Kumpulan Cerita Favorit

Category Archives: Sedarah

Namaku Roni, usia 30 tahun. Aku menikahi Niken, istriku dua tahun lalu dan kini Niken sedang hamil tua.
Niken adalah anak tertua dari dua bersudara, usianya kini 25 tahun. Karena kehamilan ini adalah yang pertama, maka Niken sengaja pindah ke rumah ibunya untuk mendapatkan bimbingan dan bantuan pada saat persalinannya kelak.
Ibunya Niken alias ibu mertuaku bernama Sulastri, usianya baru 46 tahun. Mama Lastri, begitu aku memanggilnya adalah korban poligami. Bapak mertuaku menikahi sekretarisnya yang berusia jauh lebih muda sekitar lima tahun yang lalu. Padahal menurutku Mama Lastri masih sangat cantik dan menarik. Terutama body montoknya yang masih kencang, tak kalah dengan Niken, istriku.
Sejak aku pacaran dengan Niken, aku sudah sering memperhatikan Mama Lastri yang menurutku lebih montok dibandingkan Niken. Salah satu keunggulan Mama Lastri adalah pantatnya yang bulat dan besar. Sementara buah dadanya mungkin sama dengan Niken istriku yang berukuran 36B.
Satu kebiasaan Mama Lastri di dalam rumah yang membuatku sering berdebar-debar adalah kebiasaannya yang hanya mengenakan handuk seusai mandi. Dia tidak pernah membawa pakaian ke dalam kamar mandi. Pakaian kotornya ditanggalkan di kamar tidur, pergi ke kamar mandi dengan lilitan handuk, kemudian setelah mandi kembali ke kamar dengan badan yang dililit handuk juga.
Aku sudah sering mendapati Mama Lastri dengan lilitan handuk dan selalu saja mencuri pandang ke arah dadanya yang tidak tertutup sempurna dan sebagian pahanya yang mulus dan montok. Selain itu ibu mertuaku juga tidak pelit dalam berbagi pemandangan indah selangkangannya. Kalau sedang duduk nonton TV, beliau cuek saja kalau kedua pahanya terbuka dan memperlihatkan kemulusan paha serta sebagian celana dalamnya.
Pada intinya, aku sangat senang menginap di rumah mertuaku, termasuk pada saat istriku menanti saat kelahirannya.
Tidak sampai menginap seminggu, istriku sudah siap untuk melahirkan. Aku dan Mama Lastri segera membawa Niken ke RS, menunggu beberapa jam sebelum Niken diputuskan untuk operasi Cesar.
Usai operasi, Niken diputuskan harus rawat inap tiga malam, Mama Lastri tentu saja minta diantar pulang. Aku mempunyai kesempatan mengantar ibu mertuaku saat banyak kerabat berkunjung ke kamar rawat inap Niken. Sepanjang perjalanan, Mama Lastri asyik menelpon seseorang dan suaranya terdengar begitu manja, aku menduga dia menelpon suaminya. Salah satu percakapannya dia meminta orang itu datang ke rumah.
Sampai di rumah sudah pukul 7 malam, mertuaku langsung mandi, maklum hampir 12 jam berada di RS. Aku mendapatkan kesempatan lagi memandang tubuh montoknya dibalut handuk. Entah mengapa malam itu wajah Mama Lastri begitu riang, mungkin karena menunggu orang yang ditelponnya itu. Saking riang suasana hatinya, dia tak menutup pintu kamar saat kembali dari kamar mandi. Aku yang berada di dalam kamar seberangnya tentu saja dengan mudah melihat ke dalam kamarnya.
Aku meneguk ludah dan langsung terangsang melihat ibu mertuaku menjatuhkan handuk yang membalut tubuh bugilnya yang montok. Posisinya membalakangiku, sehingga yang tampak adalah bongkahan pantatnya yang besar, namun masih kencang.
Mama Lastri meneruskan ritual mengenakan baju tanpa menyadari bahwa aku memandanginya dari belakang. Mulai dari mengenakan celana dalam, beha sampai dengan berpakaian lengkap. Peristiwa itu membuat kepalaku langsung pening, birahiku yang memuncak seperti berkumpul di kepala. Namun karena aku harus kembali ke RS, maka aku berusaha melupakannya.
Saat aku hendak masuk ke mobil, seorang lelaki seusiaku masuk ke pagar rumah dan berkata padaku ingin bertemu dengan Mama Lastri. Aku baru pertama kali bertemu dengan pria itu dan kemudian masuk ke dalam rumah untuk memberi tahu Mama Lastri. Ibu mertuaku itu tampak sangat senang, dia berhambur keluar dan mempersilahkan tamunya masuk, sementara aku pamit untuk pergi ke RS.
Sampai di RS, masih banyak kerabat yang datang berkunjung dan mengucapkan selamat pada isteriku. Entah mengapa, aku lupa membawa perlengkapan kosmetik istriku, sehingga ia menyuruhku kembali ke rumah untuk mengambilnya. Dengan berat hati terpaksa aku meluncurkan mobil kembali ke rumah.
Karena berniat hanya sebentar, aku memarkir mobil di luar pagar rumah. Sepatu pria yang menjadi tamu ibu mertuaku masih di depan pintu rumah. Suara TV yang menyala membuat suaraku membuka pintu mungkin tidak terdengar oleh Mama Lastri.
Aku mulai curiga ketika tidak mendapatkan Mama Lastri maupun tamunya di ruang tamu maupun di ruang TV. Dengan penuh penasaran dan suara pelan, aku mendekati kamar Mama Lastri.
Pintu kamar Mama Lastri tidak tertutup rapat, dan seperti dugaanku, aku mendengar lenguhan dan jeritan Mama Lastri.
“Engh…. entot terus Tante ya…. Okh… ya… begitu”, terdengar jelas erangan erotis Mama Lastri. Aku sudah 100% yakin bahwa Mama Lastri sedang digarap oleh pria muda tadi.
Tiba-tiba muncul ide gilaku. Kalau aku menangkap basah Mama Lastri mesum dengan pria tak dikenal, maka aku akan memiliki kartu As ibu mertuaku yang bisa kugunakan untuk meminta jatah juga darinya.
Maka tanpa keraguan lagi, aku membuka pintu kamar dengan tiba-tiba.
“Mama… mama sedang apa?” teriakku. Kehadiranku yang tiba-tiba membuat dua insan telanjang yang sedang ML itu terhenyak kaget. Sang pria terlompat dari posisinya yang sedang mengocok vagina Mama Lastri. Sementara Mama Lastri yang sedang mengangkang dengan refleks menutup selangkangannya yang baru saja digarap oleh sang pria muda.
“Oh… Roni… kenapa kamu balik lagi?” tanya Mama Lastri gugup. Sang pria yang juga gugup itu langsung menyambar pakaiannya dan lari keluar kamar, sehingga tinggal aku dan Mama Lastri di dalam kamar.
Menyadari tinggal berdua, dengan nakal aku menatap tubuh telanjang ibu mertuaku yang belum sejam yang lalu aku intip itu.
“Mama… Mama montok sekali..”, pujiku jujur ketika memandang buah dadanya yang besar dan masih kencang. Puting susunya yang besar dan berwarna coklat mengacung di tengahnya.
“Roni… kamu…” Mama Lastri tampak kaget menyadari kalau aku terpesona oleh tubuh telanjangnya.
Menyadari situasi tidak seburuk yang dia duga, Mama Lastri tersenyum manis. Kedua paha yang tadinya dia himpit untuk menutupi selangkangannya, dengan perlahan dia buka.
“wow…”, seruku penuh nafsu melihat bukit selangkangan Mama Lastri yang montok dengan jembut yang hanya disisakan di bagian atas, sementara bagian lainnya dicukur habis. Vaginanya yang basah dan berkilat sudah agak menganga, maklum barusan habis digarap.
“Hmmm…. Kamu nakal juga ya Ron…”, seru ibu mertuaku senang melihat tingkahku.
“He3x… mama lebih nakal pastinya…” balasku.
“Eh… Mama kan masih muda, masih butuh dong…”, Mama Lastri memberi alasan,”Kalau kamu mau, boleh juga kok, hi3x…, tapi jangan sampai Niken tahu”.
“Benar nih Mama? Emang Memek Mama masih legit?”, candaku.
“Kurang ajar kamu, kalau kamu sudah ngerasin pasti ketagihan, he3x…”, seru Mama Lastri manja.
“Kamu tunggu sebentar di sini, buka tuh celana kamu, Mama pingin lihat kontolmu”, serunya jorok sambil bangkit dari tempat tidur dan hendak berjalan keluar kamar. Aku menyempatkan meremas pantat besarnya.
“Ih… nakal!”, jerit Mama Lastri ketika pantatnya kuremas. Dia berjalan ke luar kamar dengan telanjang bulat dan memanggil-manggil pria tadi yang ternyata bernama Farhan. Sementara aku menuruti perintahnya membuka celanaku sehingga penisku yang sudah mengeras mengacung penuh birahi.
Sekitar 5 menit tak ada lagi suara memanggil dari Mama Lastri, tapi wanita itu tidak segera muncul di kamar, justru kemudian terdengar Mama Lastri memanggilku.
“Roni…. Sini kamu…”, panggil Mama Lastri dari ruang tengah.
Sial, aku yang masih canggung memakai kembali celanaku meskipun tidak aku kancingkan. Aku berjalan menuju ruang tengah dan mendapatkan ibu mertuaku dalam posisi duduk mengangkang di sofa tengah digarap oleh si Farhan itu. Aku terpaku sejenak, bingung bercampur kecewa.
“Eh, kenapa bengong?, kan Mama suruh kamu buka celana, okh…” seru Mama Lastri sambil menikmati kocokan Farhan di vaginanya,”Sini… mana kontolmu, biar Mama emut…”
“Tapi Mama…”, kataku canggung dengan kehadiran Farhan yang sedang asyik menikmati vagina Mama Lastri.
“Sudah… sini… biarin Farhan menyelesaikan PR-nya, gara-gara kamu tadi bikin kaget, dia belum selesai,” katanya enteng sambil menarik celanaku. Aku yang sudah terlanjur birahi tak berdaya menolak ajakan Mama Lastri yang memeloroti celanaku dan menggenggam penisku bagai seorang penyanyi yang sedang menggenggam mikrofon. Sejenak kemudian ibu mertuaku dengan sangat bernafsu mengoral penisku sambil terus menikmati kocokan farhan di vaginanya.
Edan, tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiranku mengenai perilaku seks ibu mertuaku ini. Meskipun aku sadar ada kebinalan dalam dirinya, namun aku tak sampai berpikir bahwa dia akan melakukan gang bang seperti ini. Aku yang tadinya agak sungkan, lama-kelamaan akhirnya larut dalam birahi yang diciptakan oleh perilaku seks Mama Lastri yang agak menyimpang itu.
“Kamu jangan bengong dong Ron, remas nih tetek Mama, pilin-pilin putingnya”, mama Lastri memerintahku. Bagaikan budak seksnya, aku menuruti perintah itu, tentu dengan suka cita.
“Kamu juga Farhan, pake tanganmu untuk pijat-pijat itilku”, kini giliran Farhan yang kena perintah.
Kami menjadi dua orang pria muda menjadi budak seks sorang perempuan setengah baya. Aku asyik meremas-remas buah dada montok Mama Lastri dan memilin-milin putting susunya yang besar, sementara itu Farhan asyik mengocok vagina sambil mengusap dan memijat klitoris Mama Lastri.
Mama Lastri, sang “nyonya besar” begitu menikmati permainan gang bang itu, wajahnya sangat mesum dan melenguh keenakan, sampai akhirnya sang nyonya besar tak mampu menahan desakan orgasmenya.
“Okhh…. Yess…. Yess…. Kocok yang keras Farhan…. Ayooo…” Mama Lastri menjerit sambil melejat-lejat keenakan,”Kamu juga Ron… tarik putingku”
Farhan mengocok vagina Mama Lastri dengan irama cepat, sementara aku menarik putting susunya yang sudah mengeras, semuanya dilakukan demi memberikan sensasi orgasme yang dahsyat buat sang nyonya besar yang begitu senang mendapatkannya.
Aku sangat beruntung, Farhan tak sempat orgasme ketika Mama Lastri sudah selesai dengan orgasme spektakulernya. Vagina ibu mertuaku, meskipun mungkin sudah agak longgar akibat serangan Farhan, namun setidaknya belum dibasahi oleh spermanya. Masih ada peluang untukku menikmati liang kenikmatan Mama Lastri yang pernah melahirkan istriku itu.
Mama Lastri hanya istirahat sebentar sebelum menyuruhku tiduran di atas sofa.
“Ayo, giliran kamu Ron, menikmati memek Mama”, ajaknya,”Pasti kamu sudah ngiler kan sama memek Mama?, ditanggung kamu kecanduan, he3x….”.
“Tapi saya maunya doggy style Ma, biar sambil meremas pantat Mama”, pintaku.
“Heh… kamu suka pantat Mama ya?, he3x….”, Mama Lastri tertawa bangga,”kalau kamu suka, boleh kok doggy style, tapi ada syaratnya”
“Iya Ma… saya suka pantat Mama yang besar, apa syaratnya?”, tanyaku.
“Jilatin dulu memek Mama, nih…”, dengan santainya Mama Lastri menyodorkan selangkangannya padaku yang terlentang di atas sofa. Vagina ibu mertuaku terpampang dihadapanku. Vagina merah itu sudah merekah dan basah, maklum habis dihajar penis Farhan dan barusan sudah meraih orgasmenya. Namun dengan semangat membara, aku menjilati vagina itu, tak peduli kalau vagina itu sudah bekas pakai. Mama Lastri sangat senang dengan kepatuhan dan gairahku itu.
“Nah… gitu…. Enak…. Hmmm… kan sekarang Mama jadi terangsang lagi”, ujarnya sambil melenguh keenakan,”jangan cuma dijilat, hisap tuh itil Mama… okhh…. Yaa… ”.
“Eh… kamu jangan bengong farhan, sini kontolmu, saya hisap, supaya keluar tuh peju kamu yang sudah di ujung…, he3x…”, sambil menikmati oralku, Mama Lastri juga mengoral penis Farhan.
Edan… ibu mertuaku itu begitu lihai mempermainkan kami berdua. Tak lama kemudian aku lihat Farhan berteriak mau keluar dan kemudian spermanya meleleh dari mulut Mama Lastri, mengalir sampai buah dadanya. Mama Lastri menelan sebagian sperma yang masuk ke mulutnya dan mengusap sebagian lain yang masih tersisa di bibir, leher dan buah dadanya. Jorok sekali.
“Nah… sekarang giliran kamu Roni, ayo entot Mama seperti anjing, he3x…”, ajak Mama Lastri sambil mengubah posisinya menjadi nungging sambil berpegangan di sofa. Aku bangun dari sofa dan menghadap pantat besar nan montok yang kuimpikan itu.
“Plok…plok…”, aku menampar bongkahan pantat besar itu dengan gemas dan nafsu, kemudian meremasnya.
“Ehh… nakal kamua ya… ayo masukin kontolmu… ,” pinta Mama Lastri,”Ada dua lubang di situ… silahkan kamu pilih yang mana, he3x….”.
“Saya pilih yang ini dong Ma…, blesss…..”, penisku menghujam vaginanya dari belakang.
“Okhhh… “, Mama Lastri menjerit merasakan penuhnya liang vagina oleh batang penisku.
Sejenak kemudian aku sudah asyik masyuk dengan vagina nikmat ibu mertuaku, mengocoknya sambil meremas panta besarnya. Entah bisikan dari mana, tiba-tiba liang anus yang terpampang diantara pantat besarnya begitu menantangku. Sumpah, dua tahun aku menikah, tidak pernah aku terangsang oleh anus isteriku. Tapi kini, anus ibu mertuaku tampak sangat seksi di mataku. Mungkin akibat kata-kata Mama Lastri sebelumnya yang menawarkan lubang itu, atau karena bentuknya yang jadi menarik karena diapit oleh bongkahan pantatnya yang besar dan montok, entahlah…
Dengan sedikit malu-malu aku menyentuh lubang anus itu dengan jariku sambil terus mengocok vagina.
“Woww…. Ya… itu juga enak Roni… kamu harus coba,” Mama Lastri sangat girang dengan sentuhanku pada anusnya. Edan… pikiranku langsung terbayang kalau ibu mertuaku ini juga suka melakukan anal sex. Benar-benar wanita jalang, pikirku.
“Saya belum pernah Ma, memang Mama pernah?” tanyaku investigatif.
“He3x… kuno sekali kamu…,” ejek Mama Lastri,”Sudah dua kontol yang pernah menjajal lubang itu dan semuanya langsung keenakan… he3x…”.
Edan… ternyata memang benar, ibu mertuaku ternyata hypersex dan penggemar fantasi seks yang aneh-aneh.
“Coba kamu ludahin anus Mama biar basah, terus kamu usap-usap… ayo…”, perintah Mama Lastri. Seperti perintah yang lain, aku menurutinya. Kuludahi anusnya yang berlubang sempit itu sehingga basah dan kemudian aku usap dengan jari.
“Nah… begitu… sekarang masukin jari kamu pelan-pelan…” pintanya lagi. Dengan canggung aku memasukkan jari telunjukku ke dalam liang itu, agak mudah karena sudah basah oleh air liurku. Lubang anus itu terasa sempit, namun elastis. Tiba-tiba Mama Lastri melakukan kontraksi liang anusnya dan… astaga… terasa olehku dinding-dinding liang anusnya menjepit jariku.
“He3x… gimana rasanya? Itu baru jari telunjuk sudah begitu rasanya, gimana kalu kontolmu? Mama berani taruhan kalau kamu langsung nyemprot, he3x…”
Eksperimen anal dan semua ucapan joroknya membuatku semakin bernafsu menghajar vaginanya. Sampai akhirnya aku tak kuasa menahan luapan birahiku. Spermaku tumpah di dalam rahimnya, rahim wanita yang pernah mengandung istriku.
“Okh… saya puas Ma….”, jeritku keenakan.
“He3x…. enak mana memek Mama sama memek Niken?” tanyanya bangga.
“Eh… enakan punya Mama..”, jawabku jujur.
“Kalau gitu, kapan Mama butuh, kamu siap ya…”, Mama Lastri meminta atau memerintahku, tidak ada bedanya. Tapi aku mengangguk setuju. Siapa yang tidak mau mengulanginya fantasi seks binal yang nikmat dengan ibu mertuaku yang seksi nan montok.
Setelah orgasme, aku pamit mau kembali ke RS, takut isteriku marah menungguku. Sementara Mama Lastri tampaknya masih lanjut dengan ronde berikutnya dengan Farhan. Sial… enak benar si Farhan.

