu,keelll uuaaa rrrlagioooohhhhh.aaaagghhh enaaaakkkkk sssekkaaaaallliiii..kontolmuuuu Dewi mengerang saat ia merasa bahwa ia akan mencapai lagi puncak kenikmatannya.

Sementara itu Andi juga merasa bahwa ia akan mencapai puncak kenikmatannya, Andipun membantu Dewi yang akan mencapai puncak kenikmatannya dengan memegang pinggul Dewi dan membantu menggerakkan pinggul Dewi naik turun dengan cepat.

OuuughhhhhBuuu.aaakkkuuuu jugaaamau kelluaaaarrr..aaaagghhhhhh.. memek ibuuuu enaaakkk sekaaalliiiiiooougghhhh.buuuuaku gak taaahhaaannnlaagi. Andipun mengerang merasakan puncak orgasmenya yang sudah diujung kepala kontolnya.

Creeetttt.creeeettt.sssrrr..ccreeettt..

kontol Andi menyemprotkan airmaninya didalam lubang memek Dewi, berbarengan dengan memek Dewi menyemprotkan lahar kenikmatannya, Dewi merasakan hangatnya sperma Andi didinding lubang memeknya, sementara Andi merasakan hangat dibatang kontolnya karena disiram oleh lahar kenikmatan Dewi.

Keduanya berpelukan dengan erat menikmati saat-saat terakhir puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka, kedua bibir mereka berpagutan dengan mesra, Dewi sendiri dengan perlahan-lahan menggoyangkan pinggulnya menikmati sisa-sisa kenikmatan dari kontol Andi.

Tak lama berselang Dewi beranjak dari pangkuan Andi, dari lubang memeknya terlihat cairan putih mulai mengalir perlahan, sementara kontol Andi yang mulai mengkerut tampak mengkilat karena cairan kenikmatan Dewi, keduanya kemudian beranjak menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah membersihkan diri keduanya kembali keruangan keluarga dan mulai mengenakan pakaian mereka, lalu Andi berpamitan pulang, ditimpali oleh Dewi dengan kecupan mesra dibibirnya, dan bisikan mesra ditelinganya, Terimakasih yach, atas malam yang indah ini

Dibalas oleh Andi dengan senyuman dan kata-kata yang menggoda, Kalau ibu ingin kenikmatan lagi, hubungi saya saja

Dewipun tersenyum atas godaan Andi ini, Pasti,

Setelah Andi pulang, Dewi menuju kamar tidurnya, malam ini Dewi tidur dengan lelap dimulutnya terukir senyum kepuasan.

TAMAT


Malam itu Dewi terlihat cantik dan sexy sekali, saat itu Dewi mengenakan gaun malam yang bisa membuat mata lelaki yang memandangnya menelan air liur dan terbangkit birahinya, gaun malam mini warna hitam dengan belahan yang menampakkan bulatan payudaranya serta bagian punggung yang terbuka lebar memperlihatkan kemulusan punggungnya, sementara tali gaunnya yang kecil terikat di tengkuknya. Warna hitam gaunnya sangat kontras dengan warna putih kulitnya, kedua puting susunya tercetak samar-samar di gaun malamnya, nampaknya Dewi tidak mengenakan bra dibalik gaunnya itu, karena warna gaunnya yang hitam tonjolan kedua putingnya tidak terlalu kentara jika hanya sekilas memandang Dewi, gaun warna hitam yang Dewi kenakan tidak terlalu ketat membalut tubuh Dewi, memang Dewi memilih yang tidak terlalu ketat agar bisa leluasa bergerak, tetapi tetap memperlihatkan bentuk tubuh Dewi yang sexy.

Malam itu Dewi memang diajak oleh suaminya untuk makan malam, dan seperti yang suaminya jelaskan ditelpon tadi siang, suaminya akan mengadakan jamuan makan malam untuk clientnya, sebetulnya Dewi merasa malas untuk datang, karena ia pikir acara makan malam ini pasti membosankan, karena selama makan malam ia hanya akan mendengarkan obrolan soal bisnis saja, dan ia hanya akan jadi pajangan selama makan malam berlangsung, apalagi ia berpikir pasti teman bisnis suaminya ini seumuran dengan suaminya yang sudah kepala 5, Dewi sudah membayangkan acara itu bakalan betul-betul membosankan. Tapi suaminya memaksa ia untuk ikut alasannya suaminya sudah lama tidak mengajak makan malam karena kesibukannya.

Tepat jam 6 sore, mobil suaminya tiba dihalaman rumahnya, melihat itu Dewi keluar rumah dan mengunci pintunya, saat itu supir suaminya telah turun dari mobil dan membukakan pintu mobil dibagian penumpang, Dewipun bergegas naik kedalam mobil.

Sore, Bu, supirnya menyapa Dewi.

Sore, Din, Bapak mana?, jawab Dewi dilanjutkan dengan bertanya keberadaan suaminya.

Tadi sudah saya antar duluan ke hotel xxx, lalu saya disuruh kesini untuk jemput ibu dan mengantar ibu ke tempat tadi, jawab Udin menjelaskan.

Oh, ya sudah, ayo jalan, Din, kata Dewi.

Setengah jam kemudian Dewi tiba di hotel xxx, kemudian ia turun dan langsung menuju ke restoran yang telah disebutkan oleh suaminya tadi siang, saat ia melewati lobby semua mata lelaki yang berada di situ tidak berkedip memandangi Dewi, sesampainya di restoran seorang pelayan menyambutnya, kemudian Dewi menanyakan meja suaminya, pelayan ini kemudian mengantar Dewi ke meja suaminya.

pak Erwin, ini Dewi istriku, dan Mah, ini pak Erwin clientku yang tadi siang kuceritakan, kata suaminya setibanya Dewi di meja mereka.

Malam, Bu, Erwin menyapa Dewi, sambil menyorongkan tangannya untuk menjabat tangan Dewi.

Malam, Pak, jawab Dewi sambil menyambut tangan Erwin.

Kemudian dengan penuh sopan Erwin mempersilahkan Dewi untuk duduk, Dewi sedikit terkejut dengan client suaminya ini, tebakan dia jauh meleset, karena kalau dilihat dari wajahnya, umur dari client suaminya ini paling seumuran dia, wajahnya ganteng, tubuhnya atletis beda jauh dengan tubuh suaminya, genggaman tangannya hangat ia rasakan, tatapan matanya membuat jantungnya berdetak kencang.

Saat makan malam berlangsung Dewi sering mencuri pandang tanpa diketahui oleh suaminya, kadang-kadang tatapan matanya bentrok dengan mata Erwin yang kebetulan sedang menatap ke dia. Dewi merasakan jantungnya berdetak dengan kencang setiap mata mereka beradu, kedua pipinya merona merah entah karena tatapan Erwin atau karena pengaruh Wine yang mereka minum yang entah sudah berapa gelas yang mereka minum, wajah Dewi semakin Nampak mempesona dengan semburat merah yang menghiasi pipinya, Erwin sendiri semakin sering mencuri pandang melihat Dewi saat mendengarkan penjelasan soal kontrak bisnis dari suaminya.

Dewi melihat suaminya begitu antusias menjelaskan tentang kontrak bisnis itu dan nampaknya suaminya mendominasi pembicaraan ini, Dewi melihat wajah suaminya yang sudah memerah karena pengaruh alcohol, Dewi melihat Erwin kadang-kadang mengangguk tanda setuju lalu tersenyum.

Jadi, bagaimana, pak Erwin? tanya suaminya

Apanya,Erwin balik bertanya, ia agak sedikit kaget karena saat itu ia sedang memperhatikan Dewi.

Soal, kontrak bisnis kita, Apa proposal yang saya berikan tadi siang sudah dipelajari? tanya suaminya lagi.

Oh, soal itu, sudah saya pelajari dan ada beberapa syarat tambahan yang ingin saya tambahkan dalam proposal itu, jawab Erwin.

Syarat apa saja, Pak? kembali suaminya bertanya.

Wah, saya lupa, tapi saya sudah kasih note kok di proposal bapak tadi,Erwin menjawab.

OK..OK..proposalnya pak Erwin bawa sekarang? suaminya bertanya kembali.

Hahahapak Hendro memang pebisnis tulen, kita kan lagi makan malam jadi saya tidak bawa,Erwin menjelaskan.

Hehehebukan begitu pak Erwin, alangkah bagusnya kalau kita bisa selesaikan malam ini, syarat-syarat tambahan pak Erwin akan saya lihat, kalau tidak terlalu memberatkan pihak kami, saya akan langsung setujui, terus kita bisa tanda tangani pra-kontrak itu, baru besok kita buat kontrak kerjasamanya, suaminya menjelaskan.

Baik..baik.. saya ambil proposal dulu, pak Hendro dan ibu bisa tunggu saya disini,Erin berkata sambil tersenyum.

Oh, gak usah repot-repot, pak, bagaimana kalau kita ikut bapak saja, itu kalau bapak gak keberatan, soalnya begini pak, daripada bapak bolak-balik,lebih baik kami yang kekamar bapak, setelah selesai, kami langsung pulang dan pak Erwin bisa langsung istirahat, Suaminya menimpali tawaran Erwin.

Hhmmmbaiklah, tapi apa tidak lebih kalau bapak saja yang ikut dan ibu bisa menunggu disini, soalnya takut nanti orang berprasangka buruk tentang ibu Erwin berkata kembali.

Ah, bapak, tidak apa-apa, kan saya ini suaminya, jadi tidak akan ada yang berprasangka buruk soal dia, lagipula lebih kurang baik kalau dia sendirian duduk disini, suaminya menjelaskan.

Oh, iya pak Hendro betul juga, Erwin mengangguk setuju setelah mendengar penjelasan suaminya.

Akhirnya mereka beranjak meninggalkan restoran itu menuju kekamar Erwin, ternyata Erwin tinggal di salah satu kamar yang mewah yang ada di hotel ini, kamarnya terdiri dari dua bagian, bagian pertama saat masuk terdapat Bar dipojok sebelah kanan pintu masuk, lalu ada sofa 321 dan meja kerja, sementara tempat tidurnya terletak dibagian yang satunya lagi, Dewi memperkirakan kamar mandi dan toiletnya ada di dalam kamar tidurnya, Erwin mempersilahkan Dewi dan suaminya duduk, sementara dia sendiri menuju meja kerja untuk mengambil proposal, Erwin menyerahkan proposal tersebut ketangan suaminya, suaminya langsung membaca kembali proposal tersebut yang telah banyak coretan-coretan dan tambahan-tambahan dari Erwin, nampak kepala suaminya manggut-manggut saat membaca proposal tersebut.

OKOKpak Erwin, saya sudah baca kembali dan saya tidak keberatan dengan penambahan-penambahan dari bapak,kata suaminya.

Wellbagus kalau begitu saya senang jika bapak dan ibu menyetujui syarat tambahan dari saya, selanjutnya bapak tinggal paraf di setiap coretan-coretan saya dan tandatangani, lalu saya akan melakukan hal yang sama, Erwin berkata sambil tersenyum penuh arti.

Hahaha..bapak bisa aja, istri saya pasti setuju dengan syarat tambahan bapak, kan kontrak kerja ini akan menambah keuntungan untuk kedua perusahaan kita dan otomatis menambah keuntungan juga buat dia,suaminya berkata menjelaskan, sementara Dewi sendiri hanya dapat tersenyum tanpa mengerti sedikitpun tentang hal ini.

Ok, saya akan suruh pelayan untuk memfotocopy proposal ini, nanti aslinya saya simpan, pak Hendro bawa copyannya, jadi besok bapak bisa suruh orang bapak untuk buat proposal yang sudah direvisi ini, saya akan datang kekantor bapak besok untuk menanda tanganinya,kata Erwin.

Ok, pak, jawab suaminya singkat.

Kemudian Erwin beranjak menuju kekamar tidurnya, Dewi mendengar sayup-sayup suara Erwin dari dalam kamar, nampaknya Erwin sedang menelpon pelayan untuk datang kekamarnya, Dewi sedikit heran kenapa Erwin menelpon dari dalam kamarnya, sementara dimeja kerja juga ada telpon.

Tak lama berselang Erwin keluar dari ruangan dan ia menjelaskan kepada suaminya untuk menunggu sebentar, karena ia sedang memanggil pelayan untuk memfotocopykan proposal yang sudah mereka tanda tangani. Sambil menunggu kedatangan pelayan, kami mengobrol ringan, Dewi melihat suaminya sudah agak mabok akibat pengaruh Wine yang mereka minum saat makan malam tadi.

Kira-kira lima belas menit kemudian bel pintu berbunyi, Erwin beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu, Nampak oleh Dewi pelayan hotel berjumlah 2 orang masuk sambil membawa bucket (ember dari stainless steel), disetiap bucket itu terisi oleh botol, nampaknya waktu menyuruh pelayan datang itu Erwin sekalian memesan Champagne, pelayan itu meletakkan pesanan Erwin di meja Bar, kemudian Erwin menyerahkan proposal dan meminta mereka untuk memfotocopykannya.

Pak Hen, bagaimana kalau kita merayakan kerjasama ini sambil minum Champagne, tawar Erwin.

OK, pak, hal ini memang wajib untuk dirayakan agar kerjasama kita semakin baik,sambut suaminya semangat.

Dewi sedikit khawatir melihat keadaan suaminya, ia takut nanti suaminya mabok dan tertidur disini, tidak mungkin dia harus memapahnya kalau sampai hal itu terjadi, tapi dalam hatinya membatin biar kalau nanti suaminya tertidur dia akan meminta pelayan untuk memapahnya ke mobil, sementara pikirannya sedang memikirkan hal itu, Erwin sedang berjalan kearah mereka sambil membawa gelas berisi Champagne di kedua tangannya.

Mari kita bersulang semoga kerjasama kita ini akan sukses, minumnya harus sekaligus habis, karena dengan itu menandakan bahwa tidak akan ada penundaan dalam hal kerja sama kita inikata Erwin setelah menyerahkan gelas kepada Dewi dan suaminya.

Beres, pak, ˜Bottom Up™, kata suaminya, Dewi sendiri hanya membalas dengan senyuman.

Mereka bertiga langsung menenggak habis minuman masing-masing, setelah habis Erwin mengambil gelas kosong itu dan kembali beranjak ke Bar untuk mengisi lagi gelas kosong tersebut.

Satu kali lagi kita bersulang, sahut Erwin setelah menyerahkan gelas yang sudah terisi oleh Champagne ke Dewi dan suaminya.

OK, once more,kata suaminya sambil terkekeh-kekeh, Dewi melihat keadaan suaminya dan ia tahu bahwa suaminya sudah semakin dipengaruhi oleh alcohol.

Mereka kembali menegak minuman itu kembali dalam satu tegukan gelas mereka kembali kosong, kemudian Erwin beranjak ke Bar untuk mengambil botol champagne, setelah itu ia kembali mengisi gelas-gelas mereka yang sudah kosong tadi, sekarang ini Erwin tidak mengajak untuk bersulang, Erwin dan Dewi meminum satu teguk saja dan menaruh gelas mereka di meja, sementara Hendro meminum Champagne tersebut sampai habis dengan sekali teguk saja, dan tanpa menunggu Erwin untuk mengisi kembali gelasnya yang sudah kosong, ia mengambil sendiri botol Champagne itu dan menuangkannya ke gelasnya yang sudah kosong, saat itu bel pintu kembali berbunyi, Erwin beranjak menuju kepintu dan membukanya, Nampak oleh Dewi salah satu pelayan yang tadi datang menyerahkan dokumen ke Erwin, sambil mengucapkan terimakasih Erwin menyelipkan tip ketangan pelayan tersebut, dan menutup pintu kamarnya.

Yang tidak disadari oleh Dewi dan suaminya adalah ketika Erwin menuangkan minuman yang pertama dan kedua, saat itu Erwin memberikan campuran kedalam minuman mereka, cairan itu berasal dari dua botol kecil yang berbeda. Nampaknya Erwin sudah merencakan hal ini saat dia menelpon dari dalam kamarnya, cairan yang dia masukkan kedalam gelas Dewi adalah cairan perangsang sementara yang dimasukkan kedalam gelas suaminya adalah cairan obat tidur.

OK, pak terimakasih, akan saya suruh anakbuah saya untuk merevisi proposal sesuai dengan kesepakatan kita, sekarang kami pamit pulang dulu,kata Hendro dengan mata hampir terpejam, saat ia menerima dokumen tersebut dari Erwin.

OK, sampai ketemu besok dikantor bapak, balas Erwin.

Dewi dan suaminya berdiri, kemudian melangkah menuju kepintu, tetapi baru sekitar enam langkah tubuh Hendro mulai limbung, untung Erwin yang berada disampingnya sempat meraih tubuh tersebut, kelihatannya Hendro sudah betul-betul tumbang akibat pengaruh alKohol dan pengaruh obat tidur yang dicampurkan oleh Erwin tadi, bukan hanya suaminya saja yang sudah terpengaruh, tapi Dewi sendiri yang berjalan dibelakang juga sudah dipengaruhi oleh obat perangsang yang dicampurkan oleh Erwin tadi, Dewi merasakan keganjilan ditubuhnya terutama di daerah sensitifnya seperti dipayudara dan divaginanya, ia merasakan gatal dan geli yang aneh dan ia menginginkan daerah-daerah tersebut disentuh, dibelai, dan diremas, sementara lubang kemaluannya menginginkan sodokan-sodokan batang kemaluan lelaki. Dewi berusaha untuk menutupi hal tersebut tetapi semakin ia lawan semakin kuat hasratnya.

Sambil berusaha untuk melawan hasrat tersebut, Dewi membantu Hendro untuk memegangi suaminya, yang ia lihat sudah tertidur, kemudian Dewi mendengar Erwin berkata untuk membaringkan sebentar suaminya ditempat tidur, tanpa membantah Dewi mengikuti gerakan Erwin yang memapah suaminya keruangan tidur, setelah merebahkan suaminya ditempat tidur Dewi meminta ijin kepada Erwin untuk menggunakan kamar mandinya, Erwinpun mempersilahkan Dewi untuk menggunakan kamar mandinya.

Dewi tidak melihat Erwin saat ia keluar dari kamar mandi, setelah melihat keadaan suaminya yang Nampak tertidur dengan lelapnya, Dewipun beranjak kearah ruang tamu dan ia melihat Erwin sedang berada di Bar sedang membuka botol Champagne yang satunya lagi dan ia melihat botol Champagne yang pertama sudah kosong, melihat kedatangan Dewi, Erwin menawarkan minuman lagi, yang dijawab dengan anggukan oleh Dewi, sambil berjalan kearah Bar.

Setelah menuangkan minuman kedalam gelas, Erwin berjalan kearah Dewi yang sudah berdiri di meja Bar, diserahkannya gelas yang berisi Champagne ke Dewi, kemudian Erwin mengadukan bibir gelasnya ke bibir gelas Dewi, merekapun meminum satu teguk minuman itu kemudian menaruh gelas mereka di meja Bar, mereka kemudian terlibat perbincangan ringan, saat itu Dewi baru menyadari posisi berdiri Erwin yang sangat dekat dengan dirinya, aroma tubuhnya yang harum tercium oleh Dewi dan menambah rangsangan aneh kepada dirinya.

Tiba-tiba dengan lembut Erwin membalikkan tubuh Dewi, wajah mereka begitu berdekatan, Dewi merasakan nafas yang keluar dari hidung Erwin menerpa wajahnya, dengan lembut Erwin mengangkat dagu Dewi lalu Erwin mengecup perlahan bibir Dewi, Dewi merasakan getaran aneh yang mengalir saat bibirnya tersentuh oleh bibir Erwin, matanya terpejam mulutnya sedikit terbuka, Erwin yang melihat ini tersenyum, kemudian ia mengecup kembali bibir Dewi dengan lembut, dilanjutkan dengan jepitan bibirnya kebibir bagian bawah Dewi, dihisapnya bibir bagian bawah Dewi sehingga membuat Dewi mendesah.

Ohhhh, Dewi mendesah.

Erwin melanjutkan aksinya dengan melumat seluruh bibir Dewi, lidahnya mulai menerobos masuk ke dalam rongga mulut Dewi, kemudian lidahnya menari didalam rongga mulut Dewi, Dewi membalas dengan menyentuhkan lidahnya kelidah Erwin, lidah mereka menari bersentuhan didalam rongga mulut Dewi.

Sambil tetap mencumbu mulut Dewi, tangan Erwin mulai beraksi, diraihnya ikatan tali gaun Dewi lalu ia tarik, dan ia lepaskan ikatannya, dengan perlahan tapi pasti gaun yang dikenakan oleh Dewi mulai meluncur perlahan kebawah kakinya, saat ini hanya CD hitam yang masih melekat ditubuh Dewi, kedua tangan Erwin perlahan-lahan mulai turun dari leher Dewi yang jenjang ke arah kedua bukit kembar Dewi, setelah kedua bukit kembar Dewi berada dalam genggamannya Erwin mulai meremas-remas kedua payudara Dewi, yang kadang-kadang ditingkahi oleh pilinan-pilinan lembut di kedua puting susunya.

Hhhmppssshhhoohh,desah Dewi merasakan nikmatnya sentuhan dan remasan tangan Erwin di kedua payudaranya, pikiran sehatnya sudah terpengaruh oleh rangsangan obat dan belaian jemari Erwin, ia tidak memperdulikan bahwa suaminya sedang tertidur diruangan sebelah dan mungkin saja bisa bangun kapan saja.

Aksi Erwin semakin menjadi, ia tahu bahwa Dewi sudah dalam pengaruh obat perangsang yang ia berikan tadi, dan ia juga tidak takut akan suaminya yang bisa bangun kapan saja, karena ia tahu bahwa suaminya tidak akan bangun sampai besok pagi, obat tidur yang ia berikan tadi cukup membuat orang akan tertidur sampai 20jam, jadi ia akan punya kesempatan untuk menikmati tubuh indah istri clientnya ini sampai puas.