TAMAT


Namaku Rio umur 16 th,anak tunggal dan masih sekolah SMK otomotif kelas 2 di Yogyakarta. Aku pendiam dan tak pandai dalam hal pergaulan, tapi untung aja aku punya teman dekat sekelas bernama Dicky yang aku kenal sejak kelas 1.
aku berasal dari keluarga yang sederhana (tidak kaya, tidak miskin). ayahku bekerja sebagai supir container di sebuah CV yg memang dalam 2-3 tahun terakhir ini mendapat kontrak di sebuah pelabuhan besar di Surabaya…. jarang pulang Cuma sehari atau 2 hari sebulan.
Sedangkan ibuku sendiri Sinta (39 th)hanya ibu rumah tangga orangnya jga gak terlalu banyak bicara tetapi kalau diajak ngobrol sih asik juga soalnya mungkin karena udah dewasa dan bersifat ke-Ibuannya dalam segala hal. Terkadang juga sering cuek mungkin sifatnya ini yang menurun kepadaku. Aku memanggilnya “mama” sejak kecil
di rumahku mama memiliki usaha toko sembako yg tidak terlalu besar tapi juga memiliki usaha lain sebagai penjual baju wanita yg memang hanya dijual kesekitar lingkunganku aja.. mungkun karena itulah dia selalu berdandan rapi dan menarik seperti ABG yg berumur 20’an, celana jeans ketat dan kaos tanpa lengan, wajah manis, putih, rambut bergelombang sepundak, perawakan langsing, payudaranya juga biasa2 aja.
kembali pada cerita,
hamper setiap hari aku dijemput dan diantar pulang oleh temanku (dicky) saat berangkat sekolah.. kadang juga aku naik bis kalau tak dijemput dicky ..hal itu terjadi sejak akhir semester saat kelas 1 dikarenakan aku tak diperbolehkan mama membawa motor sendiri karna aku pernah tabrakan saat kelas 1 dan juga karena motorku yang serig kuprotol- protoli .. hehehe maklumlah anak SMK Otomotif emng semua seperti itu… awalnya mama marah dengan tindakanku itu tapi lama – lama juga dia pun memaklumi sifat ku…
nasihat dan nasihat selalu saja seperti itu kepada aku dan dicky kalau udah pulang sekolah…….
tapi aku dan dicky kadang hanya menanggapinya dengan canda tawa…. mungkin itu juga yang membuat mama kadang membiarkan aja kenakalan kami..
tak jarangpun aku dan dicky sering gak berangkat sekolah, membolos dan hanya nonoton TV dirumahku
“namanya juga anak muda haha” dalihku setiap dinasehati ….dicky pun membelaku saat dinasehati
Bulan desember 2010 …… dicky sering bolos waktu jam2 akhir pelajaran, tak tau kenapa.. aku pun hanya naik bis saat pulang sekolah.. dan waktu sampai rumah selalu saja motornya udah ada didepan rumah
“sialan kamu Dick” kataku pada saat msuk rumah dan duduk di sofa sebelahnya
“lah gimana toh?” katanya Dicky sambil ketawa2
“tadi aku dimarahin Pak Andre (guru matematika) karna dikira ngajarin kamu bolos” kataku
“masa?” katanya.. terdiam sejenak lalu melanjutkan pembicaraan “ aku emg gak suka tu sama [elajaran pak Andre… orangnya cerewet kya cewe yg lagi mens”katanya
mama pun dating dari arah dapur menuju ruang tamu tempat kami ngobrol dan ikut nimbung juga
“Dicky klo bolos terus nanti gak naik kelas lo nanti” kata mama
“abis bosen tant… udah gurunya cerewet, dikelas gk ada cewenya….. huuufff boring sangat, tant” ktanya
“tar kmu nyesel sendiri lo, dick” kata mama sambil berjalan ke arah took dan membuka gorden yg membatasi toko dengan ruang tamu, lalu lalu duduk di kursi belakang etalase
Keesokan harinya dicky pun bolos lagi pada jam terakhir padahal hari itu hari jumat… aku gk terlalu peduli juga sih sebenarnya… males juga mikirin di Dicky….
jam 12.30 aku turun dari bis lalu berjalan kearah rumah… “kok sepi banget ya sepanjang jalan”kataku dalam hati
“akh… mungkin belum pada pulang jumant-an”
aku berjalan perlahan sambil memikirkan hal itu samapai depan rumah.. aku melihat motornya Dicky ada di depan rumah saat itu… aku gak begitu peduli juga saati itu. saat mau masuk kerumah aku berhenti sejenak sambil melihat kea rah toko
“ kok, gk ada yang jaga sih… klo kemalingan gimana”kataku dalam hati sambil berjalan kearah toko
aku duduk sejenak didepan lalu mengambil sebuah Koran di atas etalase lalu membuka halaman per halaman mencari berita olahraga….
kira2 5 menit aku mebaca Koran aku mendengar seperti suara cekikikan (ketawa) dari arah ruang tamu.. aku masih belum peduli saat itu, mungkin karna konsentrasiku masih pada Koran itu…
tak lama kemudian akupun berdiri sambil melepaskan tas punggungku lalu menaruhnya ke atas etalase…. saat itu aku mendengar lagi suara wanita ketawa kecil, aku yakin itu suara mama karena aku hafal betul suaranya…..
perhatianku pun beralih dari Koran ke suara itu sebentar.. aku pun hanya berdiri diam sambil menunggu suara itu lagi
tiba2…. “akhh” “eemmmmmhhhh” itu yang kudengar
jantungku berdebar – debar kencang saat itu juga. Mulai muncul rasa curiga, was – was dan lain2nya becampur aduk
aku pun berjalan ke arah tmbok toko yang bersampingan degan ruang tamu tempat suara itu berasal….
jantungku berdebr semakin kencang, hingga aku bisa merasakn darahku mengalir ke kepala begitu cepat dan derasss sekali
“ooohhhhhh” suara mama ….. aku agak kaget saai itu tapi tetap mencoba tenang lalu perlahan berjalan kea rah tembok….
tanganku meraih kain gorden pembatas ruang tamu dan toko sambil kubuka perlahan lalu ku intip kearan ruang tamu
aku hanya bisa terdiam dan melongo melihat apa yg baru kusaksikan
mama saat itu duduk di sofa tunggal hanya mengenakan kaos berwarna ungu sedangkan bagian bawahnya telanjang tanpa penutup apapun..kakinya sedang mekangkang dan kulihat si Dicky sedang jongkok didepan selangkangannya dengan masih menggunakan seragam sekolah lengkap…. Tangan Dicky saat itu tepat berada di tengan selangakangan milik mama,
tangan itu pun digerakan maju mundur perlahan sesekali terlihat menggosok – gosok selangkangan mama
aku hanya bis melihat dari samping terlihat agak samar2 vagina mama penuh, lebat dengan bulu
wajah mama terlihat pucat lemas matanya pun hanya terbuka setengah sesekali menutup sambil dari mulutnya mengeluarkan suara “emmmhhh” lalu tersenyum manis menatap dicky
aku bingung harus ngapain saat itu.. rasa kecewa, emosi juga menabah kebingunganku… ingin rasanya aku masuk kesana lalu memberi pukulan ke wajah mesum dicky
kebingungan seolah mumbuatku menjadi tak punya pilihan antara masuk dan menghajar Dicky atau hanya diam dan menyetujui apa yang mereka lakukan… aku berada tepat ditengah Dilema antara ikhlas dan benci pada mereka
ditengah2 pikiranku yang mulai kacau balau penuh kebimbangan aku melihat wajah mama yang manis dan seolah tak berdosa, membuatku diam kaku sesekali lenganku gemetaran, hingga tanpa sadar waktu berjalan begitu saja

“SIAL, SIAL, SIALLLLLLLLLLLLLLLLl” “BRENGSEKKKKKKKKKKKKKKKKKK” “ANJINKKKKKKKKKK”kataku dalam hati
tapi waktu tetap saja tidak bisa berhenti
Pada akhirnya……..
“akhhhh…. ahhh ahhh ahhhh” …….. “emmmmmmmamhh” mama memejamkan matanya lalu kedua pahanya merapat, menjepit tangan Dicky dan badanya bergerak kaku maju mundur lalu lemas sambil tangan kanannya menutupi mulutnya yang terbuka..
“itukah yang dinamakan wanita sedang orgasme” kataku dalam hati, sambil melihat mama penuh kagum dan tanda tanya besar……..
Dicky hanya ketawa kecil sambil melihat wajah mama, mama hanya mebalas dengan senyum manis seperti seoanga anak kecil yg masih malu – malu. Dengan sedikit tenaga yg tersisa mama berdiri, sedang Dicky masih jongkok aja di hadapan mama…. wajah dicky tepap berada di depan vagina mama, dicky tanpa malu memeluk dan mencium vagina mama sebentar
“wah, kalo ini berlanjut bisa bahaya nih”kataku dalam hati
akupun berjalan perlahan keluar dari toko lalu menuju pintu luar depan ruang tamu….. dengan santai (mungkin tepatnya pura2 santai tapi masih emosi) aku mengetuk….
terdengar suara bisik2 gak jelas, lalu terbukalah pintu depan….. kulihat mama udah gak ada diruang tamu, sepertinya mama udah kabur lari ke belakang
kulihat wajah dicky agak memerah saat itu, aku tidak berkata apa2 haya masuk tanpa peduli pada Dicky lalu berjalan begitu aja kearah kamarku di tingkat 1tepat diatas kamar mama.. setelah menggati pakaian aku turun kembali ke ruang tamu, ehh.. ternyata si Dicky udah pulang.. SIALLL padahal aku baru aja mau menanyai dia.
mama datang dari arah kamarnya dengan wajah tanpa rasa berdosa dan seolah tak terjadi apa2 lalu bertanya
“udah makan?”
“PERTANYAAN BODOH!!!!!” kataku dalam hati
Semalaman itu aku tak bisa tidur karna mengingat kejadian diruang tamu tadi siang…. aku mencoba menenangkan diri dulu malam itu.
mungkin saja mereka melakukan itu tanpa sengaja
mungkin juga mama yang memulai duluan, karena papa udah lama gak “ngasih” dia, hanya itu yang berputar dalam otaku malam itu
setelah tenang akupun tidur
keesokan harinya aku berangkat lebih awal sebelum dicky dtang kerumah…. Saat istirahat dicky menghampiri aku lalu mengajak aku ngobrol. aku pun menggapi seolah tak terjadi apa2 meskipun dalam hati masih ada ras benci
siang itupun aku diantar pulang oleh dicky.. aku mulai merasa lunak kepadannya mingkin karena merasa hutang budi karena hampir setiap hari dia antar – jemput aku kesekolah dan juga karena merasa dia satu2nya seorang sahabat karibku
sesampai rumah aku, dicky dan mama pun ngobrol2 seperti biasa meskipun kadang kadang aku melihat mereka sering saling senyum….. tak apalah mungkin aja mereka “melakukan” kemarin karena khilaf aja
Hari seninnya kemudian aku dijemput Dicky berangkat sekolah, tapi anehnya saat istirahat kok aku udah tak melihat tampangnya si Dicky saat itu. . aku mulai curiga kalau dia bolos pelajaran agar biasa duluan kerumah untuk “ngerjain” mama lagi. Sepanjang pelajaran aku udah mulai gak konsen lagi, pikiran2 yg tidak2 mulai penuh dikepalaku semakin kupikirkan semakin aku mulai mersa resah…
Karna udah gelisah akhirnya aku meminta ijin untuk pulang duluan pada guru… meskipun awalnya gak diijinkan tpi karena gelisah terus menerus akhirnya kau pun pura2 sakit….
setelah turun dari bis dengan berjalan cepat kerumah dalam pikiranku sudah gelisah terus…
dan, Yah ternyata benar saat sudah memasuki tikungn dekat rumah aku meliahat ada sepeda motor milik dicky udah terparkir disana… aku pun melihat pintu toko setengah tertutup.. itu sih tandanya mama sedang sibuk dibelakang…. dari situ Aku sudah bisa menerka apa yang mungkin terjadi didalam rumah
Karena sepertinya kalau aku mengintip mereka dari toko seperti kemarin mungkin aku agak kesulitan karena pintu kios harus kubuka penuh dulu agar bisa masuk….
akhirnya kuputuskan masuk lewat belakang rumah, lagian kalo lewat pintu belakang mungkin aku bisa melihat kegiatan mereka dengan lebih jelas…. Cepat – cepat aku berjalan ke belakang rumah, aku beruntung saat itu karena pagar belakan rumah tidak dikunci… perlahan2 aku masuk melewati tempat jemuran sambil mataku lirik kiri dan kanan memastikan tak ada yang mengetahui, karena jika kethuan mungkin aku gak bisa menonton adegan mama dan Dicky
Sampai di pintu dapur yg terbuka aku mulai mengintip, tapi anehnya saat itu ruang tamu yang kelihatan jelas dari situ sepi tak ada orang
“wah, kemana nih mereka berdua”kataku dalam hati….. Aku mencoba untuk menenangkan diri dan mengambil nafas dahulu sambil memastikan tak ada yang melihat aku disini….. Menunggu, menunggu lama aku mulai putus asa juga saat itu….. Tapi samar2 aku mendengar suara seperti orang ngobrol dari arah kamar milik mama
“Oh iya….. Dikamar mama!!!!!… aduh bodohnya aku!!!”k ataku dalam hati
kulepas sepatu agar tak terdengar suara… lalu berjalan ke arah kamar mama. Sial pintunya tertutup …..
lalu aku coba mengintip dari lobang kunci pintu.. ternyata tak terlihat sama sekali…. aku pun cepat2 mengambil kursi plastik didapur lalu mencoba ngintip dari lobang ventilasi atas pinti kamar….. dengan dada yang berdebar debar aku naik perlahan
oh gila…. pemandangan pertama yang kulihat.. mama sedang telanjang bulat tidur terlentang dan si Dicky disampingnya hanya mengenakan kemeja putihnya tanpa celana sedang memeluk pinggang mama
aku baru sadar payudaranya mama lumayan besar,sungguh berbeda saat dia menggunakan kaos, sedangkan vaginanya tak kelihatan sama sekali Cuma bulu2 tebalnya aja
ini pertama kalinya aku melihat mami telanjang bulat dalam hidupku ,bersama seorang lelaki lagi.. jantungku berdebar kencang sekali takut ketahuan….. tapi untung tempat tidur berlawanan arah dengan pintu pakam jadi kemungkinan ketahuan lebih sedikit
yang terlihat mereka bukan sedang bercinta tapi hanya peluk2an dan cium2an aja… aku nunggu agak lama tapi hanya itu aja yang mereka lakukan…. “wah aku telat nih”dalam hati. aku gak sempat melihat mereka berhubungan bdan
tapi saat itu penisku sempat menegang keras, aku juga gak tau kenapa… setelah kira2 10 menitan kulihat Dicky bangun lalu mengenakan celananya… Sial ternyata mereka sepertinya sudah mau udahan
Aku pun cepat2 turun lalu mangangkat kursi plastik menuju dapur sambil mencari tempat bersembunyi lagi. tak lama kemudian mereka keluar dari kamar dengan pakaian lengkap lalu berjalan menuju ruang tamu…
Diruang tamu terlihat mereka bercanda lepas seperti sepasang kekasih.. mama saat itu duduk di pangkuannya Dicky
berkali kali aku melihat tangan Dicky meraba2 tubuh mama. mama Cuma ketawa2 aja
ehh tapi tunggu… tak lama kemudian aku melihat mama berdiri lalu melorotkan celana ketat pendek dari kolor miliknya tanpa membuka kaos…
tangan dicky pun langsung hinggap divaginanya langsung digosok gosok
“akhh…….” kulihat mata mama terpejam agak lama..
mungkin karena udah nafsu tangan mamapun menarik resliting celana abu2 milik Dicky menarik penisnya keluar lalu tiba2 langsung menduduki Dicky
“Achhhhh….. Masukk!!!!!” samar2 kudengar
“Enak,tant?”
“He’em enakkkk uhhhh!!!”uhhhh”uhhhhh”
dari belakang mereka kulihat jelas penis Dicky masuk secara mutlak kedalam vagina mama… Dicky menggerakan pantat mama naik turun berkali kali meskipun terlihat agak berat… Sedangakan mama hanya diam pasif meskipun berada diatas Dicky
“ahhhh…. emmhhhhh” ahhhhh!!!!! lagi, lagi, lagi“ kata mama
penisku pun ikut berdiri saat mendengar mama yang sedang menikmati persetubuhan itu
kira2 20menit kemudian mama pun mencapai orgasmenya saat diatas Dicky. ku ketahui setelah kulihat tubuhnya mengejang
dam mulutnya terbuka tapi tak bersuara sambil memeluk dicky dengan begitu kencangnya…