Ciuman Erwin berpindah ke leher Dewi, membuat Dewi semakin menggeliat, lalu menurun kearah dada Dewi, dengan lembut putting susu sebelah kanan Dewi dikecup oleh Erwin, dilanjutkan dengan jilatan-jilatan diputing tersebut dan kadang-kadang dihisap-hisapnya susu Dewi, tangan kirinya masih aktif dengan remasan dan pilinan disusu dan puting sebelah kiri, sementara tangan kanannya mulai meluncur kearah selangkangan Dewi, dengan gerakan perlahan tapi pasti tangan kanan Erwin menyelusup kedalam CD Dewi, terasa oleh Erwin kemaluan Dewi sudah basah, jemari Erwin menggesek-gesek klitoris Dewi dengan lembut, kombinasi aksi yang dilakukan Dewi membuat Dewi semakin mendesah, rintihan nikmatnya meluncur tanpa henti dari mulut Dewi.

Oohh..enak..terus..kamu hebat oohh..melayang aku jadinyapuaskan aku..ohh..,rintih Dewi.

Tangan kiri Erwin menghentikan aksinya dan meluncur turun kearah CD Dewi, iapun menarik keluar tangan kanannya, lalu dengan kedua tangannya CD Dewi mulai dilepas perlahan-lahan, sementara ciumannya mulai merambat turun, saat bibirnya sampai diselangkangan Dewi, CD Dewipun sudah turun sampai ke kaki Dewi, dengan lembut diangkatnya sedikit kaki kiri Dewi sehingga CD Dewi terlepas dari kaki sebelah kirinya, lalu ia meletakkan kaki Dewi di pijakan kaki kursi bar, setelah itu ia meregangkan kaki kanannya, selangkangan Dewi sedikit terbuka dengan posisi ini, Erwinpun mulai mejilati kelentit Dewi dan kadang-kadang ditingkahi dengan hisapan-hisapan lembut, dua jari tangan kanannya ia masukkan kedalam rongga kemaluan Dewi dengan perlahan, Dewi melenguh akibat double action yang dilakukan oleh Erwin.

OhhWin, nikmat sekali, terus Win, hisap itilku, yach begitu, Oh..,lenguh Dewi, merasakan nikmat yang luarbiasa, tanpa Dewi sadari panggilan bapak yang dari makan malam tadi ia lontarkan sudah berganti menjadi panggilan nama.

Yach..terus..begitu..oh enak sekali, puaskan aku..Win, kembali Dewi melenguh saat Erwin mulai mengocok kemaluannya dengan kedua jari tangannya dan hisapan-hisapan di kelentitnya.

Gerakan tangan Erwin yang keluar masuk di kemaluan Dewi semakin menjadi, kadang-kadang ia putar-putar jari tangannya, kadang-kadang ia pijat-pijat dinding kemaluan Dewi oleh tangannya, sementara tangannya beraksi mulutnya tidak berhenti menjilati dan menghisap-hisap kelentit Dewi.

Oh..aku tidak tahan lagi, aku mau keluar, oohhhnikmaat..sekaliiaaaghhhaaku..keluar, Dewi mengerang saat ia mencapai puncak kenikmatannya.

Sssrrrrr.ssrrrr.sssrrrr.. tubuh Dewi mengejang, dan mengejut-ngejut saat vaginanya mengeluarkan cairan kenikmatannya, sementara tangannya meraih kepala Erwin dan menekan kepala Erwin kearah kemaluannya, pantatnya mengejut-ngejut seirama dengan kemaluannya yang menyemburkan lahar kenikmatannya, dinding vagina Dewi berkedut-kedut itu yang dirasakan oleh tangan Erwin, Erwinpun merasakan tangannya disiram oleh hangatnya cairan kenikmatan Dewi, dan cairan itu mulai mengalir keluar lewat tangan Erwin.

Erwin segera berdiri setelah badai nafsu Dewi mereda, dan kejutan-kejutan tubuh Dewi berhenti, tangan kirinya merengkuh tubuh Dewi, tangan kanannya memegangi dagu Dewi lalu diciumi dengan lembut bibir Dewi, kemudian tangan kanannya beranjak ke payudara Dewi, dengan lembut Erwin membelai-belai bulatan dan putting payudara Dewi, mendapat perlakuan tambahan ini Dewi merasakan sensasi yang berbeda daripada biasanya, sisa-sisa kenikmatan yang berhasil ia raih semakin indah ia rasakan akibat perlakuan Erwin ini.

Kecupan-kecupan lembut Erwin dibibirnya serta belaian tangan Erwin di payudara dan putingnya perlahan-lahan membuat gelora birahi Dewi yang telah mereda mulai bergejolak kembali, desahannya mulai terdengar kembali dari mulutnya, tangan kiri Dewi mulai bergerak kearah selangkangan Erwin, di elus-elusnya batang kemaluan Erwin dari balik celananya, batang kemaluan Erwin yang sudah tegang semakin menegang akibat elusan Dewi, dan membuat Erwin melenguh, tangan kanan Dewi mulai membuka kancing kemeja Erwin satu persatu dari atas sampai kebawah, setelah terlepas semua kancing kemejanya, Dewi mulai menciumi dada Erwin, puting susu Erwin tidak luput dari hisapan dan jilatannya, terdengar Erwin kembali melenguh akibat serangan Dewi.

Jilatan Dewi mulai menurun kebawah, sementara kedua tangannya beraksi membuka ikat pinggang dan celana Erwin, saat jilatannya sampai kebawah perut Erwin, celana Erwin termasuk CDnya sudah melorot ke kaki Erwin, Dewi takjub melihat pemandangan yang ada dihadapannya, ia melihat batang kemaluan Erwin lebih panjang dan besar dari semua lelaki yang sudah menyetubuhinya, di genggamnya batang kemaluan Erwin dengan kedua tangannya, Dewi kaget sendiri dengan panjangnya batang kemaluan Erwin karena masih ada sedikit yang tidak tergenggam oleh kedua tangannya, lalu Dewi mulai menjilati kepala kontol Erwin, lidahnya kadang-kadang bermain di lubang kencingnya, sementara kedua tangannya meremas-remas lembut bagian batangnya, akibatnya tubuh Erwin bergetar, lenguhannya kembali terdengar, kepalanya terdongak matanya terpejam menikmati jilatan-jilatan lidah Dewi serta remasan-remasan tangan Dewi di kontolnya.

OohhWi, terusenak..jilatanmu, lenguh Erwin.

Entot kontolku dengan mulutmu, WiOhhh, desah Erwin meminta Dewi untuk mengulum batang kemaluannya.

Dewipun melakukan apa yang diminta oleh Erwin, mulutnya mulai mengulum-ngulum kontol Erwin, mulutnya maju mundur dikontol Erwin, tangan kanannya tetap meremas-remas sebagian batang kemaluan Erwin sementara tangan kirinya mempermainkan biji pelernya, Erwin semakin melenguh mendapatkan perlakuan Dewi ini, kedua tangannya memegang kepala Dewi, dengan perlahan Erwin memaju mundurkan kepala Dewi mengimbangi gerakan maju mundur mulut Dewi di batang kemaluannya.

Oohh..aaargghhhenak betul selomotan mulutmu, Wi, Erwin mendesah.

Terus, Witeruskulum kontolkuOohhh, Erwin kembali mendesah.

Kepala Erwin terdongak, mulutnya setengah terbuka dan matanya terpejam menikmati permainan mulut Dewi serta kedua tangannya di batang kemaluan dan biji pelernya, tubuhnya semakin bergetar, Dewi sendiri semakin mempercepat gerakan maju mundur mulutnya, tapi Erwin tidak mau hanya puas dengan mulut Dewi saja, iapun menahan gerakan kepala Dewi, dan menarik tubuh Dewi yang sedang berjongkok untuk berdiri, diajaknya Dewi pindah kesofa.

Erwin duduk disofa dengan posisi setengah tiduran, Dewi tahu apa yang diinginkan oleh Erwin, kemudian Dewipun mengangkang diatas tubuh Erwin, tangannya segera meraih batang kemaluan Erwin, diarahkannya batang kemaluan Erwin ke lubang senggamanya, kemudian kepala kontolnya digesek-gesekkan dengan kelentitnya, setelah itu Dewi menyelipkan kontol Erwin kelubang vaginanya, sssllleeeppp.kepala kontol Erwin terselip dalam lubang vagina Dewi, kemudian dengan perlahan Dewi mulai menurunkan pantatnya, batang kemaluan Erwin yang besar mulai menerobos perlahan lubang vagina Dewi, blleesssssDewi merasakan kontol Erwin yang besar membuat sesak lubang vaginanya, dan ia merasakan sedikit perih pada lubang vaginanya akibat besarnya kontol Erwin, sementara itu Erwin sendiri merasakan vagina Dewi sangat sempit dan menjepit dengan erat kontolnya, Dewi mendiamkan sebentar gerakkannya.

Gila, kontolnya betul-betul besar, bisa robek memekku, batin Dewi.

Dewi kembali mencoba menurunkan kembali pantatnya perlahan-lahan, sambil mulutnya mencium mulut Erwin yang setengah terbuka karena merasakan jepitan vagina Dewi yang sangat ketat di kepala kontolnya, lidah Dewi menerobos masuk menari mencari lidah Erwin, kedua tangan Erwinpun mulai beraksi payudara Dewi diremas-remasnya dan kedua puting susunya dipilin-pilin dengan lembut, bbleesssss.kontol Erwin mulai menerobos kembali lubang vagina Dewi seiring dengan turunnya pantat Dewi.

Oohhhkontolmu besar sekali, memekku robek dibuatnyaaaagghhh, Dewi mengerang saat kontol Erwin kembali menyeruak masuk kedalam lubang vaginanya.

Wi, memekmu sempit sekalienak betultekan lagi, Wi, Erwin mendesah merasakan nikmatnya jepitan vagina Dewi di batang kemaluannya, tangannya beralih ke bongkahan pantat Dewi dan meremas-remasnya.

Danbleeessss.Erwin dengan gerakan tiba-tiba menekan pantat Dewi kebawah, sehingga batang kemaluannya terbenam seluruhnya dalam lubang vagina Dewi,

Ooouughhhhh., Dewi melenguh panjang, kepalanya mendongak dan mulutnya agak terbuka sementara matanya terpejam, merasakan sakit dan nikmat atas terjangan kontol Erwin yang mendadak itu.

Dewi terdiam sesaat merasakan vaginanya yang sedikit perih, dibalik perih yang ia rasakan ada kenikmatan yang ia rasakan juga, ia merasakan denyutan kontol Erwin di dinding lubang vaginanya.

Win, punyamu besar sekali, memekku perih gara-gara barangmu ini, tapi enak kurasakan, desah Dewi.

Lubangmu juga enak, sempit sekali, sungguh beruntung aku dapat merasakan jepitan ketat lubang vaginamu, balas Erwin.

Jangan diam aja dong, Wi, sekarang goyangkan pantatmu, biar lebih enak, lanjut Erwin.