“belum keluar ya punyamu ?” kata mama
“isapin yah, biar cepet keluar?”sambung dicky
mama menggeleng gelengkan kepalanya tanda menolak lalu berkata “jijik!!! tante belum pernah”
“makanya dicoba donk,tant” kata dicky sambil sdikit mndorong mama agar jongkok di depannya…. tiba2 aja kepala mama pun ditarik Dicky dengan cepat kearah penisnya dan langsung masuk.. awalnya seperti dipaksa tapi lama lama mama nurut aja dan ngisep penisnya dicky.. aku baru tau ternyata Dicky benar2 hebat dlm urusan wanita, mama aja dibuatnya nurut seperti itu
10 menit kemudian dicky pun melepas spermanya ke mulut mama,,, mama pun langsung muntah saat itu ….
dicky hanya ketawa saat itu….. mama pun berjalan kearah dapur sepertinya mau mencari kain lap untuk muntahannya .
karena tak ingin ketahuan aku pun segera pergi dari dapur lalu bersembunyi di luar pagar belakang rumah……
sejak saat itu Dicky sering Bolos sekolah dan kerumahku dengan alassan yang aneh2… sedangkan aku masih aja stuck dengan DILEMA antara Iya dan tidak untuk membiarkan mereka

sejak saat itu Dicky sering Bolos sekolah dan kerumahku dengan alassan yang aneh2… sedangkan aku masih aja stuck dengan dilema antara Iya dan tidak untuk membiarkan mereka
andai saja aku bisa tegas mungkin mereka bisa kucegah…..mamaku dan sahabatku!!!! sungguh tragis
aku sakit hati jika mengingat mereka melakukan itu. Keluargaku sudah hancur
apa jadinya jika papaku tau apa yang mereka lakukan dibelakang papa
waktu berjalan seminggu….. hampir setiap hari Dicky membolos dan setiap aku pulang aku selalu menyempatkan diri mengintip mereka.. ternyata aku baru tahu alasan bahwa mama memang sengaja mengenakan celana kolor prndek dirumah 1 bulan terakhir ini karena diminta oleh Dicky.
setiap ku intip diruang tamu pasti mama hanya mengenakan kaos tapi tanpa bawahan. tak tau mengapa itulah yang sering kulihat selama seminggu terakhir saat ngintip mereka
Pernah suatu kali aku pulang sekolah aku melihat motor Dicky udah terparkir di depan rumah
“si Setan ini pasti lagi gituin mama nih”dlam hati.. iseng2 aku coba ngintip ruang tamu lewat toko.. tapi ternyata Cuma ada dicky seorang disitu sedang menonton TV. Mungkin mereka sedang tak “maen” hari ini pikirku

…. “Clackkk” aku membuka pintu lalu duduk disamping Dicky. kami tak banyak cerita saat itu…. tapi tiba2 dari arah dapur mama datang hanya mengenakan kaos tanpa lengan tapi bawahnya tak tertutup sama sekali… kami begitu kaget apalagi mama, “wow bulunya”kataku dalam hati sambil memandang terus ke arah vaginanya.. mama pun hanya diam lalu seolah bingung mau kemana …..mama lalu berjaln ke arah kamarya
Tapi Enth kenapa mungkin karena shock ato kaget apalah mama berjalan biasa tanpa menutupi vaginanya yang sedang terekspos saat itu(mungkin karena udah sering kali ya hehehe)
waktu berjalan hampir sebulan aku sampai bosan ngintip terus….sementara hubungan persahabatnaku dengan Dicky makin renggang meskipun dia masih sering menjemput aku saat berangkat sekolah tapi tetap aja kerenggangan itu tetap ada
begitu juga dengan mama, kadang aku pulang sekolah mama gk pernah menyiapkan makan siang, jadi biasanya pulang sekolah aku jajan dahulu setelah sampai rumah langsung masuk kamar dan tidur hingga sore sehingga komunikasi seolah hilang dalam sebulan terakhir itu
kadang saat pulang sekolah aku ingin ngobrol dengan mereka berdua tapi tetap aja ada rasa malas… yahh meskipun mereka tak tertangkap basah lagi “berbuat” tetap aja aroma2 sehabis mereka mesum di rumahku masih tercium… itu membuatku malas ngumpul2 lagi meski tiap hari ketemu
hingga pada awal januari 2011…..
saat itu aku berangkat sekolah dengan bus setelah sampai sekolah aku bertemu Dicky di kelas, entah kenapa hari itu tiba2 dia menghampiri aku yang sedang berjalan keluar kelas.. kami pin berjalan bersama untuk nongkrong sebentar di depan sekolah karena itulah kegiatan yang sehari-hari kami lakukan saat bel tanda masuk kelas dibunyikan…..
terlihat dia agak canggung saat mengajaku ngobrol
“eh sob….. aku pengen ngomong sesuatu nih”
“apaan?”kataku sambil melihat tingkah anehnya saat itu
“kamu pengen ngetot gak?”
“hah? serius!!!?” kataku agak curiga saat itu
“serius ni, mau ga?”
“mau banget!!!! sama siapa?” tanyaku agak curiga bercampur serius
“sama tante Sinta,mamamu”katannya sambil cengengesan
“woo, dasar setan….!!!! kamu mau aku hajar?”kataku pura2 marah . Meskipun sebenarnya aku gak terlalu menaggapi ocehan dia.. Yang kupikirkan saat itu adalah apa yang sebenarnya dia ingin katakan & apa yang sebenarnya ingin direncanakan oleh dia…..
iseng2 aku bertanya
“emang kamu pernah gituan sama mamaku?”
“hahaha ya jelas belum lah”
“aku Cuma bercanda kok,sob .. Jadi jangan masukun dalam hati ya?” katanya lagi
“tapi kalo kamu emang pengen ngrasain enaknya gituan sama tnte Sinta mungkin aku bisa rayuin, supaya dia mau”
katanya dengan suara agak ragu2 tapi hati2
“ahh aku gak percaya”sambungku
“heh, beneran tante Sinta pasti mau”kata dia
“ohh gitu ya!!!! aku tahu sekarang, ternyata kamu selama ini sering godain mamaku!!!”
“eh eh, bukan gitu sob, aku tuh Cuma nebak2 aja apa pikiran tante Sinta.. Soalnya aku hafal tipe wanita yang butuh kasih sayang itu seperti apa” dalihnya sambil sedikit ketawa agr suasana tak bertambah panas
aku terdiam sebentar
“Gimana masih mau gak? yang tanggung resikonya aku” katanya dengan ngotot
“gak deh.. masa aku gituin mamaku sendiri, dosa tau ga? kataku agak malu setengah mati
“dosa pikirin belakangan!!!… kamu belum jg pernah gituan kan?blom pernah ngerasain enaknya jg kan?” katanya agak sedikit memaksa
“tar aja, aku pikir2 dulu” kataku saat itu sambil meninggalkan dia di depan sekolah
setelah pelajaran dimulai aku sudah mulai tidak konsen lagi.. pikiranku selalu mengingat apa yang dikatakan Dicky tadi
ahhh sialll!!!!! kenapa aku jadi mikirin hal kaya gini sih. aku gak mau merusak keluargaku ,jadi tawaran itu harus kutolak
tapi… saat istiraht dicky kembali menemuiku dan kembali membahas hal itu dan terus menerus meyakinkan aku bawa tak akan terjadi apa2. aku memang sempat tergoda tawarannya itu tapi kemudian langsung kutolak lagi….
“ini pasti strategi dia agar aku bisa mengijinkan agar dia dengan bebas bisa meniduri mama semau dia”
kataku dalam hati

pelajaran pun mulai lagi… dan kembali aku mulai bimbang dan dilanda Dilema antara Iya dan tidak dengan tawaran Dicky. Saat itu juga pun aku langsung teringat pada tubuh telanjang mama saat kuintip dia bersama Dicky… aku membayangkan bagaimana bentuk vagina mama yang memang selama ini hanya bisa kulihat samar2, lalu bagaimana dengan payudaranya yang bulat dan puting berwarna coklat itu sedang terlentang diatas ranjang… penisku berdiri keras sekali saat itu tak bisa dipungkiri aku juga memang ingi merasakannyaa juga…… tapi apakah sepadan dengan jika akhirnya Dicky juga akan meniduri dia bahkan mungkin didepanku….
bayangan akan tubuh bugil mama seakan membutaku tak bisa konsentrasi lagi… setiap saat selalu muncul saja seperti itu membuat aku semakin bimbang hingga tanpa terasa bel akhir pelajaran pun dibunyikan
saat diparkiran Dicky pu langsung menghaampiriku dan bertanya lagi
“gimana, jadi ga?”
aku hanya diam sambil berpikir
dicky pun langsung menyambar
“udah gak usah dipikir… nanti aku yang rayu tante Sinta, tapi kamu yang gituin dia, gimana?” katanya sambil menyerahkan helm dan bergegas naik motor
entah kenapa aku hanya nurut aja saat itu.. kami pun bergegas pulang kerumahku dengan hati yang was was terutama aku
waktu bersa begitu lambat meski Diky memacu kendaraanya hingga 80KM/jam….. aku terus menerus gelisah dan juga sedikit ngaceng karena membayangkan tubuh bugil mama
Akhirnya kami tiba dirumah
kamipun langsung turun dan berjalan menuju ruang tamu…. saat berjalan aku melihat mama sedang duduk di toko kelihatan sedikit sibuk dengan pembeli…… kamipun langsung duduk disofa ruang tamu
jantungku udah berdetak kencang sekali saat itu karena aku tak menduga sama sekali akan menjadi seperti ini
dicky pun berdiri saat itu lalu mengajaku becara “gimana?siap belom? hehehe” katanya sambil ketawa mencairkan suasana yang tegang itu sambil berjalan ke arah pintu toko yang hanya tertutup oleh gorden itu lalu membukanya
dengan nada biscara penuh canda Dicky memanggil mama
“Tant, sini donk’
“bentar, baru ngtung duit nih”jawab mama
“ayok donk sini” kata Dicky sambil menghampiri mama yang kulihat sedang menghitung uang di meja etalase…. Dicky menarik tangan mama dengan lembut lalu menariknya ke ruang tmu. mama pun anehnya nurut gitu aja saat digandeng ke dalam.. setelah sampai diruang tamu dicky berkata kepadaku
“aku yang pemanasan, kamu yang gituin yah?” katanya sambil memainkan mata kepadaku. Dicky memberi kode Jempol saat itu sambil tersenyum penuh maksud
sedangkan mama hanya diam dan trluhat gugup dan bingung tapi hanya nurut aja saat mengetahui Dicky berkata demikian….
Dicky menggandeng mama menuju kamarnya… sebelum menutup pintu Dicky tersenyum dan berkata “tunggu bentar ya”
aku menunggu diruang tamu dengan jantung berdebar2 dan bimbang harus bagaimana setelah menunggu 5 menit belum juga Dicky keluar dari kamar. akupun memilih untuk mengganti pakaian dahulu
“kok Dicky lama … apa mungkin dia ngicipin vagina mama dulu lal baru aku yang diberi sisa2nya?”tanyaku dalam hati dengan bimbang
aku kembali ke ruang tamu tapi saat itu kulihat pintu kamar mama udah terbuka…
dicky pun lekas memanggilku….. Dengan langkah yang perlahan aku masuk ke kamar.. begitu masuk aku disuguhkan pemandangan indah
mama sedang telanjang bulat terlentang diatas tempat tidurnya…. kedua kakinya sedang terkangkang seolah sudah siap untuk di setubuhi… Dicky memanggilku lagi agar aku bergegas masuk kedalam kamar……
saat aku berdiri disamping mama . aku dan mama saling berpandangan sejenak lalu mama memalingkan mukanya kearah lain, mungkin karena malu… pahanya yang tadi terbuka lebar pun mnutup sendiri
aku sendiri hanya salah tingkah karena bingung harus ngapain
saat itu terlihat jelas baik aku dan mama sedang malu-malu tapi mau……
“duduk disini”kata Dicky sambil berdiri dan menyuruh aku duduk di semping tubuh telanjang mama
sambil memperhatikan tubuh mama dengan dekat, aroma tubuhnya benar benar membuatku tak berdaya
tangan kanan mama menutupi wajahnya sendiri, tangan kirinya mengelus elus rambutnya sendiri yg mulai acak2an
oh, sungguh pemandangan yang sangat indah sekali

“ayok cepat disikat aja, tante Sinta udah nafsu juga kok…. jangan malu2!!!!” kata Dicky kepadaku tanpa ada rasa ragu atau bersalah karena kata2nya saat itu didengar oleh mama
aku tak terbiasa dengan ini apalagi jika diperhatikan oleh Dicky… tapi karena Dicky yang dari tadi hanya ngomel2 terus karena aku yang tak kunjung mulai2 akhirnya kau berinisiatif meraba paha mama dan mengelusnya.. kuelus2 dari arah luar sampai dalam hingga mama yang awalnya tegang bisa sedikit lemas,,, pahanya yang tadi merapat pun mulai membuka sedikit…..
Dicky berkata kepadaku
“aku mo nutup toko dulu, kmu garap aja… sampe puas”katanya tersenyum sambil berjalan keluar kamar dan menuju toko
disaat itu aku masih aja bimbang harus bagaimana dulu dikarenakan aku memang sangat buta dalam hal ini disamping itu mama pun hanya diam menutup wajah dan mengelus rambutnya… aku bahkan gak tau mama udah terangsang atau belum
yah jadi dilema lagi…….
tak lama kemudian Dicky masuk ke kamar lagi dia pun berkata
“loh!!!! kok belum”katanya saat itu penuh kecewa
“ayo donk rio….. sikat aja, jangan malu2 lagi” sambungnya
mungkin melihat aku dan mama yang masih sama2 kaku dan terdiam Dicky pun lal mendekati kami
“liat nih” katanya saat itu sambil meremas2 kedua payudara mama dng jari kirinya… tak mau kalah jri kanannya menarik wajah mama dan merka pun langsung berciuman mesra
“clkkkk..clkkkk” suara lidah bercampur air liur mereka saat berciuman
“emmhhhh’suara mama ketika bibir mereka saling bertemu
wow… sungguh Dicky benar2 mahir dalam bercumbu dengan wanita
kira2 2 menit mereka salin bercumbu sedang aku hanya mengelus2 paha mama….. Dicky pun berdiri lalu berpindah ke blekangku tanpa kompromi kedua tangannya memegan paha mama lalu membukanya dengan lebarsehingga kami berdua bisa melihat dengan jelas bentuk vagina mama
basah disana apalagi ketika Dicky menusukan jarinya kedalam vagina mama dengan kasar dan langsung dikocok –kocok hingga keluar suara “clak-Clak”
“akhhh!!!! akhhh!!! “ hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil matanya terpejam
Dicky menarik keluar jarinya yang basah akibat lendir milik mama lalu memasukan jarinya kemulut mama…..
mama hanya menurut aja seolah pasrah mau diapa2in…….
Dicky hanya tersenyum puas melihat mama, sedangkan aku tersenyum kagum melihat mereka
Sesudah puas Dicky pun berdiri lalu mengambil tas rasnselnya
“ya udah aku tinggalin kalian berdua, toko udah ditutup kalian bisa bebas gituan” katanya