Dewi mulai menggerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan-lahan, sssrrtttt..bleesss ssssrrttttbleesssrasa perih yang dirasakan oleh Dewi mulai menghilang berganti dengan rasa kenikmatan yang luar biasa akibat gesekan-gesekan batang kemaluan Erwin di dinding lubang vaginanya, rintihan dan lenguhannya mulai terdengar, gerakan maju mundurnya bertambah cepat, cairan pelicinnya mulai mengalir keluar dari lubang vaginanya, menambah mudah pergeseran batang kemaluan Erwin di lubang vaginanya yang sempit itu.

Tangan Erwin kembali beralih meremas-remas dan memilin-milin payudara dan puting susu Dewi, akibat permainan tangan Erwin gelora birahi Dewi semakin menggila, lenguhan dan rintihan kenikmatannya semakin sering terdengar, Dewi tidak perduli lagi suara erangan ia terdengar oleh suaminya yang tertidur diruangan sebelah, yang ada dalam pikirannya sekarang ini adalah memuaskan dahaga sexnya.

Ooohhhenak sekali kontolmu, Win, besar dan panjang, Oohhhaku ingin terus dientot kamu.., rintih Dewi.

Puaskan aku, Win, Oohhhremas tetekku, yah begitu, Oohh..hisap putingnya Win, Oohhnikmatnyaterus Win, hisap terus, jangan berhenti, rintihan Dewi terdengar lagi.

Hhhmmmsllrrppmemekmu juga enak, Wi, slllrrppp.hhmmm, terus goyang Wi, puaskan dirimu, ssllrppp, desah Erwin yang sibuk menghisap kedua puting susu Dewi silih berganti sementara kedua tangannya tetap aktif dengan meremas-remas kedua bukit kembar Dewi itu.

Mata Dewi terpejam, kepalanya mendongak dan bergerak kekanan dan kekiri, mulutnya setengah terbuka dan mengeluarkan rintihan serta lenguhan menikmati persetubuhannya kali ini, Dewi merasakan lubang vaginanya pehun sesak dengan jejalan batang kemaluan Erwin ini, sehingga gesekan-gesekan batang kemaluan Erwin terasa betul oleh dinding vaginanya, saat batang kemaluan Erwin keluar masuk di lubang vaginanya, ia juga merasakan kelentitnya tergesek-gesek oleh batang kontol Erwin.

oohhhWin, eenak sekali kontolmu ini, itilku juga tergesek-gesek oleh kontolmu, ooh..sshhh aaahhhh, rintih Dewi.

Aku pengen terus dientot kamu, Oohhh, kembali Dewi merintih.

Win, aku mau keluar, aku sudah tidak tahan lagi, ooohhh..kontolmu hisapanmu,Dewi mengerang.
Gerakan maju mundur Dewi semakin cepat tapi tidak beraturan, tubuhnya mulai mengejang dan mengejut-ngejut, Erwin yang mengetahui Dewi hampir orgasme lagi, segera menambah ritme remasan tangannya di kedua payudara Dewi, dan mulutnya menambah daya hisapannya menjadi lebih lama dan berulang-ulang, persis seperti anak bayi yang sedang menyusu pada ibunya. Aksi Erwin menambah geli dan nikmat bagi Dewi yang sedang diambang orgasme.

Ooh..Win, geli sekalinikmatenakaku tidak tahan lagi, Wiiinnnaku keluarOoohhh, Dewi melenguh panjang saat puncak kenikmatannya berhasil ia rengkuh untuk yang kedua kalinya,.

Dewipun menekan pantatnya kuat-kuat,

Sssrrrrr.sssrrrrsssrrrrsssrrrrr vaginanya menyemburkan lahar kenikmatannya, membasahi kontol Erwin,

Tubuh Dewi terlihat bergetar dengan hebat, pantatnya mengejut-ngejut, tubuhnya ambruk diatas tubuh Erwin, vaginanya berkedut-kedut, di mulutnya tersungging senyum kepuasan.

Erwin kemudian menambah sensasi nikmat Dewi dengan mengecup lembut bibir Dewi berkali-kali, tangannya meremas-remas lembut pantat Dewi dan membelai-belai punggung Dewi.

Oohh..Win, kamu hebat, kamu belum keluar juga, desah Dewi.

Hhmmmyang penting kamu puaskan, kita bisa lanjutkan lagi, klo kamu sudah siap, balas Erwin.

Oohhaku ingin dientot kamu sampai pagi, Win. Klo bisa sich seterusnya, bisik Dewi genit, sambil menjilat kuping Erwin.

Kita bisa lakukan lagi kapanpun kamu mau, yang penting sekarang kita puaskan acara ngentot kita ini, Sahut Erwin, sambil perlahan-lahan ia mulai menggerakkan pantatnya naik turun, dan menjilati telinga dan leher Dewi.
Oohh..Win, geli, ssshhhaaahhh, Dewi mendesah kegelian.

Saat Erwin mulai menggerakkan pantatnya naik turun itu, ia tahu bahwa Dewi belum tuntas mengeluarkan lahar kenikmatannya, karena kontolnya yang terbenam dalam lubang vagina Dewi masih merasakan dinding vagina Dewi berkedut-kedut, nampaknya Erwin tahu bagaimana membuat perempuan mencapai multi orgasme, makanya ia mulai menggerakkan kontolnya keluar masuk dilubang vagina Dewi, iapun mulai menaikkan ritme gerakannya, semakin lama semakin cepat, kontolnya terlihat keluar masuk dengan cepat dilubang vagina Dewi, Dewi merasakan sensasi nikmat yang luar biasa, gelora birahinya yang mulai mereda mendadak bangkit kembali, aksi Erwin memberikan rangsangan yang luar biasa pada tubuhnya, birahinya kembali meledak-ledak, mulutnya memagut bibir Erwin dengan penuh nafsu, lidahnya menerobos rongga mulut Erwin mencari-cari lidah Erwin, nafasnya memburu.

Erwin semakin mempercepat kocokan kontolnya di lubang senggama Dewi, gerakan keluar masuk kontolnya sekarang lebih leluasa karena lubang vagina Dewi sudah basah oleh cairan kenikmatan Dewi, bunyi kecipak kontol Erwin saat memasuki rongga senggama Dewi yang terdengar oleh mereka, semakin menambah sensasi kenikmatan mereka.

Hhhmmppooohh..hhmmppohhh..terus Win, entot aku tekan yang dalam kontolmu itu, yah.. yang kuat..oohhlagilebih cepatoohhaaakkuooohhWin, enak sekali, Dewi mengerang keenakan digenjot oleh Erwin.

terus..Win, jangan berhenti, yah teruss..entot akuooohh,Dewi mengerang lagi.

Enaksayang…kontolku enakhhmm..memekmu juga enak, erang Erwin.

Erwin semakin mempercepat genjotannya, kontolnya seperti piston mesin yang sedang bekerja, keluar masuk lubang senggama Dewi dengan cepat, Dewi semakin kesetanan mendapat perlakuan Erwin ini, vaginanya kembali berkedut-kedut dengan cepat, tubuhnya mulai bergetar hebat, Erwin yang tahu Dewi akan mencapai kembali puncak kenikmatannya, menambah cepat lagi gerakannya, dan dengan sekali hentakan yang kuat Erwin membenamkan kontolnya dalam-dalam dilubang vagina Dewi, sehingga ujung kepala kontolnya sampai menyentuh dinding rahim Dewi, Dewi berkelojotan mendapatkan serangan seperti ini, sensasi nikmat yang ia rasakan saat ini belum pernah ia alami sebelumnya.

OoohhWiin. Aku keluar lagigila kamu3x aku dibuat orgasme, enak sekali Win, nikmat sekali, erang Dewi.

Ssrrrr.sssrrrrsssrrrrsssrrr vagina Dewi berkedut mengeluarkan lahar kenikmatannya, tubuhnya bergetar hebat lebih hebat dari sebelumnya, kalau boleh dibilang Dewi terlihat berkelojotan saat meraih puncak kenikmatannya saat ini, Dewi merasakan kakinya lemas, kenikmatan yang ia rasakan ini tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata.

Enak sayang, tanya Erwin.

gila Win, belum pernah aku merasakan keenakan seperti ini,jawab Dewi dengan nafas masih memburu, dan vaginanya masih berkedut-kedut mengeluarkan lahar kenikmatannya.

Mau lagi, Erwin bertanya lagi.

Hah, bisa mati lemas aku,Dewi menjerit kaget.

Ha..ha..ha, Erwin tertawa melihat mimik muka Dewi.

Kemudian dengan lembut Erwin menciumi Dewi, Dewipun membalas ciuman Erwin, ciuman lembut mereka lama-lama berubah menjadi pagutan-pagutan penuh nafsu, Lidah mereka menari bersama saling menyentuh, kadang-kadang didalam rongga mulut Erwin kadang-kadang didalam rongga mulut Dewi, air liur mereka sudah menjadi satu, birahi Dewi kembali menggelora, pantatnya mulai ia gerakkan kembali, erangan mereka berdua kembali terdengar, terlihat Dewi begitu bernafsu sekali, sepertinya ia betul-betul ingin menikmati malam ini dengan dientot tanpa henti oleh Erwin.

HhhmmmWin, puaskan aku lagi, entot aku lagi dengan kontol besarmu itu, Ooohbawa aku kepuncak kenikmatan lagi, Win,Dewi mengerang.

Hmmmmpasti sayang, akan kubuat kamu puas lagi, akan kubawa kamu untuk merengkuh puncak kenikmatan lagi,Erwin berbisik di telinga Dewi.

Dewi terperanjat saat Erwin bangkit berdiri, tangannya segera memeluk leher Erwin, posisi mereka saat bercumbu dan saat Dewi menggoyangkan pantatnya itu memang dalam posisi duduk dan berpelukan, sementara pantat Erwin sedang berada dipinggiran sofa, dan Dewi sendiri posisinya sedang duduk diatas pangkuan Erwin, sementara kontol Erwin memang masih terbenam dalam lubang kemaluan Dewi, satu persatu Erwin menyelipkan tangannya kebawah paha Dewi, dan telapak tangannya memegang bongkahan pantat Dewi, lalu Erwin mulai menaik turunkan pantat Dewi, kedua payudara Dewi terlihat naik turun seirama dengan gerakan naik turun tubuhnya, Dewi merasakan ujung kepala kontol Erwin menyentuh dinding rahimnya saat pantatnya turun, kembali Dewi merasakan sensasi nikmat yang berbeda dari yang sudah-sudah.

oohhWin, enak sekali, lebih nikmat dari yang tadi, terus Win, Ooh..puaskan aku..Win,Dewi mengerang keenakan.

Dewi pun membantu Erwin dengan berpegangan kuat dileher Erwin, ia menaik-turunkan pantatnya seirama dengan gerakan tangan Erwin, tak lama berselang Erwin menghentikan aksinya, ia berjalan kearah Bar, saat berjalan itu kontol Erwin bergerak dengan sendirinya keluar masuk memek Dewi, batin Dewi bertanya dalam hatinya posisi apa lagi yang akan dilakukan Erwin, sesampainya di Bar, Erwin mendudukkan Dewi di kursi tinggi yang ada di bar itu, Erwin menaruh pantat Dewi dipinggiran kursi itu dan nampaknya tinggi kursi itu betul-betul pas dengan posisi berdiri Erwin, sehingga Erwin tidak memerlukan tambahan apapun untuk menggenjot Dewi sambil berdiri, tangan Erwin kemudian berpegangan di bagian bawah sandaran kursi tersebut, paha Dewi sekarang berada diatas tangan Erwin, Dewi melihat memeknya tersumpal penuh oleh kontol Erwin, dan ia melihat kelentitnya semakin merah warnanya akibat gesekan-gesekan kontol, Erwin, Erwin mulai menggenjot kontolnya keluar masuk dilubang memek Dewi, dengan posisi ini memek Dewi nampak mumbul saat Erwin mendorong masuk kontolnya, kemudian kelentitnya tampak mencuat saat Erwin menarik kontolnya, bleesssssrttttbleesssssrrtttt.dengan mantap Erwin mulai menggenjot memek Dewi, semakin lama gerakan Erwin semakin cepat, Dewi dibuat merem-melek oleh gerakan Erwin ini, rintihan dan erangannya kembali terdengar, tubuhnya selalu melenting saat Erwin mendorong dalam-dalam kontolnya dilubang vaginanya karena dinding rahimnya selalu tersentuh oleh ujung kepala kontol Erwin.

UughhhWin, Erwinoh nikmat betul, entot aku, sayang, oohhaahh..sshhhaahhhtekan yang kuat, yach..oohh..yang dalam Win, oooh..terus sayangterus..yang lebih kuat..lebih dalam..Oohh.yachuuugghhaahhenak Win, enak Ohh..Erwin..nikmat betul kontolmu., Dewi merintih-rintih keenakan.

Puaskan..aku Win, oohhyaahh..terus pompa terus kontolmu Win, Ohh Erwin tekan yang dalam sayangyang kuatyah ..lagi yang kuatyang dalam..oohhhkontolmu..enak..sekalioohh terus sayang entot akuWin, Erwinoohh..nikmatnya enjotanmu.., Dewi merintih-rintih menikmati genjotan-genjotan batang kemaluan Erwin di vaginanya, ia tidak memperdulikan lagi kalau suaranya dapat membangunkan suaminya, yang ia pedulikan adalah menikmati sensasi nikmat dari persetubuhan mereka.

Keringat mulai mengalir dari kedua tubuh mereka, saat tubuh mereka beradu menimbulkan suara yang menambah sensasi persetubuhan mereka, lenguhan mereka terus menerus terdengar, rintihan-rintihan kenikmatan mereka bersahutan tiada henti, Erwin semakin menggila menggenjot kontolnya keluar masuk dilubang vagina Dewi, sentakan-sentakan kuat saat menekan masuk kontolnya kedalam lubang vagina Dewi, membuat tubuh Dewi terhenyak dan melenting, kepala Dewi mendongak saat merasakan desakan kontol Erwin yang kuat dan dalam sehingga menyentuh dinding rahimnya, matanya merem-melek menikmati sodokan-sodokan batang kemaluan Erwin, vagina Dewi yang semakin basah menimbulkan suara kecipak saat batang kemaluan menyeruak masuk.

Win, Ooohh Erwin, tekan yang dalamterus jangan berhenti, genjot terus kontolmu sayang, yachoohhtekan yang kuat, aahhh, terusterus.yang dalamyang kuat..terusaaacchh.. aku..tidak kuat lagi, Win, Oohhkamu hebat..oohh..aaku kelluaar..Win, Oh, Dewi mengerang menikmati persetubuhan ini, tubuhnya kembali mengejang dan melenting menyambut puncak kenikmatan yang akan ia raih kembali.

Iyach, sayang..aku juga mau keluar..oohh..memekmu betul-betul enakuughhh, Erwin juga mengerang, gerakan tubuhnya semakin cepat dan tidak beraturan, sodokan-sodokan batang kemaluannya semakin dalam dan semakin kuat, ia ingin meraih puncak kenikmatannya bersamaan dengan Dewi.

Dengan sekali hentakan kuat Erwin menekan kontolnya dalam-dalam, Bleessss..ccccrreett. sssrrrr.ccreeeettssrrrr.creeettsssrrr..

Ooohhh.aaaku..keluarraaahhhhhhmmmmsslrrppp, Dewi dan Erwin mengerang bersamaan menyambut puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka, mulut mereka berpagutan penuh nafsu, tubuh mereka mengejang bersamaan.

Kedua kemaluan mereka secara bersamaan menyemburkan lahar kenikmatan, Erwin dan Dewi merasakan siraman hangat dikemaluan mereka, pantat Erwin terlihat mengejut-ngejut seirama dengan kedutan-kedutan batang kemaluannya yang menyemburkan lahar kenikmatannya, tubuh bagian bawah Dewi juga terlihat mengejut-ngejut seirama dengan kedutan-kedutan dinding vaginanya yang sedang menyiramkan lahar kenikmatannya.

Nafas mereka berdua terdengar memburu, mulutnya mereka masih berpagutan dengan penuh nafsu, tubuh mereka telah basah oleh keringat mereka yang telah bercampur menjadi satu, mata mereka terpejam merasakan sisa-sisa kenikmatan yang barusan saja mereka rengkuh, batang kemaluan Erwin masih tertanam di dalam lubang vagina Dewi, perlahan-lahan batang kemaluan Erwin mulai lemas dan mengecil, Dewi yang tadinya merasakan lubang vaginanya begitu sesak oleh jejalan batang kemaluan Erwin mulai merasakan kekosongan akibat mengecilnya batang kemaluan Erwin.

Selang beberapa saat, pagutan penuh nafsu mereka berganti menjadi kecupan-kecupan ringan, senyum paus tersungging di mulut mereka berdua.

Kamu hebat, Win. Aku betul-betul puas, tapi aku ingin lagi, Dewi berkata manja dan genit.

Mau lagi? Sekarang? Sampai Pagi? Aku juga masih ingin menikmati lubang senggamamu, kata Erwin.

Setelah nafas mereka mereda, akhirnya mereka berdua beranjak ke sofa untuk istirahat, sambil istirahat mereka bercengkrama, dan merencanakan apa yang akan diceritakan kepada suami Dewi nanti saat terbangun dari tidurnya, akhirnya mereka sepakat akan menceritakan bahwa Erwin meninggalkan Dewi dan suaminya di kamar setelah suami Dewi itu tertidur dan Erwin mengambil lagi sebuah kamar untuk beristirahat.

Kesepakatan telah mereka ambil, istirahat telah mereka lakukan, perlahan nafsu birahi mereka kembali bergelora, keduanya kembali bercumbu, keduanya kembali mendayung biduk persetubuhan mereka, berbagai posisi mereka lakukan mulai dari doggie style, sendok-garpu, woman on top, mereka rengkuh kembali kenikmatan-kenikmatan persetubuhan mereka ini sampai pagi hari, mereka berhenti melakukan persetubuhan-persetubuhan itu saat waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Erwin keluar ruangan dan Dewi sendiri membersihkan diri untuk dan berbenah diri agar tidak terlihat seperti habis melakukan persetubuhan, setelah selesai ia membaringkan tubuhnya disamping suaminya.

TAMAT


Semenjak kejadian malam itu, Dewi yang tadinya seorang istri yang menerima keadaan dan tidak pernah mengetahui bahwa bersetubuh itu sangat nikmat berubah menjadi Dewi yang ingin dipuaskan setiap kali bersetubuh, tetapi suaminya tidak pernah dapat memuaskan Dewi seperti biasanya, suaminya selalu keluar duluan pada saat Dewi baru mulai terangsang, setelah itu suaminya langsung tertidur tanpa memperdulikan lagi keadaan istrinya. Hal ini membuat Dewi ingin selalu mencari lagi laki-laki seperti Andi yang dapat memuaskan hasrat birahinya.

Seperti malam itu setelah melakukan hubungan suami istri, suaminya langsung terlelap, sementara Dewi merasa tersiksa karena birahinya tidak terlampiaskan, memeknya terasa gatal ingin merasakan sodokan-sodokan kontol.

Dengan penuh kesal Dewi beranjak dari tempat tidurnya lalu ia menuju kedapur untuk mengambil segelas air, sambil memegang gelas air minum Dewi beralih menuju keteras depan, kemudian Dewi duduk disofa yang ada diteras.

Saat Dewi sedang duduk merenung didalam kegelapan malam, Dewi melihat sesosok tubuh dari kejauhan sedang berjalan mendekati rumahnya, setelah dekat Dewi mengetahui sesosok tubuh itu adalah seorang Satpam diperumahan dimana ia tinggal, nampaknya Satpam ini sedang menjalankan tugasnya berkeliling komplek yang bersistem cluster ini.

Melihat sosok tubuh Satpam itu yang kekar Dewi tertarik dan birahinya yang belum terlampiaskan berkobar kembali. Tanpa banyak pikir Dewi melambaikan tangannya kearah satpam itu, si satpam yang mengetahui dirinya dipanggil segera menghampiri Dewi.

Selamat malam, bu dengan sopan satpam itu menyapa.

Dewi memperhatikan nama Satpam itu diseragamnya lalu membalas sapaannya, malem pak Sugito,

Sementara itu mata Sugito tak berkedip menatap tubuh Dewi yang terbalut daster tipis dan disinari oleh lampu teras sehingga membuat tubuh Dewi yang sexy terbayang dengan jelas, membuat birahi Sugito bergolak, perlahan-lahan pentungan diselangkangannya menegang, membuat celana satpamnya menggelembung, semua ini tidak terlepas dari mata Dewi yang memang dari tadi sudah mulai mencuri-curi pandang kearah selangkangan Sugito.

Adaaaaapaaa..bu, tanya Sugito dengan sedikit terbata-bata karena menahan nafsu birahinya yang menggelegak.

Dimatanya terlihat kedua bukit kembar Dewi yang menonjol dan kedua putingnya yang berwarna merah muda tercetak dengan jelas dibalik dasternya, sementara pandangan matanya melihat diselangkangan Dewi bayangan hitam dari balik dasternya, dalam harinya membatin nyonya ini tidak pakai apa-apa lagi dibalik dasternya, Sugitopun menelan air liurnya, ingin rasanya ia menerkam tubuh Dewi ini dan menggenjotnya, tapi pikiran jernihnya masih berjalan karena statusnya yang sebagai satpam dikomplek perumahan ini, bisa-bisa kehilangan pekerjaannya kalau ia melakukan pikirannya itu.

Bapak, bisa tolongin saya? tanya Dewi.

Apaa..yang bisa saya bantu bu? Sugito berbalik tanya, suaranya bergetar menandakan Sugito sedang dipenuhi oleh nafsu birahinya.

Sini, pak. Ikutin saya, yach, kata Dewi tersenyum.