Setelah keluar kamar tak lama kemudian kudengar suara motor nya lalu pergi… aku pun kedepan untuk memastikan nya
sambil mengecek seluruh pintu…..
pada saat aku kembali ke kamar mama aku mulai merasa ragu lagi…. tapi mengingat apa yang udah terjadi tadi danjuga Dicky yang udah pergi aku pun memberanikan diri… saat didepan pintu kamar aku melihat mama yang masih telanjang kedua pahanya pun masih terkangkang membuat aku semakin berani
dengan perasaan yakin aku pun mulai dengan berani meremas dada mama
jari tanganku yang satu lagi pun tak mau kalah langsung menekan ke arah vaginanya
mama masih diam aja….. aku sudah tak peduli lagi vaginanya pun ku kocok menggunakan 2 jari sekalaigus seperti yang dilakukan Dicky

dampaknya pun mulai terasa.. mama yang awalnya hanya menutup wjahnya mulai berani memperlihatkan ekspresinya
akupun mulai lebih berani memainkan jariku… jari kiriku membuka2 libianya sedang jari kanan mengocok kedalam
dan benar tak lama kemudian
“akhhhh….. akhhh!!!!” kata pertama yang keluar
aku pun mengeluarkan penisku lewat resleting celanaku sambil kukocok2 sendiri penisku
mama ternyata menikmati rabaanku, aku sendiri udah tak tahan lagi.. akupun lekas melepaskan celanaku
lalu bertanya kepada mama
“ mah… aku boleh masuk?” dia masih diam
lalu penisku ku gesek2kan ke puting susunya sambil bertanya lagi…..
mama membuka matanya lalu memandangku sebentar kemudian menganggukan kepalaanya menandakan setuju
denagn tak sabar langsung naik ke atas ranjang… tanpa kusuruh mama mbuka pahanya lebar sehingga aku bisa merapatkan tubuhku
“akhhh” suara mama keras ketika penisku kutusuk pertama kali ke vaginanya
oh gilaaaa, apakah ini yang dinamakan bersetubuh itu…. sangattt nikmat kurasakan
penisku terasa hangat dan seperti tersedot kedalam vagina mama. Pokoknya berbeda sekali rasanya dengan onani
aku terus menerus menekan dan menarik dengan cepat pantatku ini menimbulkan perasaan nikmat tiada tara. semakin kutusuk semakin keras penisku dan semakin enak kurasa
“emhhhh…. ahhhhh… ahhhh…. ahhh” mama medesah sesekali sambil menutup rapat kedua matanya seakan menikmati tiap detik ketika penisku keluar masuk
baru 5 menit tiba2 saja tubuhku tegang sekali dan…. spermaku pun lepas masuk dengan sangat deras kedalam vagina mama, oh nikmatnya..
kubiarkan penisku didalam sejenak, aku lemas, kdua lututku teras ngilu sekali.. inilah pertama kalinya aku merasakan sensasi senikmat itu yang mungkin takan pernah kulupakan….
baru semenenit didalam penisku mulai membesar lagi, langsuang saja akupun menggerakan pantatku maju dan mundur meskipun tak sekencang saat yang pertama tapi rasa nikmat yang datang tak kalah hebat dengan yang tadi….
kugerakan perlahan-lahan sambil kedua tanganku mengelus paha mama dan kunikmati setiap detik dengan memejamkan mataku
“ahhh ahhh ahhh”tak kuasa kubendung suaraku
penisku menegang keras lagi..
“emhh… emhhh” suara mama seolah tak mau kalah dengan suaraku
30 menit berlalu aku udah keluar didalm sebanyak 3 kali lalu kucabut penisku..dengan sedikit tenaga yang tersisa aku meninggalkan mama telanjang bugil dikamarnya sedang aku menuju ruang makan.. rasa cape, lapar membuatku tak berdaya.. sehabis makan aku pun kekamarku, aku sempat lewat kamar mama dan kulihat dari luar mama sedang tidur dengan selimut yang menutupi bagian bawahnya sedangkan bagian dadanya dibiarkan terbuka wajahnya masih manis dan tetap terlihat anggun meskipun sehabis begituan…. saat melihat wajah mama aku merasa bersalah dengan apa yang baru kulakukan, ini adalah dosa terberat yang aku lakukan terhadap keluargaku sendiri
rasa kenyang dan cape membuatku tidur terlelap hingga aku bangun pada sore harinya
entah mengpa aku dan mama tak saling bicara hari itu mungkin karena rasa bersalah yang sama2 kami berdua rasakan…
sehabis makan malam akupun langsung menuju kamar.. dikamar aku masih saja teringat akan kejadian siang tadi..
aku merasa sedih dan bersalah hingga tanpa kusadari air mataku menetes
wajah yang kuingat saat itu adalah wajah papa…
apa yang akan papa lakukan jika dia tau aku bukannya menjaga mama tetapi malah mincabuli mama, wanita yang mengandung aku selama 9bulan dan melahirkan aku dengan susah payah
ketika papa membanting tulang dan mencari nafkah agar aku bisa sekolah yang tinggi untuk menggapai masa depanku…….. kalau papa tau mungkin dia akan membunuhku saat itu juga….
“ah.. siallll kenapa aku jadi begini”

keesokan harinya aku berangkat lebih awal kesekolah dengan bus, di sekolah aku bertemu dengan Dicky
“sob, gimana yg kemaren?” kata dia mengagetkan aku yang sedang melamun di kelas
aku tak menjawab apa2 hanya ekspresi malu dan kaget yang terlihat dari wajahku
“kok lemas gitu? wah abis kerja keras seharian ya?” katanya lagi
“gak kok, aku Cuma nancep sekali”kataku dengan malu
“oh ya? masa Cuma sekali? wah gak seru tuh…. kamu mau lagi gak? klo mau, ntar aku yang rayu, kamu yang gituan lagi seperti kemaren?” katanya dengan berbisik sambil tersenyum penuh maksud

aku merasa aneh kala itu. meskipun kutolak tapi Dicky tetap aja mengiming-imingi aku dengan kata2 yang menarik, lama kelamaan aku pun mulai tergoda lagi dan akhirnya akupun menyerah dengan nafsu mudaku….
saat jam pelajaran pun Dicky pindah ke mejaku dan kami bercerita tentang mama.. meskipun saat kutanyai dia ngotot tak mengaku bahwa pernah meniduri mama.. sampai aku menyerah senidi.
Tak apala, mungkin dia malu atau takut jika aku marah
akhirnya setelah berembug lama kami pun memutuskan membolos saat instirahat dan langsung menuju rumahku
sesampai dirumah aku kamipun langsung menuju ruang tamu.. mama sedang ditoko..
Dicky langsung menuju toko dan langsung menggandeng mama keruang tamu saat itu….. mama hanya nurut sesekali ketika dibawa keruang tamu

sesampainya diruang tamu Dicky langsung memeluk mama dan mencium bibirnya seskali tangannya meraba selangkangan mama…. Wajah mama memerah apalagi ketika mengtahui aku yang duduk sedang menyaksikan mama dicium mesra.. dan terlihat mama sangat gugup saat itu
“sob, tokonya ditutup aja biar kita bebas ngapa2in” kata Dicky sambil memberi kode kepadaku . dengan langkah yang agak terseret2 aku bergegas menuju toko dan menutup pintu toko, ketika aku kembali ke ruang tamu kulihat mereka berdua sudah duduk di sofa panjang sambli berciuman dan tangam milik Dicky udah masuk kedalam kaos milik mama dan meremas2 payudaranya….. penisku langsung tegang saat melihat mama diraba2 oleh Dicky… aku begitu tegang melihat mereka jadi aku berinisiatif menuju kamar dan mengganti pakaianku agar aku bisa lebih tenang…. setelah mengganti pakaianku aku langsung menuju ke ruang tamu..
saat itu mama udah tak mengenakan kaos sehingga payudaranya terlihat jelas begitu indah, paduan kedua puting coklatnya seolah membuat payudara mama terlihat begitu sexy….
ketika menyadari aku yang sudah ada di depan mereka Dicky menghentikan cumbuan terhadap mama, mama sendiri Cuma diam sesekali menunduk sambil membenahi ujung rambutnya yang basah oleh keringat…
“sob, aku mau pulang nih, kmu aja ya yang lanjutin” katanya
“kenapa buru2? lanjut aja.. aku gak marah kok, suer!!!!!” kataku sedikit heran dengan tingkah dia
“aku agak kecapeaan hari ini, pengen pulang aja” katanya lagi sambil mengambil tas lalu mengambil helm dan kunci motor diatas meja…
Aku agak heran dengan tingkah dia hari ini, mama pun sama terlihat dari ekspresi wajahnya yang mulai bingung..
akupun langsung mengantar Dicky kedepan rumah, kutawari dia sekali lagi untuk masuk kedalam, tapi dia menolak.. heran juaga aku dengan tingkahnya.. tapi tak apa, mungkin ini juga bagus untuku, agar aku bebas seperti kemarin…hahaha
Setelah Dicky pergi aku pun masuk kembali kerumah, aku duduk disamping mama yang masih telanjang dada saat itu….
“mah, pintu belakang udah dikunci?” tanyaku
“oh iya…!!! tunggu bentar, biar mama cek dulu”katanya sambil berjalan cepat menuju kebelakang….
setelah kembali dari belakang
“mah sini, duduk dipangkuanku” kataku dengan sedikit menarik tangannya, mama sedikit senyum lalu segera duduk menghadap aku dipangkuanku…. segera tangan kiriku menarik pinggangnya sehingga membuat tubuh mama lengket dengan tubuhku..
langsung segera kucium lehernya dan tangan kananku meremas2 bokongnya yang masih tertutup celana kolor ketat berwarna merah itu…
“emmhhh” katanya begitu kucupang lehernya lalu berlanjut menciumi ketiaknya yang berbulu tipis lalu naik ke pipi
sampai akhirnya bibir kami bertemu…. lidahku langsung disedot oleh mama dengan rakus..
kdua tangan mama memeluk kepalaku dan mengelus rambutku selagi bibir kami saling sedot menyedot
“clkkk clkkk’ suara lidah bercampur air liur ketika kami bercumbu
“mah lepasin celanya, aku pengen liat ituhnya” kataku, dengan tersenyum manja mama berdiri dan langsung melorotkan celana kolor beseral celana dalam turun dan lepas dari kakinya….
wowww… pemandangan indah dan harum semerbak langsung tercium dari hidungku… tanpa menunggu lama mama pun langsung kudorong kesofa dengan posisi terlentang, kuhujani wajahnya dengan ciuman tanpa henti mama hanya memeluk aku sambil bibirnya ikut mencari2 dimana bibirku meskipun akhirnya bertemu….
tangan kiriku meremas kedua susunya dari kiri kekanan bergantian terus menerus hingga nafas mama mulai tak beraturan..
tangan kananku turun kebawah pusarnya dan mencari cari dimana vaginanya, setelah dapat langsung lah ku raba dan kuelus, sesekali kutarik bulunya, ini membuat mama menjadi kesetanan dan semakin memeluk aku dengan erat
mama saat itu sungguh berbeda dengan yang kemarin yang hanya diam saat kuraba – raba…. setelah kurang lebih sepuluh menit kami bercumbu kukeluarkan penisku lewat lubang resleting san segera kutempelkan penisku yang sudah tegang ke vagina mama sambil ku gesek2kan ke klitorisnya…. ketika aku mau masuk tiba2 mama memeluku.. ini membuat penisku meleset dan gak jadi masuk…
mama memeluku sambil menciumi pipiku dia bilang
“sayang, maennya dikamar aja yuk, seperti kemaren… lebih enak”
segera kami berdiri, dan sambil bergandengan kami menuju kamar mama…..
setelah sampai aku langsung menutup pintu kamar dan menguncinya sedang mama hanya duduk di tepi ranjang sambil menunggu aku
“sayang lepas aja seragamnya, biar nanti gak kotor” kata mama
dengan cepat aku melepas semua pakaian yang aku kenakan sampai kaos dalam pun hingga aku telanjang bulat.
mama hanya tersenyum nakal melihat penisku yang tegang itu bergerak naik turun sendiri…..
mama langsung tiduran terlentang diatas ranjang, segeralah langsung ku naiki tubuhnya lalu kuciumi bibirnya, sedangkan penisku kutekan2 kearah selangkangannya mencari lubang vaginanya … tapi karena Cuma bergesek2an dan tak masuk2 juga tubuh mama bergerak gerak sendiri seolah olah mencari juga dimana letak penisku, sampai karena putus asa tangan mama menangkap penisku lallu menekan kearah vaginanya… pelan pelan dan lalu…. sleebb…. penisku pun tertancap kutekan sampai pangkal pahaku menempel dengan milik mama lalu kubiarkan penisku didalam sebentar..
ini membuat mama menjadi tambah liar, pantatnya bergerak2 sendiri dan vaginanya seperti menyedot dan menjepit keras penisku
“sayangghh… cepet gerakkinn…. ahhhh… mama gak tahannn…kamu jahattt!!!” sambil menarik2 pantatku
tak tega melihat mama yang tersiksa aku pun langsung menekan naik turun
“ohh.. gitu sayangghhh… enakkk..” katanya sambil memejamkan matanya…
oh begitu nikmat saat itu ditambah lagi melihat ekspresi wajah manis mama yang sedang nafsu ingin disemprot rahimnya membuatku semakin tak tahan ingin keluar
20 menit kemudian
“mahh… aku keluarrr”kataku sambil menekan dalam2 penisku
“AKHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” mama menjerit keras dan kurasa vaginanya berkontraksi dan menjepit penisku dengan keras
“akhhh —akhhh—- ahhh!!!!” suaranya seolah tak mau berhenti… sepertinya dia juga abis orgasm sesaat setelah ku keluarkan maniku didalam… penisku kutari keluar dan kulihat vagina mama membuka dan menutup sendiri sepereti sedang bernafas dan pinggulnya masih bergerak gerak kaku meski penisku udah keluar, wow sungguh pemandangan yang indah tapi aneh…..