Dewipun melangkah menuju kedalam rumahnya diikuti oleh Sugito yang masih bingung dan semakin bernafsu, Sugito melihat bongkahan pantat Dewi yang tercetak karena tanpa Dewi sadari dasternya terjepit oleh belahan pantatnya saat ia duduk tadi, Sugito merasakan kontolnya tambah mengeras.

Setelah menutup pintu depan dan menguncinya, Dewi melangkah menuju kekamar tidur tamu yang tidak terlalu berjauhan dengan ruang tamu, Sugito masih mengikutinya dengan penuh tanda tanya, hatinya membatin apa yang dibutuhkan oleh nyonya muda ini dari dirinya, sesampainya didalam kamar tidur, Dewi langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.

Saya, butuh bantuan bapak untuk muasin saya, Dewi berkata sambil tangannya mulai meraih kemeja seragam satpam Sugito, dan mulai membukai kancingnya satu persatu dengan sangat cekatan.

Setelah kemeja Sugito terlepas, tangan Dewi beralih kecelana Sugito, celana Sugito dengan cepat telah terbuka, lalu Dewi menurunkan celana seragam itu kebawah, tapi Dewi agak kesulitan menanggalkan celana itu karena terhalang oleh sepatu Satpam Sugito.

Pak, lepaskan sepatunya dong, kata Dewi.

Sugito yang masih belum lepas kagetnya karena mendengan perkataan Dewi tadi dan perbuatan Dewi yang melucuti pakaiaannya, mengikuti perintah Dewi dengan melepaskan sepatunya, sekarang Sugito hanya mengenakan celana dalamnya saja, tonjolan dibalik celana dalamnya membuat Dewi semakin bernafsu, dengan bernafsu ditariknya kebawah celana dalam Sugito sehingga kontol Sugito terangguk-angguk dengan gagahnya, Dewi terbelalak melihat kontol Sugito yang lebih panjang dan besar dari punya Andi, apalagi kalau dibandingkan dengan punya suaminya, sambil menurunkan celana dalam Sugito Dewipun berjongkok didepan Sugito dan kontol Sugito yang berdiri dengan tegak itu mulai dijilatinya, dari mulai ujung kepalanya sampai kepelernya, sambil kadang-kadang ditingkahi dengan kuluman-kuluman dan hisapan hisapan lembut, membuat Sugito yang masih seperti bermimpi ini mendesah-desah keenakan, batin Sugito masih belum mempercayai apa yang terjadi ini, tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikirannya bahwa kontolnya akan dijilati dan dikulum-kulum oleh wanita secantik dan sesexy Dewi apalagi wanita ini termasuk dari golongan yang terhormat, yang secara tidak langsung adalah yang membayar gajinya.

Oughhaaaahhhh.sshhhhhaaaghhhhbuuu.uueennaaak kktennaaanoougghh Sugito mengerang keenakan, menikmati kontolnya yang sedang dikaraoke oleh Dewi.

hhhmmmssshhssssssllrrpppssssllrppphhhhmmm..ko ntolmu besar sekali, Dewi bergumam sambil tetap asyik mengulum dan menjilati pentungan Sugito, tangan kirinya asyik memegangi pentungan Sugito, sementara tangan kanannya asyik mengelus-elus memek dan kelentitnya.

Sugitopun akhirnya tidak mau diam saja, kedua tangannya mulai meremas-remas kedua bukit kembar Dewi yang masih tertutup daster, remasan-remasan kasarnya mulai membuat Dewi menggelinjang kegelian, Dewipun merasakan lubang vaginanya semakin basah, Dewipun menghentikan aksinya, kemudian ia berdiri lalu mulai melepaskan dasternya sehingga sekarang Dewi telanjang bulat didepan Sugito, mata Sugito terbelalak melihat keindahan tubuh Dewi, betul-betul ia seperti bermimpi, tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa dia akan melihat tubuh Dewi telanjang apalagi akan menikmatinya seperti saat sekarang ini.

Setelah melepaskan dasternya Dewi merebahkan tubuhnya diranjang, kemudian Dewipun mulai mengangkangkan kedua belah kakiknya, sehingga lubang kenikmatannya yang berwarna merah terpampang dihadapan Sugito.

Ayo pak, beri aku kepuasan, Dewi berkata sambil tangannya mengelus-elus kelentit dan lubang vaginanya.

Mendengar permintaan Dewi itu, Sugito tersenyum lalu menghampiri Dewi yang sudah terlentang menantikan sodokan pentungan satpamnya. Diusap-usapkannya kepala kontolnya dibelahan vagina dan dikelentit Dewi, membuat Dewi menggelinjang kegelian, hasrat birahinya semakin bertambah bergelora, nafasnya semakin memburu.

Oughhh.paaakk.jaaanggaannn.dielussss-elusss..sssshh..aagchhhhmmaasuukkiin. kememekkupaakkkooughhhaakuuutidak taahan lagiceepaatpaakkakuu..ingin merasakan kontolmuuuyang besaaarr itu™ Dewi mengerang menyuruh Sugito untuk cepat memasukkan kontolnya kedalam memeknya.

Dengan perlahan-lahan Sugito mulai menyelipkan kepala kontolnya dibelahan memek Dewi, setelah itu dengan perlahan-lahan Sugito mulai menekan kontolnya, kontol Sugito mulai melesak kedalam lubang senggama Dewi perlahan-lahan, Dewi mengejang merasakan kontol Sugito yang besar melesak kedalam lubang vaginanya, ia merasakan agak sedikit sakit karena besarnya kontol Sugito dan karena untuk pertama kalinya juga vaginanya diterobos oleh kontol besar.

kontol Sugito perlahan-lahan mulai terbenam didalam lubang senggama Dewi, setelah lebih dari setengah dari panjang batang kontolnya terbenam didalam memek Dewi, Sugito mulai mengangkat kedua belah kaki Dewi, kemudian kedua kaki Dewi ditekan kearah tubuh Dewi sendiri, sehingga lutut Dewi hampir menyentuh dada Dewi sendiri, dengan posisi seperti itu Sugito lalu menghentakkan kontolnya sekaligus, sehingga seluruh batang kontolnya terbenam dalam memek Dewi, sentakan Sugito membuat Dewi terhenyak dan menahan nafas, Dewi merasa memeknya seperti robek, tak lama berselang Sugito mulai memaju-mundurkan kontolnya dengan perlahan karena tadi saat ia menghentakkan kontolnya ia melihat Dewi meringis menahan sakit.

Lama-lama rasa sakit dilubang memeknya mulai hilang terganti dengan rasa nikmat yang sangat melebihi kenikmatan yang ia rasakan bersama Andi, nampaknya Sugito sangat berpengalaman dalam urusan ngentot dan memuaskan wanita. Desahan, erangan dan lenguhan kenikmatan semakin sering keluar dari mulut Dewi dan Sugito, keduanya betul-betul merasakan kenikmatan duniawi yang belum pernah dialami oleh mereka selama ini, Dewi memang belum pernah merasakan sensasi bersetubuh seperti sekarang ini, Dewi merasakan lubang senggamanya penuh sesak oleh jejalan kontol Sugito, seluruh area sensitif didalam lubang senggamanya tersentuh oleh gesekan-gesekan kontol Sugito, sementara Sugito sendiri belum pernah merasakan tubuh mulus dan putih dan lubang vagina yang sempit seperti yang dimiliki oleh Dewi, apalagi keharuman tubuh Dewi yang menambah hasrat birahinya.

Ouughh..paakk..kontolmuuubesaaarrsekaaliii..pen uh memekkuuu..dibuatnyaa Dewi mengerang-erang kenikmatan menikmati sodokon-sodokan kontol Sugito.

Buuuaaaghhhmemeekkibuuujuuugaaseemppitsekaa lliiierang Sugito keenakan menikmati jepitan memek Dewi dibatang kontolnya.

teruussspaakk.puaasskkaan..aakhhuusshhh..aaach h.eenaakkkooughhhDewi mendesah-desah, sementara tubuhnya mengejang-ejang menikmati sodokan-sodokan Sugito.

Kadang-kadang Dewi mengangkat pinggulnya menyambut kedatangan kontol Sugito, mengakibatkan kontol Sugito terbenam lebih dalam, dan menyentuh dinding rahimnya. Gelinjangan tubuh Dewi menikmati persetubuhan ini semakin menjadi-jadi saat Sugito mulai menciumi leher Dewi yang jenjang dan jilatan-jilatan dikedua belah telinga Dewi, membuat sensasi persetubuhan ini semakin menjadi-jadi. Kedua bibir mereka pun kadang-kadang berpagutan dengan penuh nafsu, kedua lidah mereka saling bertautan.

Tiba-tiba tubuh Dewi mengejang sementara tangannya meremas-remas rambut Sugito, kedua kakinya mengait pinggul Sugito, pinggulnya terangkat menyambut sodokan Sugito, merasakan ini Sugito pun semakin mempercepat sodokan-sodokannya,.

Ouuggg..paakkk.eenaakksekaaalii.ooughhhaakhhu ummauuu..keluuaaar..aaachhh.. Dewi mengerang, tubuhnya mengejang menyambut puncak birahinya yang akan tercapai.

Agghhhbuuuakhuuujughaaa,.mmaauukellluar.oou ghhh.Sugitopun mengerang bersamaan dengan erangan Dewi.

Creeetttt.sssrrrrr…creeeetssssrrrrcccreeett t..ssrrr

Dewi dan Sugito berbarengan menggapai puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka ini, kedua kemaluan merekapun berbalasan memuntahkan lahar kenikmatannya, mereka berdua merasakan kedutan-kedutan kemaluan pasangan masing-masing dan semburan-semburan hangat dari lahar kenikmatan mereka.

Setelah tetes terakhir dari lahar kenikmatan mereka keluar, Sugito perlahan-lahan mulai menarik kontolnnya yang sudah mulai mengecil, dari lubang senggama Dewi nampak mengalir cairan putih bercampur dengan lendir bening, menetes kekain sprei.

Terimakasih pak, bapak telah memberikan saya kepuasan, Dewi berkata kepada Sugito masih dengan nafas yang memburu.

Sama-sama, Bu..kalau nanti ibu butuh bantuan saya lagi, ibu bisa panggil saya lagi, jawab Sugito sambil menawarkan bantuannya lagi.

Dibalas dengan senyuman oleh Dewi, kemudian kedua insan ini kembali mengenakan pakaian mereka kembali, setelah selesai Dewi mengantar Sugito kepintu dan memberikan kecupan dipipi Sugito sambil mengucapkan terimakasih lagi, setelah itu Dewi mengunci pintu dan menuju kekamar tidurnya.

TAMAT


Jam menunjukkan pukul 18.30, Dewi yang tadi siang sudah terpenuhi hasrat birahinya sedang asyik menonton TV dan sedang menunggu kedatangan suaminya, hatinya membathin kalau tahu suaminya pulang lambat seperti ini, kupuaskan dulu memekku dengan kontolnya si Pono.