Lalu kurebahkan tubuhku disamping mama yang sedang lemas sambil mengambil nafas sejenak dan memandangi wajah mama yang penuh dengan bintik2 keringat….
Saat udah tenang mama memiringkan badan kearahku, kami berpandangan lama saat itu sebelum khirnya mama mencium keningku
“mama gak nyangka bisa tidur dengan kamu 2 kali”katanya dengan wajah masih lemas
“tapi mama bahagia sekarang” sambungnya
“papa gimana,mah?”kataku… wajahnya agak sedi ketika kutanyakan itu
“maaf mah”
“tak apa, kita jalani dulu aja…. jangan bialang papa, nanti dia marah”
“iya mah, aku janji jaga rahasia” kataku sambil tertunduk dan merasa seperti bersalah saat itu, mama yang melihatku agak bersedih langsung merapatkan tubuhnya dan mengelus rambutku
“mau mama isepin itunya ga?”katanya dengan tersenyum nakal.. aku pun langsung semangat lagi saat itu…….
Setelah melakukan 3 kali siang itu aku dan mama tertidur pulas hingga sore hari.. Setelah bangun aku langsung menuju ruang makan dan ternyata mama masak banyak hari itu ada ikan,ayam, dan sayurannya banyak beraneka ragam jenis.. sepertinya dia sanngat senang hari itu……
malam itu aku pun tidur di kamar mama, tapi kami tidak “gituan” malam itu………
Bangun pagi aku merasa segar dan senang, setelah sarapan aku langsung berangkat sekolah
tapi aku tak bertemu Dicky disekolah, aku pikir dia kerumahku.. Tapi setelah pulang sekolah aku juga tidak menemui dia dirumah, setelah kutanya mama katanya kata mama Dicky tak datang hari itu..
Keesokan harinya pun begitu, Dicky tak menjeput aku dan disekolahpun dia gak ada, aku mulai bingung saat itu
“apa dia sakit?” tanyaku pada mama setelah aku baru saja sampai kerumah
“Semalam mama telfon juga gak diangkat” kata mama juga saat itu sambil duduk merapat ketubuhku
“mungkin dia udah bosen sama ini” kataku sambil meraba payudara mama
“sayang, bosen ga sama mama”
“Ga akan bosen mah, walaupun tiap hari” kataku sambil mencium bibir mama
Akhirnya siang itu aku memulai tanpa Dicky…. Kami melakukannya seharian penuh dikamar dan si ruang tamu
Keesokannya pun begitu, bahkan aku sudah gak tidur dikamarku tiap malam melainkan tidur di kamar mama…
Seminggu kemudian…….
“sayang mama pengen ngomong” kata mama saat aku mau mnidurinya malam itu
“ngomong apa mah?
“tapi jangan marah ya, sebenarnya………..emmmm mama udah hamil 3 minggu”
“HAH? kok bisa? mama kok gak bilang dari kemaren2 sih!!! Mama kok gitu, ini kan permasalahan genting” kataku dengan nada keras
“Sebenarnya yang nyuruh Dicky, dan anak ini sebenarnya anaknya Dicky dan mama gak bisa bilang kemaren2 karena mama baru tau Dicky kabur tadi pagi wkatu nelfon ibunya Dicky”
SIALL SIALL oh sialnya aku, teryata selama ini Dicky meminta bahkan mengiming – imingi aku untuk tidur dengan mama itu ternyata adalah…… Sebuah PERANGKAP agar aku yang dikira menghamili mama dan agar dia bisa lari dari tanggung jawab……..

TAMAT


Liburan semester, Musa tak bisa kemana-mana, karena harus merawat mama-nya. Mamanya mendapat kecelakaan lalu lintas, hingga betisnya mengalami patah tulang dan tulang dekat bahunya juga patah. Dia harus dibawa ke ahli patah tulang, seorang dukun yang terkenal dari Sumatera. Sementara Papanya, harus dioperasi, karena perutnya sempat terburai saat kecelakaan terjadi. Papanya harus diopname dan masa krisisnya sudah habis, hingga baru dipindah dari ICU. Sedang Mamanya sudah dibawa ke rumah dari Dukun Patah Tulang. Musa sebagai putra tunggal, harus mondar mandir, rumah sakit dan rumah mereka. Dia juga menyediakan makanan untuk kedua orangtuanya.

Mamanya harus dipapah kalau tidak memakai tongkat. Musa yang duduk di semester 3 itu, harus siap mengurus kedua orangtuanya. Musa menyiapkan air panas untuk memandikan ibunya.
“Sudah Mama duduk dan saya akan memandikan Mama,” kata Musa yang sangat kasihan melihat mamanya, tak mampu mengangkat tangan kanannya dan harus bertongkat dengan susah payah.
“Tapi Mama kan tidak pantas kamu mandikan?”
“Kenapa?”
“Bagaimana mana mungkin kamu haerus memandikan Mama?”
“Ya mandikan saja. Buka baju dan aku akan memandikannya,” Musa tegas. Dia tak mau maamanya bertongkat lagi. Mamanya yang bertubuh mungil dengan berat badan 58 Kg itu dibopongnya dengan gampang. Terlebih Musa tuga kali semingu selalu latihan angkat besi sejak dia masih SMA. Musa mendudukkan Mamanya di sebuah bangku kecil, Kemudian kedua kakinya diselonjorkan ke lantai. Musa mulai mengangkat daster mamanya. Mamanya sangat keberatan. Tapi Musa tetap memaksa.
“Mungkin inilah pengabdianku, Ma,” katanya. Mamanya menatap wajah Musa sejenak. Musa tersenyum dan terus mengangkat daster mamanya ke atas dan Mamanya pun mengakat kedua tangannya. Kini mamanya hanya mengenakan celana dalam dan bra saja. Setelah itu, Musa mulai membuka ikat rambut mamanya, kemudian menyiraminya dengan air hangat yang ada pada ember besar. Sebuah gayung menyiduk air dari ember dan meluncur dengan beiungnya mulai dari ubun-ubun Mamanya. Kesjuru tubuh Mamanya sudah basah. Musa meneteskan shampoo ke rambut Mamanya, kemudian mengucek-ngucek rambut mamanya, lalu penyiramnya kembali dengan air, sampai rambut mamanya bersih dari shampoo dan beraroma wangi. Musa pun menyabuni tubuh Mamanya dengan sabun. Mulau dari leher, sampai ke bawah. Musa cepat melepas pengait Bra Mamanya. Dan tersembullah tetek Mamanya yang putih mulus.
“Ah.. kamu nakal…” bentak Mamanya.
“Harus semua bersih,” kata Musa. Saat itu, Tak bisa dipungkiri, kontol Musa langsung menggeliat. Musa pun menyabunui tubuh Mamanya, sampai kedua buah dadanya dia sabuni dari belakang.
“Kamu ini gimana sih?” kata Mamanya. Musa diam saja dan aterus menyabuni buah dada mamanya dan telapak tangannya mengelus pentil kedua buah dada itu.

Musa juga menyabunyi mulai dari ujung kakai Mamanya, sampai ke pahanya. Bahkan sampai ke pangkal pahanya. Musa memasukkan tengannya ke dalam celana dalam Mamanya. Saat Musa mulia menyentuh bulu-bulu halus di atas memek Mamanya, Mamanya mulai protes. Tapi sabun yang licin sudah membuat tanganMusa menyelusup menyabuni bulu-bulu memek Mamanya.

Setelah yakin semua tersabuni, Musa megambil gayung dan menyirami tubuh mamanya dengan air hangat itu. Yakin semua sabun sudah habis dari tubuh Mamanya. Musa mengambil handuk dan mulai melap rambut mamanya sampai kering, kemudian melap tubuh Mamanya. Musa juga melilitkan handuk pada pinggang Mamanya, Kemudian menurunkan celana dalam Mamanya.
“Kamu harus melakukannya juga?”
“Ya Ma. Tak baik memakai celana dalam yang basah. Harus kering,” kata Musa. Mamanya yang risih diam saja.
“Mama mau cebok bentar,” katanya. Musa mengambil sabun dan melepas handuk yang melilit di pinggang Mamanya, membuat Mamanya jadi telanjang bulat. Cepat Musa menyabuni memek Mamanya dan mamanya tak protes lagi, karena semua sudah terjadi.

Kembali Musa melap bagian tubuh Mamanya yang basah dan melilitkan kembali handuk pada tubuh Mamanya mulai dari pinggang. Musa punmembopong tubuh mamanya yang setengah telanjang itu ke kamarnya. Didudukkannya Mamanya di ranjang. Musa mengambil daster mamanya yang berih dan memakaikannya, tanpa Bra dan celana dalam. Setelah itu, Musa membaringkan Mamanya di tempat tidur, setelah menyisir rambut Mamanya. Dia mengambil makanan untuk Mamanya dan menyuapinya.
“Kamu baik sekali sayang,” kata Mamanya dengan suara haru.
“Bertahun-tahun Mama merawatku, kenapa aku tidak merawat boleh merawatmu, Ma”
“Kamu aku rawat ketika kamu masih kecil.”
“Andaikan aku kecelakaan sekarang, aku tidak boleh Mama rawat lagi?”
“Tentu aku akan merawatmu.”
“Sekarang aku sudah dewasa, apakah aku tidak boleh merawat Mama yang sangat aku sayangi?” tanya Musa. Mamanya terdiam sejenak.
“Boleh sayang. CUma saja Mama malu,”
“Malu. Lalu Mama harus menahankan rasa sakit tanpa perawatanku?”

Mamanya diam dan tertunduk, Kemudian emngkat wajahnya dan tersenyum. Musa menyuapi Mamanya dan dengan nyaman dan menjadi manja Mamanya pun menyantap makanan yang disuapkan ke mulutnya. Usai itu, Musa minta izin untuk mengantar nasi ke rumah sakit untuk Papanya. Mamanya ingin ikut, tapi dijanjikan hari minggu Musa akan membawa Mamanya untuk besuk Papanya yang udah keluar dari ruang ICU. Muswa juga berjanji pada Papanya untuk membawa Mamanya pada hari MInggu.

Dalam perjalanan, Muda terbayang terus akan tubuh Mamanya yang mulus, putih dan mulai timbul niat dalam dirinya untuk menyetubuhi Mamanya. Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, Musa terus membuka toko mereka dan ingin rasanya dia menutupnya akan bisa bertemu dengan Mamanya dan memandikannya lai pada sore nanti.

Pukul 16.30 Wib, Musa kembali ke rumah sakit membawa makanan dari restoran Padang, kemudian kembali ke rumah dengan membawa pakaian kotor Papanya. Dengan laju dia melarikan sepeda motornya ke rumah. Setiba di rumah dia langhsung menyiapkanm air panas untyuk mandi mamanya, setelah mamanya diberikan makanan mi goreng yang dibawanya. Mamanya tersenyum melihat pengabdian putra tunggalnya yang sudah berusia 20 tahun itu,.

Setelah semua siap di kamar mandi, Musa menubntut Mamanya utuk berdiri dari sofa. TV yang ditonton Mamanya dimatikan. Mie Goreng yang sudah dimakan di sisihkan. Tongkat dikeseampingkan. Atas permintaan Mamanya untuk latihan berjalan dia mau memegang pundak Musa dan dibimbing untuk melangkah. Musa memeluk tubuh Mamanya dan Mamanya memeluk pundak Musa. Saat itu kontol musa mulai bergerak-gerak lagi, saat tetek Mamanya menempel di tubuhnya.

Sesampai di kamar mandi, Musa mengangkat daster Mamanya dari bawah ke atas. Setelahterlepas, tubuh Mamanya benar-benar telanjang bulat. Musa membimbingnya untuk duduk di kursi dan rambut Mamanya dibungkus agar tridak tersitram air. Musa melepas pakaiannya, hingga hanya tinggal celana dalam. Dia mulai mengguyur tubuh mamanya.
“Sebenarnya Mama malu diperlakukan seperti ini,” kata Mamanya di sela-sela tangan Musa menyabuni tubuh Mamanya.
“Tak ada yang perlu dimalukan,”
“Karena Mama wanita dewasa dan kamu laki-laki dewasa.”
“Lalu kenapaq Ma?”
“Mama milhat kamu menelan semua tubuh Mama dengan tatapanmu dean membangjkitkan libidomu.”
Musa diam Dia terus menyabuni tubuh Mamanya dengan telaten dan mengelus-elus buah dada Mamanya saat giliran kedua buah dada itu disabuni.
“Sudah lama aku menginginkan seperti ini, Ma,”
“Menginginkan apa sayang,”
“Menginginkan melihat semua tubuhg Mama yang cantiok ini,”
“Apakah tubuh Mama masih cantik?”
“Masih Ma. Bahkan aku mengaguminya.”
Keduanya terdiam.
“Udah kamu mandi sekalian aja,” kata Mamanya. Maksud Mamanya mandi diguyur air, tidak harus telanjang. Tapi Musa justru dengan cepat melepaskan celana dalamnya, hingga dai juga bugil. Mamanya terkejut, saat melihat kontol Musa yang mulai mengeras dan besar serta Panjang. Dibuangnya wajahnya entah kemana agar tak terlihat, dia sedang memperhatikan kontiol anaknya itu. Saat musa bersabun, dia juga menyabuni kontolnya dna mengelus-elusnya, hingga kontolnya semakin besar dan keras. Sat itu Manahy amenyaksikan sendiri bagaimana keras dan besar serta panjangnya Kontol Muisa, lebih Panjang dan besar dibanding kontol Papanya sendiri.
“Kamu tidak malu?” kata Mamanya.
“Tapi mama yang menyuruh aku mandi sekalian.”
“Tapi juga kan tidka harus telanjang seperti ini?”
“Kalau telanjang juga kan gak apa-apa?”
“Tapi burungmu mengeras dan panjang?”
“Mama suka?” Musa to the point. Mamanya diam. Adea rasa suka, ada rasamalu dan ada rasa marah.
Musa memeluk Mamanya dan berbisik di telinganya.
“Ma, aku mencintaimu.” Kemudian dia menecup bibir mamanya dan mempermainkan lidahnya di sana. Lalu bibirnya turun ke pentil tetek mamanya dan memainkan kedua pentil tetek Mamanya
dan…

Tidak hanya memainka pentil Mamanya, Musa juga mulai mengelus tubuh Mamanya dan kemudian berakhir di selangkangan Mamanya. Musa merasakan ada sesuatu yang hangat di sela bibir memek Mamanya. Berlendir.

Musa tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan kemudian dia langsung mengulum kembali bibir Mamanya dan Musa yangsudah membaringkan Mamanya di atas rabnjang. dengan hati-hati memindahkan kaki Mamanya yang patah. Mamanya mendsis-desis. Kemudian Musa menjilati perut Mamanya, sampai akhirnya bermuara pada sela bibir memek Mamanya. Lidah itu menari-nari di sana dengan lincahnya.
“Musaaaa…..” suara Mama yang lirih. Musa tak menghiraukannya dan dia terus menjilati perut mamanya, kemudian kembali lagi terus ke memek mamanya. Sang mama juga meremas rambut Musa dan mendesis-desis.
“Jangan sayang. Ini tak boleh. Tak boleh…” kata sang mama mendesis-desis, namun remasan pada rambut Musa tak dilepasnya, malah mama menjepit kepala anaknya itu dengan kedua kakinya. Saat itu Musa merasa senang sekali. karena sebelah kaki mamanya yang kiri, sudah bisa ikut menjepit kepalanya.

Lendir membanjir keluar dari memek Mama. Perlahan Musa mengengkangkan kedua paha mamanya kemudian menindih tubuh mama yang terbaring. Dengan cepat Musa mengarahkan kontolnya ke memek mama dan menusuknya di sela bibir memek yang sudah berlendir itu.

“Akhhh….” mama mendesah. Musa secara perlahan terus menekan dan menekan kontolnya memasuki lubang mama. Mama memeluknya dengan kuat dari bawah sembari menggigit leher Musa.
“Aduuuuuhhhhh….” Mama menjerit kecil. Mulanya Musa kasihan, mana tau kaki mamanya yang patah itu tertindih olehnya. Namun kata aduh yang dikeluarkan oleh mama, sebuah kata aduuh karena nikmat. Musa menekan sejauh mungkin kontolnya memasuki lubang nikmat mama. Tak lama Musa merasakan buncahan lendir hangat memenuhi rongga memek mama dan mama pun melamaskan pelukannya. Musa mengerti Mamanya orgasme.

“Mama… mama sudah sampai….?” kata Musa sembari mulai memompa kontolnya perlahan-lahan dengan ritme yang tetap. Mamanya diam saja, Nafasnya masih belum bisa dia atur. Mama pun kemudian Mencubit pipi Musa dengan gemas. Musa semakin bersemangat, pertanda tidak ada yang harus diragukan lagi. Bibirnya menempel kembali ke bibir mama dan sebelah tangannya meremas-remas buah dada mama sedangkan kontolnya terus memompa lubang nikmat yang memancarkan aroma mesum.

“Mama aku sudah mau sampai…?” kata Musa, mempercepat kosokannya. Kembali Mama menjepit kedua kakinya ke tubuh Musa, walau kedua kaki itu hanya sebelah yang diangkat. Tangan mama memeluk erat tubuh Musa dan musa menekan sejauh-jauhnya kontolnya ke dalam lubang goa mama dan beberapa kali muncartlah sperma kental dari kontol Musa.

Nafas keduanya memburu, bagaikan kuda yang usai berpacu, kemudian tak berapa kembali norman. Kontol Musa mengecil dan terlepas sendiri dari dalam memek sang Mama.

Musa tidur di sisi mama dan membelai rembut mama. Musa mendengar ada suara isak tangis yang tertahan.
“Maafkan Musa Ma,” katanya.
“Tak ada yang perlu dipersalahkan. Kita berdua sama-sama salah, kenapa kita melakukan hal yang tak sepantasnya ini,” kata mama. Musa memeluknya dan mencium pipinya, sembari membelai lembut rambut mama.

Mama mengenang kembali segalanya. Belum pernah dia diperlakukan seperti itu. Memeknya dijilati dan dia bisa orgasme sampai dua kali. Bersama suaminya, dia jarang sekali bisa orgasme dan terakhir, setelah Musa berusia 3 tahun, boleh dikatakan, Mama jarang sekali mendapat sesntuhan dari suaminya.

Setelah semua reda, Musa memakaikan daster mama dan dia harus kembali mengantar nasi ke rumah sakit. Rumah sakit mengatakan, dalam minggu depan papanya sudah boleh pulang ke rumah dan harus dua hari sekali dibawa ke rumah sakit untuk berobat jalan. Musa senang sekali. Saat kepulangan papanya, dia membawa oibunya naik mobil ke rumah sakit dan betapa senangnya hati sang papa.

Seminggu sebelum penjemputan itu, antara Musa dan mamanya hampir setiap malam melakukan persetubuhan. Sang mama tidak malu-malu lagi, pada saat dia sangat membutuhkannya, dia tak malu merengek kepada Musa untuk disetubuhi.

Saat sang Papa sudah kembali dan harus mendekam terus di kamar karena belum bisa bergerak banyak dan dia tak boleh banyak bicara, saat ityu [ula Musa dan mamanyta bersetubuh di ruang tamu atau di ruang makan atau di dapur. Saat mamanya sudah bisa berjalan sendiri walau dengan tongkat, saat itu dia sadar, kalau dirinya sudah tidak haid lebih dari sebulan. Dibisikinya hal itu kepada Musa. Musa tersenyum, emendengar ada dugaan mamanya hamil,.
“Kamu ini bagaimana, aku hamil, malah kamu tersenyum senang,” kata Mama.
“Ya senang dong, mama. Sebentar lagi aku punya anak. Anak kita Ma.?
“Sssstttt…. jangan keras-keras, nanti kedengaran ama Papamu,” Mama menekan telunjuknya ke bibir Musa.

Selembar kertas dari laboratorium menyatakan hasil planotes yang diperiksa adalah positif, bayi dalam kandungan Mama berusia 35 hari.
“Apa yang kita lakukan sayang.” tanya Mama.
“Kita jaga kandungan Mama dengan baik,” kata Musa. Mamanya sangat terkejut kembali. Musa mulai menyampaikan rencananya dan mereka harus berterus terang kepada suaminya jika suaminya curiga. Sejak saat itu, keduanya tidak ragu-ragu lagi dan terus menerus melakukan persetubuhan. Papa pun sudah mulai bisa berjalan, walau dipapah. Tamu-tamu yang datang senyum-senyum melihat si Papa, walau sakit masih sangup melakukan persetubuhan. Tamu tidak menyangka kalau persetyubuhan itu adalah antara Mama dan Musa.

Hamil semakin besar. Saat itu si Papa langsung memangil mama dan Musa untuk berbicara di ruang tamu. Dengan hati-hati Musa yang mengerti perubahan wajah si Papa mengakui terus terang dan menyatakan itu adalah kekhilafan, dimana Mama sudah puluhan tahun tidak mendapatkan kepuasan bathin dari papanya.
“Maafkan kami Pa.” kata Musa menghiba minta diampuni. Papa tak menjawab dia hanya tertunduk. Mama merasa sedih sekali, karena dia sudah menghianati suaminya. Penghianatan bersama anak kandungnya pula.

Akhirnya si Papa mengangkat wajahnya dan dengan terbata berucap: ” hati-hatilah agar tiadak ada yang curiga atas hubungan gelap kelian ini,” katanya kemudian menundukkan wajahnya. Mama sedih, namun Musa tersenyyum dan menyalami Papanya dan mengucapkan terima kasih.

Sejak saat itu, Musa dan Mamanya sekamar. Mama pindah ke kamar Musam, karena si Papa tak mau lagi sekamar dengan isterinya.

Perut semakin besar dan hari yang ditungu tiba. Mama melahirkan.

TAMAT


Sepulang dari kuliah, saya diajak ibu ke pesta perkawinan keluarga di luar kota, yang jaraknya kurang lebih 200 km atau 4 jam perjalanan mobil kalau tidak lagi macet melewati Puncak. Pesta keluarga rencananya dilangsungkan sebentar Malam jam 19.00. sampai selesai. dan diperkirakan jam 22.00 akan selesai dan langsung pulang lagi ke rumah di Jakarta. Sesampai di tempat Pesta.. para sahabat dan keluarga banyak yang mengagumi kecantikan Ibu. Malah ada yang bercanda bahwa pasangan Kami (saya dan Ibu Kandungku) adalah ibarat pasangan suami isteri yang sangat serasi. Pokoknya diantara Keluarga dan sahabat , kami lah yang menjadi fokus pandang . Lebih wow… dibandingkan mereka yang sementara duduk dipelaminan malam itu.

Memang Kecantikan ibu tidak ada duannya, melebihi kecantikan tamu2 sebayanya yang hadir malah masih lebih cantik dan seksi dibandingkan Ibu-Ibu 10 tahun lebih mudah dari Ibu, walau pun sebenarnya Ibuku sudah terbilang umur 40 tahun. Ibu selalu menjaga kesehatan dan tidak pernah melupakan senam, Kalau dirumah selalu merawat tubuhnya, agar tetap fit , cantik dan seksi.

Tepat jam 22.00 , kami pamitan untuk pulang, maklum rumah sangatlah jauh dan bila tidak ada halangan mungkin sampainya dirumah sudah tengah malam atau jam 02 Pagi….. tepatnya setengah jam kemudian pk 22.30, kami telah meninggalkan tempat pesta dan saya langsung menancap mobil untuk pulang. dalam perjalanan tiba ibu mengingatkanku.. hati2 .. jangan terlalu kencang .. sayang !!!, jalannya sangat licin”, betul kata Mama, karena hujan yang turun mulai deras, mana lagi mendekati puncak semakin berkabut. Beberapa saat kemudian, Tiba2 stir mobil kurasakan sangat berat, ” Aduh Mamai…, Ban Mobilnya Kempes…”, secara refleks Ibuku menjawwabnya ” Cepat pinggirkan mobil kehalaman hotel terdekat … ntar nggak keburu … bisa —bisa kita ngadat di jalan .. mana hujan deras lagi”… iya Mam “jawabku singkat … sambil berbelok memasuki salah satu hotel berbintang yang ada di Kaki Lereng …Puncak.

Sebelum kami keluar dari mobil, Ibuku berkata, .. ” Sayang, kalau Ban Mobilnya Kempes dan gak bisa ditolong lagi…, kita harus menginap di Hotel ini, Besok pagi aja perjalanan kita lanjutkan”, dan memang keadaan yang mengharuskan kami untuk singgah bermalam…di hotel berdua dengan mama

Kami berdua dijemput dan diantar ke Resepsionis… , dan untuk mengurangi kecurigaan ,Ibuku langsung mencatat identitas kami berdua sebagai suami isteri , Ibu mengerling kepadaku.. sambil mengeluarkan Credite Cardnya untuk digesek sebagai jaminan nginap hotel 1 Malam.

Setiba di Kamar, .. mama langsung tersenyum manis dan berkata..” Sayang… jangan macam2 yah!!!, walaupun ditempat pesta tadi malam , mereka bercanda katakan kita seperti pasangan suami isteri dan di resepsionis , mama juga mengatakan kita suami isteri , tetapi kamu tetap anak mama.. nggak boleh macam2 sama mama. yah !! .. spontan saya menjawab ” OK!! Mam.., sayang yang cantik ” . Entah dari mana datangnya keberanianku untuk merayu Ibuku, walaupun itu saya sampaikan secara bercanda … tetapi kalau dipikir, wah bisa berabe juga .. sekamar di Hotel dengan Ibu Kandung yang cantik dan seksi.. pasti dugaan orang kalau bukan Suami Isteri yang kemalaman pastilah peselingku yang kaya , dan yang jelas pastilah mereka memanfaatkan waktu yang sangat panjang untuk bersetubuh.., atau bersanggamah atau ngentot.. sepuas-puasnya, tidak ada dugaan ketiganya…

Pikir2 praduga orang, tak terasa Yuniorku menegang..makin kencang .. kayaknya setan setan berahi mulai menguasai fikiranku…membuatku hampir salah tingkah…, tiba2 Ibuku berkata ” Mama Mau Mandi dulu yah.., tolong bukakan korset mama”, wowww.. setan penggoda makin kuat, ” iya.. iya.. Mam” sahutku agak bergetar, sambil membuka korset Mama dan entah kenapa, saya mencoba melirik ke buah dadanya dari samping belakang, dalam hatiku berkata, walaupun mama tidak menggunakan korset tetapi cetakan tubuhnya sangat sempurna, Pinggang yang ramping bak pinggang anak perawan yang diikuti dengan pinggul lebar yang sangat serasi dengan tonjolan buah dada yang masih tegak menantang kedepan, ditambah lagi kulit Mama putih tak bernoda sangat halus dan harum…, Pastilah semua laki-laki ingin menikmati keindahan dan kesempurnaan alam yang ada pada Mama…tanpa kecuali termasuk saya, anak kandungnya….

Sewaktu mama di kamar mandi..terdengar sayup sayup riak air di Bak Mandi yang bersentuhan dengan tubuh montok mama yang telanjang bulat, tak terasa tanganku mulai memegan siyunior yang mulai tidak dapat dikendalikan dan tiba2 terdengar teriakan perlahan Mama ” sayang… kamu juga mandi ya !! airnya Nyaman dan hangat “ jawabku ” ntar Mam ” , ” Iya donk , masa sih mandi bareng ?” lalu senyap…, pikirku.. apa ini signyal plus dari mama???, atau hanya karena canda Mama ???, tak terasa.. genggaman pada Yuniorku makin kencang, “Sabar yah yunior.. kamu ntar saya masukan di memeknya mama ” gumanku dengan fikiran mulai kurang ajar dan kotor…

Selang beberapa saat , Mama keluar dari kamar mandi, dan tubuh mama hanya dililit ketat oleh selembar handuk sebatas setengah buah dada mama ke bawah sampai sejengkal diatas lutut, Karena suhu kamar sangat sejuk , sambil berlari kecil.. Mama menuju spring bed langsung masuk dalam selimut yang tebal, lalu mama berkata ” Gantian mandinya… mama mau tidur duluan “, dan saya langsung menjawabnya ” gak jadi mandi Mam.., pagi aja sekalian…” jawabku singkat, karena jawaban ini sudah saya persiapkan agar cepat2 bisa tidur alias lebih cepat tidur di samping Mamaku, ” Terserah kamu aja… tapi kalau bau jangan baring disamping Mama ya??”

Saya lewatkan kira-kira 10 menit setelah nafas mama seperti mulai teratur alias tidur… perlahan lahan saya naik ke pembaringan disamping kiri mama, maksud saya untuk ikut juga masuk dibalik selimut, saya tarik dan simak sedikit selimut yang satu-satunya akan kami pakai berdua, tetapi tiba2 mama mengeliat mungkin terasa hembusan dingin akibat selimut yang menutupi tubuhnya tersinkap sedikit.., tampak mama tidur dibawah selimut tanpa mengenakan sehelai kain alias telanjang bulat ,karena kami memang tidak mempersiapkan pakaian tidur , mama tidur miring membelakan disebelah kanan, perlahan saya masuk dibalik selimut disamping kiri mama yang telanjang , dan selang beberapa saat kemudian, mama membalikan tubuhnya dan wajahnya hampir menyentuh wajahku, kutatap matanya yang tertutup indah, bibir yang tipis merekah menantang, hidung kecil yang mancung.., kuberanikan dan kucoleng perlahan hidung mama, tetapi tak ada reaksi, kulanjutkan untuk menarik kebawah bibir mama yang tipis, agar tampak gigi yang putih rapi berjajar, juga tak ada reaksi dari mama, dan akhirnya dengan berdebar-debar kurapatkan mulutku dan kukecup bibir mama, mulai desak nafas mama sedikit terganggu, mungkin terhalang dengan hidungku akhirnya mama membuka sedikit mulutnya, tanpa kuberi kesempatan menutupnya , kusedot lidahnya, dan rupanya mamaku dalam tidurnya juga membalas ciumanku…, dan selanjutnya kualitas keberanianku kutambah dengan mulai memeluk dan melingkari badan mama dengan lenganku, reaksipun datang dengan makin merapatnya tubuh mama yang mungil dan telanjang ini kedadaku, paha mama mulai menyerang dan menyentuh yuniorku yang berubah menjadi Yunior yang kenyal dan berdiameter sebesar pergelangan tangan mama, pelukan mama mulai mengencang, mungkin bermaksud menarik obyek yang lebih hangat yang ada pada badanku, keadaan ini membuatku makin kesurupan, tangan kiriku mulai mengerayangi pingul mama, turun kebawah bagian bokongnya, terus turun dan berputar kedepan lebih kebawah lagi, dan akhirnya sampai kebulu pubis mama yang sangat halus, kutelusuri bibir vagina mama dan akhirnya jari telunjukku mengelitik klitorisnya…,

Mama mulai berekasi , kedua paha mama menjepit , tangan kanannya mencakar punggungku dengan kuku mama yang tajam, mungkin ini dalah refleks akibat sesutu yang memasuki vaginanya, hanya mama yang tahu, tubuh mama saya dorong agar sedikit terlentang dan mulailah saya menindis setengah tubuh mama terutama buah dada kiri mama dengan tubuhku, paha kiri mama dengan paha kiriku, dan tangan kananku mulai saya aktifkan dari belakan leher mama untuk mengerayangi buah dada kanan mama, bibir mama dan bibirku membentuk satu ruang dan kedua lidah kami saling menggelitik, nafas mama makin memburu , saya makin kesurupan dan menyerang , akibat makin kerasnya remasan tangan kananku ditetek kanan mama dan jari telunjuk kiriku yang mengelitik klitoris mama yang mulai memanas dan mengeluarkan lendir membasahi vagina mama, akhirnya mama tersentak ” Hey… kamu ngapain Mama…ini gak boleh Ar… !!, “kata Mama kaget dan marah, jawabku sambil gemetar dan bernafsu campur aduk, ” saya tidak bisa tidur mam…, apalagi seranjang dengan mama yang lagi telanjang bulat” ” ohw.. begitu yach … mama terdiam agak lama lalu membalik membelakangiku , sambungnya “tetapi Jangan kasar gitu donk !!” lalu Mama terdiam lagi…namun napasnya masih memburu dan bergetar , inilah kata-kata mama yang kurang saya mengerti , apakah perbuatan saya tadi dibenarkan tetapi nggak boleh kasar atau ??? apa yach…. Saya tidak berani lagi ngomong macam2.. dan jawabku singkat “Maaf Mama” sambil menatap punggung mama yang masih agak bergetar, entah beberapa lama kami terdiam berdua tiba2 Mama Membalik sambil berkata ..”kalau kamu pingin bercinta dengan mama harus lembut dan perlahan-lahan aja.. kan masih banyak waktu”, sambungnya lagi “Kamu Anak Nakal boleh peluk dan mencium Mama , pokoknya tubuh mama malam ini kuserahkan semuanya kepadamu kecuali yang satu ini, yaitu Yuniormu yang gede ini dilarang keras memasuki vaginanya mama”, sambil mama memegang Yuniorku dan menarik dan menyapu kepermukaan vaginannya. ” tapi justru cuma yang satu ini milik mama yang paling nikmat ” selaku protes, dan mulai berani , “siapa yang bilang anak goblok ” , Mama mulai menindih tubuhku dan menciumku, Kubalas ciuman Mama , wow… sangat nikmat dibandingkan waktu saya mencium mama dalam keadaan tertidur, tetapi kali ini dengan sadar sesadarnya, justru mama memulai meransang, sambil melemparkan selimut kelantai, jadinya kami betul – betul telanjang bulat di udara kamar yang sejuk diatas ranjang .
Kami berciuman dan berpelukan telanjang bulat dengan Mama , sangat lembut dan perlahan-lahan, rupanya mama juga sangat menikmatinya, Napas Kami mulai memburu , terkadang Mama mengeram dan menggeliat apabila kusentuh dan kupelintir halus putting teteknya .. Auhh!!, jangan disitu Ar..!!, Mama nggak tahan… sayannngggg, keluh Mama panjang…, “tetapi enak kan Mam!!” Aiii!!!…Mama makin kesurupan..dan berupaya meraup Yuniorku..yang makin kaku dan membesar Maksimal…
Sewaktu Mama menggenggam Yuniorku ,Tubuh Mama kudorong menjadi terlentang dan dan kutindih dengan badanku ..Mulut Kami makin bersatu , kupeluk erat tubuh Mama yang mungil , dan Yuniorku kuarahkan ke Vagina Mama, tetapi Mama tetap menggenggam yuniorku, hanya menggosok-gosokan kepala yuniorku ke Mulut Vaginanya yang juga mulai berlendir. Terkadang Kepalanya sudah masuk setengah tetapi Mama , mengeluarkan nya lagi… Karena saya tidak tahan lagi perlakuan Mama seperti ini…Kutarik Tangan Mama yang menggenggam yuniorku agar terlepas..rupanya usahaku ini cukup berhasil dan dengan cepat kuselipkan kedalam Vagina Mama, Terasa Vaginanya sangat licin, menggesek dan berlendir serta berdenyut menjepit…Aowww…!!! Teriak Mama, Kugocok Vagina Mama dan mama mengimbanginya dengan goyangan pinggulnya yang tak karuan… tetapi baru 2-3 kali gocokan, tiba2 Mama dengan kekuatan penuh… menaikan bokongnya tinggi-tinggi dan menggessernya jauh kesamping akhirnya yuniorku terlepas dari vaginannya ..clukppp …”Aiii!!!…kenapa dikeluarin Mam…”, “Nggak… boleh sayang..”.