Yono supirnya sudah ia suruh pulang dari tadi sore, sementara para pembantunya setelah menyiapkan makan malam, merekapun kembali keruangan mereka untuk beristirahat, tak lama kemudian Hendropun pulang, tapi ia tidak pulang sendiri, ia ditemani oleh seorang temannya.

Teman yang dibawa oleh Hendro adalah seorang Afro-America, orangnya tidak terlalu hitam, wajahnyanya manis dengan bibir yang tidak tebal, dan hidung yang mancung, tidak lebar, namanya Dave, seperti yang dikatakannya saat berjabatan tangan dengan Dewi.

Dave memuji kecantikan Dewi, membuat Dewi tersipu, Hendro merasa tersanjung dengan pujian temannya terhadap istrinya itu, Dave sendiri lancar dalam berbahasa Indonesia, karena di Amerika ia belajar bahasa Indonesia, kedatangannya ke Indonesia saat ini adalah untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Hendro.

Tujuan Hendro membawa Dave pulang adalah menawarkan Dave untuk tinggal bersama mereka selama keberadaan mereka di Jakarta, tadinya Dave menolak dengan sangat, ia lebih tinggal di hotel dan tidak merepotkan siapapun, tapi Hendro memaksanya dengan alas an bahwa tidak ada yang direpotkan, dan Hendro menjelaskan bahwa ia hanya tinggal berdua dengan istrinya, dengan berat hati akhirnya Dave terpaksa menerima tawaran tersebut.

Sebetulnya maksud Hendro adalah untuk lebih memudahkan jalannya dalam menjalin kerjasama dengan perusahaan Dave, sehingga dengan tinggal dirumahnya Dave akan merasa berhutang budi kepadanya.

Setelah berkenalan dengan Dewi, Dave sering mencuri-curi pandang melihat tubuh Dewi, yang walaupun hanya berbalutkan daster, kecantikan dan ke-sexy-an tubuhnya tidak hilang, apalagi saat mata Dave menatap kedada Dewi, Dave melihat bayangan payudara Dewi dan kedua putingnya yang kadang-kadang terlihat dari balik dasternya.

Dewi sendiri mengagumi tubuh Dave, ia melihat Dave berperawakan atletis, itu terlihat dari kemejanya yang tercetak ketat kearah tubuhnya, terutama yang Dewi perhatikan adalah selangkangan Dave, dimana ia membayangkan besarnya kontolnya Dave dengan melihat tonjolan di celananya, pikirannya tergugah dalam keadaan mati saja sudah menonjol apalagi kalau hidup.

Setelah berkenalan, Dewipun lalu mengajak tamunya untuk makan malam, Dave tersenyum dengan ajakan Dewi, lalu mereka bertiga menuju keruang makan, sambil menikmati makan malam merekapun asyik berbincang, selesai makan Hendro mengajak Dave ke ruang keluarga untuk meneruskan perbincangan mereka , sementara Dewi merapihkan meja makan dan menaruh piring-piring kotor ke tempat cucian.

Selesainya, Dewi menyusul mereka di ruang keluarga, di ruang keluarga terlihat Dave dan Hendro sedang menikmati acara di TV dan botol Red Winepun sudah terbuka, keduanya nampak sedang asyik menikmati red wine tersebut, di mejapun ada sebuah gelas yang terisi dengan red wine tersebut, Dewi tahu bahwa gelas tersebut diperuntukkan dirinya, Dewipun mengambil gelas tersebut dan mulai meminumnya, botol demi botol telah mereka buka, Dewi melihat wajahnya suaminya sudah memerah, omongannya sudah mulai melantur, sementara Dave nampaknya biasa saja, mungkin karena Dave sudah biasa meminum minuman beralkohol.

Jam sudah menunjukkan pukul 22.30, Hendropun semakin mabuk, matanya sudah setengah terpejam saat mengobrol, Dewi hanya tersenyum melihat tingkah suaminya itu, ia teringat kejadian dahulu saat suaminya mabuk (baca: Dewi “ Andi, anak buah suaminya), ia membayangkan kalau suaminya mabuk malam ini, ia akan dapat menikmati tubuh teman suaminya ini, senyumnya Dewi semakin lebar, Dave yang dari tadi selalu mencuri pandang, melihat Dewi tersenyum ia lalu menanyakan hal tersebut kepada Dewi, yang dijawab oleh Dewi dengan lagi-lagi tersenyum.

Tidak lama kemudian seperti yang diduga oleh Dewi, Hendropun ambruk, iapun tertidur diatas sofa dengan keadaan mabuk berat, lalu Dewi meminta tolong Dave untuk memapah suaminya keruangan tidur, Davepun dengan tersenyum mengiakan, berdua mereka memapah Hendro menuju keruang tidur, tubuh Hendropun mereka rebahkan diatas tempat tidur, saat Dewi membungkukkan tubuhnya untuk mengangkat kaki Hendro, Dave melihat kedua bukit kembar Dewi yang tidak mengenakan BH tergantung dengan indahnya, Dave melihat payudara Dewi cukup besar dengan kedua putingnya yang berwarna merah muda, dan kedua putingnya tersebut sudah mencuat, dalam hatinya Dave berkata, nampaknya istri temanku ini sedang terangsang, setelah mencopot sepatu suaminya, Dewipun meletakkan sepatu suaminya dengan berjongkok, ia berjongkok membelakangi Dave, dan karena Dewi mengenakan daster mini pada saat dia membungkuk CD hitamnya terlihat dengan jelas oleh mata Dave, Dave semakin terangsang oleh pemandangan tersebut setelah tadi ia melihat pemandangan kedua bukit kembar Dewi.

Dihampirinya Dewi yang sedang membungkuk itu dan direngkuhnya tubuh Dewi, Dewi yang kaget akan ulah Dave ini sedikit menjerit, mendengar jeritan Dewi, Dave cepat-cepat membalikkan tubuh Dewi dan segera mengulum bibir Dewi yang mungil, Dewi yang kaget dengan gerakan Dave yang cepat berusaha meronta, tapi karena tenaganya kalah dan juga karena dia juga menginginkan hal tersebut, dia hanya pasrah dan membalas serbuan mulut Dave di mulutnya, bibir mereka bercumbu dengan penuh nafsu, lidah mereka bertautan kadang didalam rongga mulut Dewi kadang didalam rongga mulut Dave.

Hhhmmmmhhhhhmmmhhmmm,Dewi bergumam tidak jelas menikmati ciuman Dave.

Tubuh Dewi menggelinjang saat tangan Dave mulai meremas-remas payudaranya, dengan tubuh bersandar ditembok Dewi menikmati serangan birahi Dave, kedua tangan Dave dengan asyiknya meremas-remas kedua bukit kembar Dewi dan kadang-kadang diselingi dengan pilinan-pilinan lembut dikedua putingnya, walaupun masih terhalang oleh kain dasternya, tapi Dewi sudah merasakan kenikmatan, perlahan-lahan tangan Dewi mulai meraba-raba selangkangan Dave, Dewi merasakan gundukan daging yang masih lembek, tapi Dewi sendiri kaget karena ia dapat merasakan gundukan daging itu sangat besar dan panjang.

Dengan tidak sabar sambil tetap meladeni ciuman Dave, Dewi mulai melepaskan celana Dave, celana Davepun meluncur turun kebawah, bagian bawah Dave sekarang hanya berbalut CD, dan Dewi dengan penuh nafsu segera mengeluarkan senjata ampuh Dave yang masih tersembunyi di dalam CDnya, dengan kedua tangannya Dewi mulai meremas-remas lembut batang kemaluan Dave, perlahan-lahan batang kemaluan tersebut mulai bangun. Dewi tidak sadar bahwa saat mereka bercumbu dengan penuh nafsu itu, suaminya sedang tidur diatas ranjang, nampaknya Dewi lupa akan hal itu atau karena ia sudah sangat bernafsu ingin merasakan batang kemaluan negro, yang kalau di film-film BF yang pernah ia lihat ukuran ******-****** tersebut sangat luarbiasa.

Kedua payudaranya sudah tidak tertutupin oleh sehelai benangpun, sementara dasternya sudah terlepas dari tubuh Dewi, tubuh Dewi sekarang hanya tinggal mengenakan CD saja, saat Dave mulai mencumbu payudaranya, mata Dewi melihat kebawah dimana tangannya yang sedang mengelus-elus dan meremas-remas batang kemaluan Dave, Dewipun dibuat terbelalak melihat kontolnya Dave tersebut, batang kemaluan Dave yang setengah terbangun itu panjangnya lebih dari dua genggaman tangannya, dan besarnya betul-betul menakjubkan, karena genggaman tangan Dewi atau jari jempol dan jari tengah tangan Dewi tidak dapat bersentuhan, Dewipun semakin bersemangat mengocok batang tersebut agar lebih mengeras.

Dave yang sedang menikmati bukit kembar Dewi, menikmati kocokan, belaian, dan remasan tangan Dewi di kontolnya, iapun segera membalas aksi Dewi dengan menurunkan tangannya keselangkangan Dewi, dari luar CDnya tangan Dave yang besar mulai menggesek belahan bibir vagina Dewi yang sudah basah, Dave tidak terlalu lama menggesekan tangannya dari luar CD Dewi, dengan sebelah tangan CD Dewi pun diloloskan kebawah, akhirnya tubuh Dewi sekarang tidak tertutup oleh sehelai benangpun, dengan sedikit mengangkangan kakinya Dewi menikmati permainan jari jemari Dave di kelentit dan di bibir vaginanya, vaginanya semakin basah, lenguhannya semakin terdengar, Dewi lupa akan keberadaannya.

Dewi semakin asyik menikmati permainan Dave, jari tengah tangan Dave yang besar mulai menerobos lubang vaginanya, Dave mulai memijat-mijat klitorisnya dengan jempolnya sementara dibagian dalam lubang vaginanya jari tengah Dave memijat-mijat dinding vagina yang berbelakangan dengan klitorisnya, aksi Dave ini membuat Dewi semakin melenguh keenakan, erangan-erangan kenikmatannya terdengar, suaranya mendesah-desah penuh birahi.

Ooouuuhhhh.,..ssshhhh..aaahhhaahhhhhhmmm.hhhmm msssshhhh, Dewi mengerang kenikmatan akibat permainan Dave di kelentit dan dilubang bagian dalam vaginanya, ditambah dengan hisapan dan pilinan lembut diputingnya.

Dewi merasakan nikmatnya surga dunia, lututnya gemetar, hampir tidak sanggup menahan bobot tubuhnya yang sedang dilanda nafsu birahi, ia lupa akan statusnya, ia lupa akan keberadaannya, ia lupa bahwa suaminya sedang tidur diranjang diruangan yang sama, Dave betul-betul ahli dalam memuaskan lawan bermainnya, kuluman mulutnya berpindah-pindah dipayudara Dewi, kadang dikanan, kadang dikiri, tubuh Dewi dibuatnya mengejang menikmati permainan tangannya.

Ooohh..Davveeee.ooohhh.ssuddaaahhhoohhhaakuuu tidaakk..tahaann lagiiii.aaahhh.,rintih Dewi.