Tiba tiba Mama mulai bangun kemudian membawa selangkangnya ke wajahku persis mulut vaginanya berhadapan dengan mulutku , mama mulai menunduk dan meraih Yuniorku dan memasukan ke mulutnya dan melumutnya , terkadang Yuniorku digigitnya perlahan2 sambil bergantian dengan bibir yang lembut dan hangat, yang paling mengasikan kalau kepala Yuniorku digelitik dengan lidah mama, begitu juga klitoris mama , saya gelitik dengan ujung lidahku, terkadang mama hilang kontrol , mendengus menambah gocokan dan lilitan lidahnya di kepala Yuniorku, terkadang sangkin bernafsunya juga mama , tangannya ikut pula meramas biji pelirku… dan semuanya berlangsung saling kerja sama membantu masing masing mencapai puncak birahi yang membuat lupa segala-galanya bahwa berbuatan bersanggamah dengan ibu kandung yang orang katakan sangat tabu, tetapi justru sangat mengasikkankan dan jauh lebih nikmat dengan memek manapun….di dunia ini.

Mama makin gila mengocok Yuniorku, dan akhirnya , saya tak tahan lagi…cepat donk mama… masukkin kedalam memek mama.., aowww…cret…. cret.. sabar sayang…kata mama kesurupan mempermainkan air maniku sambil menggosokkannya di-kedua buah dadanya…

Mama juga tidak tahan sayang….,Tidak berapa lama kemudian mama berganti posisi, duduk persis diatas selangkangku persis posisi Yuniorku berhadapan langsung dengan vagina mama, mama menuntunnya dengan sangat gampang memasuki liang sanggamanya dan menjepitnya…wow…wow…. suatu kenikmatan yang sangat sulit dilukiskan dengan kata2, tidak ada lagi kenikmatan yang melebihi kenikmatan sewaktu Yuniorku dijepit dan dikocok oleh vagina mama, pinggul mama naik turun menyebabkan Yuniorku masuk makin kedalam dasar vagina mama,…, saya tidak ingin kenikmatan ini berlangsung cepat, saya turun dari pembaringan, menggendong mama sampil masih melekatkan Yuniorku kedalam vagina mama, kugoyang2 tubuh mama yang mungil, mama makin kesurupan…dan juga merasakan kenikmatan yang tiada tarnya…mata mama mulai terpejam… sambil berdengus ach–ach… mama tidak tahan lagi, minta diturunkan untuk mengakhiri permainan ini…” sayang… turunkan mama..tancapkan Yuniormu sayang lebih dalam..”, kubaringkan tubuh mama, kuperberat tekanan Yuniorku masuk ke vagina mama, mama menjepit makin kencang..vagina mama makin berdenyut2… dan akhirnya pelukan kami berdua makin kencang, mama seakan akan menggantung ditubuhku lekat dan sangat erat …cret–cret… dan rintihan kenikmatan mama bercampur aduk dangan geramanku… semuanya berakhir membawa kami berdua ke langit ketujuh…

Setelah ledakan kenikmatan birahi bersanggamah dengan mama yang menghamburkan air mani kami berdua tercecer kemana-mana membuat kami berpelukan lemas dan penuh kebahagian… dan akhirnya jam didinding hotel telah menunjukan pukul 03 pagi. yang akhirnya kami berdua tertidur kelelahan dalam keadaan telanjang bulat berpelukan bagai bayi yang baru lahir…
Keesokan harinya Mama dan Yuniorku keduluan terjaga… , Mama sambil memelukku ,menjepit hidungku sehingga saya sulit bernafas dan akhirnya saya juga terbangun…, Selamat Pagi Anak Nakal…sambut Mama sambil tersenyum manis…, tidak kusiasiakan Kesempatan ini , kutarik tubuh Mama persis menindih tubuhku, Kuraih wajah Mama dan kulemut bibirnya yang tipis…, Mama pun bereaksi menyambut ..malah dalam posisi tubuhnya menindih tubuhku… berusaha memasukan Yuniorku ke Vaginanya…
Nampaknya Napsu Birahi Mama makin menjadi jadi setelah bersanggama , tidur istirahat semalam .. kusambut kebinalan Mama dan tiba –tiba Mama menghentikan gerakannya sambil berkata.. Ar, Kamu belajar dari mana kurang ajar setubuhi Mama . sebelum saya menjawab , Mama mengencangkan otot Vaginanya..membuat yuniorku makin kelelap..“Kan Mama yang ajarin…” jawabku singkat sambil membalikan tubuh Mama menjadi tertelungkup.., kuangkat pinggul Mama sedikit meninggi dan kuarahkan yuniorku ke Vagina Mama dari belakang.. Kembali terdengar geraman Mama.. “Jangan gini Ar..oww!!, tetapi goyangan Maya justru mendukung dan menyambut .. Kugocok Vagina Mama dari belakang…agar tidak terepas kedua tanganku menggenggam pinggulnya..Mama makin menggelapar.., dan kocokanku makin kencang …, tubuh Mama terangkat menyebabkan buah dadanya bergelantungan bergoyang seirama tumbukan Yuniorku ke Vaginanya, tiba-tiba mama meraih kedua tanganku dan membawa ke gundukan buah dadanya…dan Mama mengeram histeris tetapi suaranya teredam karena Wajah mama dibenamkan dikasur..Dalam beberapa saat kemudian , kami berdua mengambil posisi duduk berhadapan..tepanya Mama duduk diatas selanggkangku..dengan Vaginanya masih tetap menjepit yuniorku…, Mama menaik-turunkan bokongnya sambil mendengus dan saya menjilat leher Mama sambil meremas kedua buah dadanya…. Dan akhirnya kami mengalami orgasme dalam posisi duduk ..
Kami duduk terdiam , berpelukan , saling menatap , mama tersenyum manis… , sambil kukecup bibir mama , kubaringkan tubuh Mama perlahan-lahan… dengan tidak melepas yuniorku didalam vagina Mama dan pelukanku… “ Mama..!!, ada satu permintaan Anakmu yang Nakal ini”, “apa sayang !!” sela mama, “ Saya sayang Mama dan saya sangat mencintai Mama, …Maukah Mama menjadi isteriku selama-lamanya??” Gila Kamu Ar.. Mana Ada Anak memperisteri Ibu Kandungnya” jawab Mama sambil tersenyum “, “tetapi kamu boleh setubuhi Mama kapan kamu mau, asalkan Ayahmu tidak tau” sambungnya..
Selama hamper sejam, kami berdua masih berbaring dan bercinta dengan keadaan telanjang bulat, saya berbaring terlentang sambil membelai rambut Mama yang acak2akan, Mama berbaring tertelungkup dengan kepala bersandar didadaku, wajahnya menengadah keatas sangat dekat dengan wajahku, sehingga nafas kami berdua saling menyatu, tangan kiriku membelai tubuh Mama yang mungil, sampai kepinggang , terkadang kuelus buluh pubis Mama yang halus dan pahanya yang sangat Mulus, Mamapun tidak henti2nya mengelus yuniorku, seakan akan tidak rela apabila benda yang bulat panjang ini yang telah membuatnya menjadi setan histeris akan mengkerut. Cerita kami kami berdua dipenuhi dengan kata-kata cinta birahi dan model atau gaya bersetubuh, dan akhirnya Mama meminta ”Gendong Mama ke Kamar Mandi Sayang”
Dikamar Mandi , tubuh kami berdua saling melekat terus …, Mama tidak pernah melepaskan ciumannya, sewaktu Mandipun kami bersetubuh berdiri, suatu kenikmatan tersendir yang mama belum pernah merasakannya yaitu Badan kami lumuri sabun cair sehingga sangat licin, Mama mencapai orgasme sewaktu saya menggendong dan menyetubuhinya sambil berdiri..tawa cekikan dan teriakan kenikmatan serta kebahagian birahi mama mengaun dikamar mandi. Dibak Mandi yang sempitpun Kami Mandi berdua melanjutkan babak berikut..dan akhirnya Mama pun orgasme kedua kalinya di Bak Mandi. Didalam air yang dipenuhi busa sabun dan birahi.
Sangking Gilanya Kami berdua, Kami keluar dari kamar mandi masih dalam keadaan telanjang bulat dan berpelukan, berciuman, kemudian saya duduk disopa, mama saya dudukan diatas selangkangku…, Yuniorku yang tak kunjung mengalah tetap berkubang di Vagina Mama.. sampai akhirnya Jam 11 lewat 30 menit..kami bersiap-siap check out dari hotel.
Sewaktu kami hendak mengambil kunci Mobil diresepsionis, Kami disapa “Selamat Siang , terima kasih atas kunjungannya dan semoga Bapak dan Ibu menikmati Kebahagian di Hotel Kami”, Mama hanya tersenyum dan berjalan menggantung di Bahuku menuju ke Mobil Kami yang telah disiapkan.

TAMAT


Aku terus yakin bahwa akan banyak sekali skandal seks para wanita di desa ini dengan memanfaatkan keberadaan Anto yang selain tidak bisa berbicara juga berotak mesum. Jika sedang ingin dan sedikit bernafsu aku suka membuntuti Anto pergi dan berharap akan terjadi adegan seks dirinya dengan para wanita kesepian di desaku. Tidak setiap hari aku membuntutinya dan terkadang sia-sia juga hasil pengintaianku yang tidak membuahkan hasil itu.
Pada suatu sore aku bermain di rumah Anto dan mendapati mbak Aminah, ibu Anto yang sedang memungut jemuran. Mbak Aminah lagi-lagi memakai daster pendek dan kali ini berwarna kuning yang membuat tubuhnya tidak menjemukan untuk dipandang. Aku semakin berpikiran jorok dan berniat sekali menyetubuhinya, namun apa kata orang nantinya melihat Gunawan anak lurah desa ini menyetubuhi isteri orang. Aku menyapa dirinya:
“Kok rumah sepi mbak…Suami mbak ke mana?”
“Eh mas Gun..wah bapaknya Anto balik ke jogja ada kerja ke sana..mungkin sebulan lagi balik ke sini”
“Terus Anto ke mana..sudah berhari-hari nggak main sama dia”.
“Itu mas di dalam lagi nonton tv, masuk aja mas”
“O ya mbak..”
Aku dapati Anto yang sedang menonton tivi di ruang tamu. Melihat kehadiranku dia langsung berlagak menyapaku dan mengajak mengobrol dengan gumamannya yang selalu membuatku ingin tertawa karena tidak ngerti apa yang diomonginnya. Karena ada acara bagus aku menonton televisi di rumah mbak Aminah tak terasa sudah sampai jam tujuh malam. Aku minta ijin untuk pamit ke mbak Aminah karena sudah malam dan semakin aku berlama-lama dengan mbak Amninah semakin aku tidak tahan berpikiran jorok tentangnya.
Ketika berjalan pulang aku bertemu dengan syaiful yang sedang menuju ke rumah budenya, bulik Marsih. Aku menanyainya mau pergi ke mana dan ia menjawab mau ke rumah budenya karena ingin tidur bermalam di rumahnya. Aku langsung berpikiran bahwa berarti di rumah mbak Aminah hanya ada Anto dan dirinya, jadi aku berharap sekali ada hubungan incest antara mereka. Pikiranku langsung sumringah dan setelah aku berpamitan ibuku dan minta ijin untuk bermalam di rumah temanku, aku langsung menuju kembali ke rumah Anto. Pada saat itu jam setengah sembilan malam dan pintu rumahnya masih terbuka. Anto tampak sedang bermalas-malasan di kursi depan rumahnya yang agak jauh darit teras. Dari dalam mbak Aminah terdengar sedang sibuk mencuci piring di dapur. Ini kesempatanku untuk mengendap masuk ke dalam dan berharap akan terjadi sesuatu skandal malam harinya nanti. Aku mengendap dari teras samping dan karena pandangan Anto mengarah ke jalan, maka dengan leluasa aku bisa masuk dan tidak terdengar olehnya karena biasanya orang bisu ada gangguan juga dengan pendengarannya. Aku langsung menyelinap masuk ke kamar mbak Anto dan bersembunyi di bawah kolong tempat tidurnya. Sambil menunggu mereka tertidur pulas aku bermain HP di kolong ranjang. Aku yakin sekali malam ini Anto pasti sedang bernafsu karena sudah beberapa hari ini aku tidak mendapatinya berbuat mesum, lagian suasana rumah juga sedang sepi. Setelah menunggu agak lama akhirnya rumah tampak remang-remang dan mbak Aminah sudah tidur.
Dari tadi menunggu aku tidak melihat Anto masuk kamar. Aku sedikit kecewa dan khawatir bahwa mungkin sudah dari tadi Anto tidur bersama di kamar ibunya. Aku mengendap ke ruang tamu dan ternyata mendapati Anto sedang menonton TV. Ia memakai kaos dan sarung sedang salah satu tangannya dimasukkan ke dalam sarungnya memain-mainkan kontolnya, dan aku yakin bahwa dia sangat bernafsu. Tak lama kemudian ia mematikan Tvnya dan bergegas menuju ke kamar mbak Aminah. Kamar mbak Aminah hanya tidak berpintu melainkan hanya ditutup dengan tirai. Ketika Anto sudah berada di dalam kamar aku segera mengendap menuju ke kamar itu. Sebelumnya terdengar suara yang sepertinya tidur mbak Aminah terusik dengan kehadiran Anto menyusulnya tidur. Ia bertanya kenapa dia tidak tidur sendiri di dalam kamarnya dan Anto hanya bergumam tidak jelas dan langsung saja tertidur di sebelah ibunya. Aku tak sabar dan langsung menyibak sedikit tirai pintu itu untuk bisa melihat aktivitas di dalam kamar.
Tangan Anto dari tadi terus berada di dalam sarung memainkan burungnya, sedang mbak Aminah tidur miring membelakangi Anto. Tak berapa lama kemudian anto memeluk tubuh ibunya itu dari belakang dan menggesekkan kontolnya ke pantat ibunya. Aku semakin berdebar saja melihat kelakuan anak itu. Mbak Aminah terlihat sudah tertidur dan ketika anaknya itu menyibak dasternya sampai terlihat celana dalam bunga-bunganya ia sentak kaget dan terbangun. Namun Antu malahan terus menekan pantat ibunya itu. Mbak Aminah memukul anaknya itu namun dan Anto kemudian menjauh takut. Anto terus merengek dan dari ekspresinya ia ingin memberitahu ibunya kalau dia sudah ingin bercinta dengan dirinya. Setelah terus mendesak dan memeluk akhirnya mbak Aminah hanya pasrah dan diam. Ia meneruskan tidurnya sedangkan anaknya itu terus menggerayangi tubuhnya dengan semakin leluasa. Saat Anto melepas sarungnya, batang penisnya sudah tegak menantang dan ia terus menggesekkan ke pantat ibunya yang masih terbalun dengan cawat bunga-bunga itu.
Anto semakin kurang ajar dan menyelipkan tangannya ke dalam cawat ibunya. Ia mencari-cari lubang puki mbak Aminah dan kemudian mengelus-elusnya sampai akhirnya ibu kandungnya itu menaruh respon atas permainan anaknya itu. Kemudian mbak Aminah memelorotkan celana dalamnya dan mengocok kontol Anto dengan matanya yang masih etrpejam namun ekspresi mukanya tampak menikmati. Anto langsung menghajar lubang puki ibunya dengan menindihnya dari atas. Mbak Aminah mengerang keenakan dan Anto semakin liar memompa ke dalam pukinya. Permainan berhenti sejenak karena mbak Aminah sudah terlanjur basah keenakan, maka ia melepas seluruh pakaiannya dan begitu juga dengan Anto. Mbak Aminah langsung nungging dan menyuruh Anto menghajarnya dengan gaya doggystyle. Tubuh kecil anto semakin liar dan tak terkendalikan menghajar tubuh seksi ibunya. Tak lama kemudian ia memuncratkan spermanya ke lubang puki ibunya. Ia mengerang keenakan disertai erangan mbak Aminah yang semakin banyak mengeluarkan cairan dari dalam vaginanya.
Aku mengintip dari luar sambil mengocok kontolku. Tak berapa lama kemudian Anto kembali menindih tubuh ibunya yang sedang terlentang berbarik. Ia menjilati seluruh panyudara ibunya dan setelah puas langsung mendorog ibunya supaya tengkurup. Setelah tengkurup ia menyelipkan penisnya ke sela-sela pantat kenyal dan putih itu sampai akhirnya menembus lagi lubang pukinya. Ia bergerak naik turun dan etrus memompa dibarengi suara tepukan pantat yang membuatku tak tahan lagi memuncratkan spermaku ke lantai. Mbak Aminah hanya mengerang menikmati dengan posisinya yang telungkup dan akhirnya lubang pukinya kembali dipenuhi cairan sperma anaknya. Mereka terbaring lemas di ranjang dan masih tetap telanjang bulat sampai akhirnya tertidur. Perunjukan usai dan aku tetap tidak bisa pulang karena semua pintu sudah tertutup, aku hanya menunggu dan terus mengintip wtubuh indah mbak Aminah yang selalu kubayangkan telanjang dan sekarang benar-benar bugil di depan mataku. Aku semakin ingin sekali menyetubuhi mbak Aminah. Pikiranku sudah tidak bisa kutahan lagi sampai akhirnya terjadilah skandalku dengan mbak Aminah di malam itu juga, di depan mata anaknya sendiri.