Dave bukannya berhenti mendengar rintihan Dewi, tapi aksinya semakin menggila, jari tangannya semakin menekan-nekan, hisapannya semakin menggila, Dewi kelabakan dibuatnya, dan tidak lama kemudian Dewipun mengerang, puncak kenikmatannya berhasil ia rengkuh,

Ssrrrrr srrrrr ssssrrrrr. ssssrrrrrrr sssrrrrrr Vagina Dewi menyemprotkan cairan kenikmatannya.

Oouuuugghhhh.aaakuuukeluuaaar..aaaghhhh.ssshh hh aaahhh.,Dewi mengerang tubuhnya mengejang dan bergetar dengan hebat, puncak pendakian kenikmatan yang diraihnya betul-betul luar biasa.

Nafas Dewi terengah-engah menikmati orgasmenya, pantatnya terangkat, kedua kakinya menjepit tangan Dave yang sedang berada di lubang vaginanya, dinding vaginanya berkedut-kedut, dirasakan oleh Dave seperti sedang meremas-remas jari tengahnya, Dave yang tahu bahwa Dewi sedang orgasme menambahi dengan tekanan-tekanan jempolnya pada kelentit Dewi, yang memberikan sensasi yang luar biasa buat Dewi.

Kedua pipi Dewi bersemu merah, gejolak birahinya mereda seiring dengan keluarnya cairan kenikmatannya, nafasnya mulai kembali normal, dengan mesra ia mencium Dave, Hendro masih tertidur dengan lelapnya, Hendro tidak menyadari bahwa baru saja istrinya berhasil mencapai puncak kepuasan, Hendro yang mabuk berat tidak tahu bahwa baru saja tangan temannya berhasil memberi kepuasan pada memek istrinya.

Dewi masih belum merasa lengkap bila tidak merasakan kontolnya Dave yang mempunyai ukuran luar biasa tersebut, tapi dia juga sedikit khawatir bila ia teruskan permainannya di kamar tidurnya ini akan membuat suaminya bangun karena mendengar rintihan-rintihan dan erangan-erangannya, dia membayangkan bila kontolnya Dave itu menerobos masuk lubang vaginanya pasti dia akan merintih dan mengerang sejadi-jadinya.

Dewi kemudian mengajak Dave untuk keluar dari kamar tidurnya, keduanyapun beranjak dari kamar tidur tersebut dengan setengah telanjang, merekapun tidak lupa untuk membawa pakaian mereka yang sudah terlepas, di ruangan keluarga kembali Dewi mencumbu Dave dengan penuh nafsu, Dewi mulai mendorong Dave untuk duduk di sofa, iapun kemudian bersujud di hadapan Dave, dengan penuh nafsu batang kemaluan Dave yang setengah bangun mulai dikulum dan dijilatinya, Dave mulai mendesah-desah keenakan merasakan kuluman dan jilatan mulut dan lidah Dewi di kontolnya.

Perlahan-lahan Dewi mulai merasakan kontolnya Dave bangkit dan mulai mengeras, mulut Dewi yang mungil tidak cukup untuk mengulum batang kemaluan Dave yang besar dan panjang, hanya sepertiga dari batang kemaluan tersebut yang bisa keluar masuk dalam mulut Dewi, setelah merasa kontolnya Dave mengeras walaupun tidak keras seperti ******-****** yang pernah ia rasakan, Dewi mulai mengangkangi Dave, dan dengan perlahan-lahan batang kemaluan tersebut mulai dioles-oleskan di bibir vaginanya, mereka berdua merinding kegelian saat kemaluan mereka beradu.

Sleeepppp. Dewi mulai menyelipkan batang kemaluan Dave di lubang vaginanya, Dewi megap-megap saat memeknya mulai tersumbat, dan Dave sendiri saat itu merasakan vagina Dewi sangat sempit sekali, kepala kontolnya seperti terjepit.

Bllleeeesssss. Dewi dengan perlahan mulai mendorong pantatnya kebawah, batang kemaluan Dave mulai menyeruak lubang vagina Dewi, Dewi menjerit merasakan memeknya yang sedikit sakit akibat besarnya batang kemaluan Dave.

Ouuugghhh.beeesaaarrsekaaliikontooollllmu Dave, Dewi merintih kesakitan dan keenakan.

OoohhhDamn.your pussy is very tight, Dave berkata setengah berbisik di telinga Dewi.

Dewi terdiam sejenak merasakan sakit dan perih di vaginanya akibat sumbatan kontolnya Dave yang besar, kontolnya Dave baru sekitar seperempatnya yang terbenam di vagina Dewi, Dave yang merasakan nikmat saat kontolnya terjepit dengan ketat oleh memek Dewi merasa tidak sabar, kedua tangannya mencengkram pinggang dan pantat Dewi dan mulai menekankan pantat Dewi kebawah,

Bleeessss perlahan-lahan kontolnya Dave mulai menyeruak kembali kedalam lubang vagina Dewi, Dewi menjerit kesakitan, iapun meronta dan mencoba untuk bangkit dari posisinya, tapi tangan Dave menahan pinggangnya, sehingga Dewi tidak dapat melepaskan kontolnya Dave dari lubang vaginanya,

Blleeeesssssss..kembali tangan Dave mendorong pantat Dewi kembali, setengah kontolnya sudah terbenam dalam memek Dewi, Dewi semakin kesakitan,

Davveee aaaaghhhh sssudddaahhh. ooohhh ssaaakiittt kontoollmuu… terlau besaaar. Ssttoopppp.Daveee., Dewi merintih kesakitan.

Dewiooohhh.your pussy is realy tight.hhhhmmm saayaasukaaaayour pusssy.. ssaabaar ssebentar lagi kamu tidaaak akan kesakitan, Kata Dave, sambil mulai menaik turunkan pinggang Dewi perlahan-lahan, dengan sendirinya pantat Dewi ikut naik turun seirama dengan gerakan tangan Dave dipinggangnya.

Daveeee.. ssuudaaahhhaaaggghhhh.sssaaaakkkiitttt.Davvveee sstooppp ppleeeaaseeeee..akuuu..tidaaakk..kuatssaakkkittt ..sekaaaliiii.,Dewi masih merintih kesakitan merasakan memeknya yang sedang disodok keluar masuk oleh kontolnya Dave yang besar itu.

Dave yang sudah sangat bernafsu tidak mau menghentikan kegiatannya, dia betul-betul merasakan enaknya jepitan memek Dewi di kontolnya, dia merasakan kontolnya sangat seret keluar masuk di lubang vaginanya Dewi, lama-lama lubang vagina Dewi mulai bisa beradaptasi dengan kontolnya Dave yang besar itu, tapi walaupun begitu Dewi masih merasakan sakit dan perih di lubang vaginanya.

Batang kemaluan Dave mulai sedikit lancar keluar masuk vagina Dewi, dengan menahan sakit dan perih Dewi mulai bergoyang naik turun membantu gerakan tangan Dave di pinggangnya, terlihat bibir vagina Dewi membungkus ketat kontolnya Dave, saat kontolnya Dave menekan masuk bibir vaginanya ikut masuk dan saat kontolnya Dave di tarik keluar bibir vaginanya terlihat keluar, Dewi merasakan memeknya betul-betul penuh oleh sumpalan kontolnya Dave, rasa sakit dan perih yang ia rasakan mulai berkurang berganti dengan rasa nikmat.

Rintihan kesakitan Dewi mulai berganti dengan erangan keenakan, sedikit demi sedikit kontolnya Dave semakin melesak masuk kedalam lubang senggama Dewi, Dewi yang tadinya meronta-ronta berusaha menarik keluar kontolnya Dave, sekarang mulai bergerak naik turun menyambut sodokan-sodokan kontolnya Dave, Dewi merasakan kontolnya Dave melesak semakin dalam di lubang vaginanya, dan tanpa memberitahu Dewi dengan penuh nafsu Dave menekan pantat Dewi kebawah akibatnya batang kemaluannya hampir tertelan seluruhnya dilubang vagina Dewi, Dewi mengerang dibuatnya, dinding vaginanya menempel ketat di kontolnya Dave, Dewi merasakan ujung dinding rahimnya diterjang dengan kuat oleh kepala kontolnya Dave.

UUgghhhh..Daaaveeeee. kkooontollmmmmu paaanjjaaannngg.. sekaaallliii ,jerit Dewi saat merasakan kontolnya Dave menyentuh dinding rahimnya.

Hhhhhmmmm..Dewi.your pussy hhhmm I love it aku suka pussymu, Desah Dave.

Tiga perempatnya batang kemaluan Dave sudah terbenam di lubang vagina Dewi, dan tidak bisa lagi masuk lebih dalam karena sudah mentok, dengan memeluk tubuh Dewi, Davepun dengan perlahan-lahan mulai memompa kontolnya keluar masuk memek Dewi, lama-lama sodokan-sodokan kontolnya semakin bertambah cepat, Dewipun semakin merintih kenikmatan dibuatnya, vaginanya semakin basah oleh cairan yang keluar dari kemaluan mereka berdua, kontolnya Dave semakin leluasa keluar masuk lubang Dewi.

OoouugghhDave..aaaaahhhssshhh.oooggghhh kontoooollmuueenak nikmaaaattgenjot teruuussskontoollmuuu.eenaaakkkbikinn akuu phuaaas.. ooohhhDaaaveee.,..teeruusssteeruuusss.eentttooo ttaakkhhuuu yaaachh. Aaakkuu aaaahhheenaaaakkooohh,tanpa hentinya Dewi merintih kenikmatan merasakan sodokan-sodokan kontolnya Dave di lubang vaginanya.

Dewi tanpa hentinya melenguh, mendesah, merintih dan mengerang keenakan menikmati sodokan-sodokan itu, matanya merem melek, tubuhnya terlihat mulai mengejang-ngejang, nampaknya Dewi akan meraih puncak kenikmatannya kembali, gerakannya semakin liar, kepalanya bergorang kekanan-kekiri, nafasnya semakin memburu, dan..

Sssssrrrrrrsssrrrr..ssssrrrr..sssrrrrr..ssrrrr rr vagina Dewi mulai menyemburkan lahar kenikmatannya, dinding vaginanya berkedut-kedut seiring dengan semburan itu,

OOOhhhhhh..Daveeakkuuukheeluuaaar.Davee.enaa akk.betuuulll. kontoooollmuaaaagghhhssshhhhsss.aaagghh,Dew i mengerang menikmati orgasmenya.

Dave yang mendengar jeritan Dewi semakin mempercepat gocekannya, sehingga tubuh Dewi kelojotan menerima sodokan-sodokan tersebut, dan dengan sekali hentak Dave berusaha menanamkan kontolnya sedalam-dalamnya dilubang vagina Dewi menyambut semburan lahar kenikmatan Dewi, Dave merasakan kontolnya menjadi hangat, dan ia juga merasakan dinding vagina Dewi yang berkedut-kedut, seolah-olah kontolnya sedang diremas-remas.

Dengan memeluk erat tubuh Dave, dan nafas yang tersengal-sengal, Dewipun ambruk diatas tubuh Dave.

TAMAT



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.