TAMAT


“Kriiinnggg…” bunyi telepon rumah yang sedikit mengganggu tidur siang ku, ternyata kakaku menelpon dan kemudian menyuruhku untuk menjemput tanteku di stasiun. Dengan sedikit menggerutu saya kemudian meluncur dengan motorku ke stasiun untuk menjemputnya. Setelah 15 menit menunggu ada suara memanggilku “hai nug.. sekarang tambah besar aja…”betapa kagetnya ternyata tanteku sekarang berbeda dengan yang dulu. Sekarang semakin kencang dan semakin menggairahkan. Dengan segera kualihkan konsentrasiku dari tubuhnya langsung menuju koper yang akan saya bawa.
Segera kuangkat dan langsung menuju ke parkiran.

Dalam perjalanan saya mencoba berkomunikasi untuk mencairkan suasana yang sedikit canggung, ” tante ada keperluan apa kok tumben maen ke rumah..”tanyaku,.
“ini nug tante mau ngurus perpanjangan paspor tante…sekarang kamu semakin macho daripada dulu ya nug, dulu kan kamu kurus kering” jawab tanteku., “ya iyalah tante, mosok ya kurus terus”jawabku… awal sebuah interaksi yang bagus menurutku..
Tanpa terasa sampailah kerumah. Kemudian saya menyiapkan kamar untuk tanteku biar istirahat setelah sekian lama dalam perjalanan. Kemudian kulanjutkan tidurku yang sempat tertunda.

Sore pun tiba, dan aku bersiap untuk mandi.. dari kejauhan kulihat tanteku memakai baju senamnya sehingga terlihatlah setiap lekukan tubuhnya,dan itu membuatku sedikit menelan ludah. “hmmm, body yang sangat indah” gumamku,.. setelah tersadar dari melihat pemandangan indah itu segeralah aku menuju ke kamar mandi untuk menyelesaikan mandiku. Setelah selesai terkejutlah aku melihat posisi tanteku yang tadi hanya berdiri sekarang mengambil sikap kangkang dalam senam sehingga sedikit memperlihatkan lipatan miss V nya.. Semakin berdegup kencang jantung ini, karena malu sendiri akhirnya saya berlari kecil menuju kamar saya. Semakin tidak beraturan isi otak ini, sehingga menimbulkan keinginan kuat untuk dapat melihat bentuk yang dibalik pakaian senamnya. Kemudian muncullah sebuah ide untuk mengintip tanteku sendiri pada waktu mandi. Semalaman memikirkan bagaiman caranya mengintip,dan akhirnya berhasil menemukan ide itu. Keesokan harinya terdengar suara orang mandi, segera berlari menuju tempat yang telah direncanakan, melewati kamar tanteku dan sempat berhenti sebentar karena melihat branya. Segera kupasang posisiku untuk mengintip dengan sedikit menarik lubang selang air. Dan ternyata sukses, buah dari semalam berfikir keras. Terlihat buah dadanya yang besar dan rambut yang ada di vaginanya. Semakin banyak ku menelan ludah pada saat tanteku pelan2 menyabuni payudaranya dengan lembut,kemudian turun menuju vaginanya.. Namun sayang itu hanya berlangsung sekitar 5 menit saja. Karena tanteku sudah menyelesaikan mandinya. Segera berlari kecil menuju kamaraku dan membayangkan apa yang baru saja aku liat dan tanpa menyadari kalau “adik kecilku” ini reflek bangun dengan sendirinya..

15 menitan berselang dengan lamunanku diatas kasur dengan posisi tengkurap, terasa ada sedikit yang mencolek kakiku. Spontan saya langsung kaget dan berdiri. Ternyata tanteku membangunkan aku, “ayo nug.. anter tante ke kantor imigrasi. Tapi kali ini pake mobil kakakmu ya.. ini kuncinya. Mobilnya tadi pagi diantar suaminya waktu km tidur”.. “iya tante, sebentar mandi dulu..” jawabku.. “jangan lama2 ya nug, sama jangan maenan yang laen.. ntar kesiangan” jawab tanteku dengan sedikit tertawa..Alangkah kagetnya aku ternyata tanteku melihat kalau adik kecilku bangun dan mengacung keras. Segera tanteku keluar dan meninggalkan aroma wangi yang membuat birahi setiap pria pasti naik dengan rambut yang basah dan tanktop yang menempel di badannya.

Setelah 20 menitan berselang kamipun pergi menuju kantor imigrasi, dan sedikit ada kabar buruk kalau perpanjangan paspornya harus di kantor imigrasi yang ada di daerah tanteku. Dengan kecewa tanteku meninggalkan kantor imigrasi. Terdengar tanteku menelpon seseorang, kemudian bertanya kepadaku apa hari ini ada acara. Dengan tanggap kujawab tidak, padahal aku berencana menemani pacarku ke rumah tantenya hari itu juga. Tapi tak apalah buatku,paling doi juga pengertian. Setelah aku meyetujuinya kamipun berangkat menuju kota asal nya, 3 jam perjalanan yang melelahkan.

Setelah tiba di kantor imigrasi di daerah tanteku ternyata masih harus mengantri lama, dan kami harus menunggu. Dan inilah awal dari semuanya..
Terbesit di pikiranku untuk beralasan capek dan ingin menyewa sebuah hotel untuk istirahat sejenak. Kuutarakan maksudku dan yesssss………. lancarrr….. kamipun mencari hotel untuk beristirahat. Setelah mendapatkan hotel yang cocok kamipun merebahkan diri di atas kasur. Memang strategiku untuk pesan hanya single bed karena itulah rencanaku. setelah sekian menit tanpa tersadar aku pun bener2 ketiduran, dan betapa kagetnya ternyata tanteku juga tertidur disebelahku. Dengan jelas kini kulihat betapa besar buah dada itu, semakin berdegup kencang saat tangannya tanpa sengaja berpindah tempat dileherku. Tercium aroma wangi ditangan karena handbody, semakin naiklah birahiku. Dengan sedikit nekat jemariku kugesek2kan di atas payudaranya, kemudian dengan sedikit tekanan kuraba2, Tanpa disadari tanteku merubah posisi sekarang wajahnya tepat didepan wajahku, aku sedikit takut karena takut kalau tanteku marah. Tapi ternyata malah diam saja,sekarang posisi tanganku tertindih oleh payudaranya. “Kenyal..” gumamku..dengan sedikit keberanian kuremas perlahan payudara tanteku yang sekarang menindih tanganku.. Beberapa menit berselang, terasa nafas tanteku mulai memburu.. semakin cepat kuremas. Dan tiba tiba tanteku berkata ” pelan2 nug.. tante mau mens.. jadi agak sedikit sakit teteknya..” betapa kagetnya aku.. dan aku hanya mengangguk.. tanpa tahu siapa yang mulai kami pun mulai berciuman dengan nafsunya. ” tante bajunya saya buka ya..” tanyaku.. “iya nug.. hari ini perlakukanlah tante semau kamu nug.. karena tante menginginkah ini sudah lama setelah bercerai dengan om kamu. Ayo sayang.. celana tante juga boleh kamu lepas” Tanpa pikir panjang segera kulepas semua pakaian yang ada. Kujilati payudara tanteku yang selama ini menjadi obsesiku sekarang menjadi nyata. “ayoo nug.. jilatin terus.. sedoott yang dalam.. ssshhhh… enak nug.. ssshhht ” tanteku sudah mulai meracau. setelah agak lama bermain dengan payudara, jilatanku turun menuju vaginanya..semakin menderu nafas tanteku “sshhttt… enn..aakk banng..eett sayaang.. terusssss…” jilatanku semakin menjadi tatkala tanteku mulai menaikkan pinggulnya seirama dengan jilatanku. ” Ayyooo nuugg.. massuukkk,..innnnn.. tannte udah basah.. sshhtt…”
segera kubuka celanaku dan sedikit menekan kumasukkan segera penisku ke vagina tanteku “ssshhhhh.. peelan pelaann say…” racau tanteku. kemudian kukocok pelan2 isi vagina nya dengan penisku. “ssshhtt.. poompa teruss..ayoo nug..” dengan liarnya tanteku memutar pinggulnya. Setelah beberapa menit diatas, tanteku mulai terlihat binalnya seperti yang aku tebak. Berganti posisi tanpa mengeluarkan penisku dari vaginanya.
Semakin menjadi erangannya, “sshh .. enak nug.. masih ..peret to nug.. ssshhhh” tanya tanteku. Tanpa aku jawab kulumat habis payudaranya yang ikut bergoyang karena goyang pinggulnya..

Kamipun berganti posisi lagi, kali ini kami berdiri dan berpindah dari kasur menuju toalet meja rias di hotel yang kami sewa. Segera kuhadapkan tanteku di depan kaca untuk melihat ekspresinya dengan penisku yang semakin keras menghujam vaginanya ” gillaaa…nuggg.. kaamu ..sshh…pake obat ..ahhh.. kuuaattt.. yaa..aahhh.. hmm.. sshhh” setelah ngomong itu tanteku mengerang dengan mencengkram tanganku.. “”ahhh.. sshhhh… ayoo terruss pommpa ..hhssshsh..ohhhh.. taannttee.. udah ga kuuuat.. ayo oo,,sshhhtt.. tantee mau keluar..” kemudian keluarlah seperti air kencing dengan warna seperti susu kemudian bergetarlah kaki tanteku sehingga tidak kuat menopang tubuhnya. Namun masih tetap aku tahan untuk aku bisa orgasme juga. Tak memakan waktu lama aku pun menyusul tanteku., kulepas segera penis ku yang menancap divaginanya dan kusuruh tanteku jongkok. Tanteku tahu apa yang aku minta, segeralah dia mengulum penisku dan menyedotnya kuat2 sehingga aku semakin menggila dan keluarlah orgasme ku. Disedot habis dan ditelan semua spermaku di dalam mulutnya.

Kemudian kami pun kembali ke tempat tidur kami dengan berangkulan. ” nug, tante sangat puas..semisal tante minta lagi boleh nda”tanya tanteku. “dengan senang hati tante..”jawabku.. Setelah kami istirahat agak lama kamipun mengulanginya lagi di kamar mandi. Kuremas payudaranya dari belakan dan kemudian menjilati vaginanya dengan posisi salah satu kaki tante ku di atas toilet. Kami semakin menggila, dan ternyata tanteku orgasme untuk kedua kalinya dengan mengeluarkan banyak cairan dalam vaginanya.
Kamipun segera bersih2 dan menuju kantor imigrasi tadi. Kami berencana menginap semalam di kota tanteku itu, dan kami memainkan permainan itu semalam dengan penuh gairah

Dan besoknya kamipun mengulangi lagi dirumah sebelum aku antar dia ke bandara.

TAMAT


Namaku Sony, umur 24 tahun. Aku seorang lajang asal Semarang dan kuliah di Jakarta. Aku akan menceritakan pengalamanku.

Cerita ini berawal ketika aku pulang ke daerahku, untuk masa liburan kuliahku. Aku tinggal dengan nenekku, sedangkan mamahku serta keluargaku tinggal di rumah yang terpisah dengan nenekku.

Pagi itu aku ke rumah mamahku karena ditelepon olehnya. Kebetulan saat itu memang ulang tahunku. Mamahku termasuk orang yang cantik, walaupun umurnya sudah lebih dari 40 tapi dia pandai merawat tubuh dan wajahnya, sehingga masih terlihat sangat cantik samoai saat ini. Saat sampai di rumah mamahku, dia langsung menyapaku dan memberi selamat ulang tahun kepadaku. Kemudian aku duduk di kursi ruang tamu. Kebetulan saat itu kakak dan ayahku sedang di Jakarta dan adikku kuliah di Bandung.

Kemudian mamahku menghampiriku dan duduk di dekatku. Lalu dengan wajah sedikit mengeluh dia meminta maaf bahwa pada saat ini tidak bisa memberikan hadiah ulang tahun kepadaku, karena krisis keuangan yang ada di keluargaku.

“Son, untuk ulang tahunmu hari ini mamah sepertinya tidak bisa memberikan kamu hadiah, karena saat ini kita sedang krisis keuangan” kata mamahku. Akupun mengangguk dan memahami perasaan mamahku.

“ Tenang aja mah, bagi Sony ulang tahun sama seperti hari biasanya”

Kulihat wajah mamahku masih ada rasa tidak enak kepadaku dan berkata, “tapi mamah tetap ga enak nih”

“ga pa pa ko mah” jawabku.

Mamahku terus menunjukkan wajah yang sedikit tidak enak padaku, dan entah ada pikiran apa yang ada di kepalaku saat itu, aku memandang tubuh mamahku yang semakin membuatku sedikit terangsang, kemudian muncul dalam pikiranku suatu ide.

“Begini aja mah, kalo mamah mau kasih hadiah sama sony, gimana kalo selama satu hari ini mamah temenin Sony ya, mau kan” kataku sambil memelas ke mamahku.

Mamahku sempat berpikir sejenak, dan kemudian mengiyakan tanda setuju.

“Baik Son, mamah setuju, asal kamu senang mamah ga keberatan ko” sahutnya.

Akupun gembira dan tanpa basa basi berkata ke mamahku:

“Benar mamah mau”? sahutku.
“Benar Son” jawabnya. “Kalau begitu nanti mamah jangan protes dan ngeluh karena nemenin Sony seharian ya” sahutku.

Mamahku hanya mengiyakan kepalanya saja tanda setuju.

“kalo begitu mamah duduknya sebelah Sony donk, jangan disitu”

kemudian mamahku berpindah tempat duduk dan duduk di sampingku, kemudian kuberanikan tanganku untuk memegang pinggangnya, tapi mamahku diam saja. Melihat reaksi mamahku, aku semakin berani dan mengelus-elus pingganggnya, sambil kepalaku di rebahkan di pundaknya.

“Mah, Sony sayang baget sama mamah” kataku

“Ii…h, anak mamah ko jadi manja gini sih”, kamu udah mandi belum Son? Tanya mamahku

“belum mah”. “ Mandi dulu gih sana”

“boleh tapi temenin ya mah” sahutku. “Dasar manja, mandi sendiri donk” kata mamahku.

“ayolah mah”, kataku. Awalnya mamahku menolak, tapi karena aku merengek terus akhirnya mamahku mau juga.

“ya udah tutup pintu dulu sana, mamah sediain air mandinya dulu” sahutnya.

Kemudian mamahkupun bergegas ke kamar mandi sedang aku menutup pintu teras dan rumah, dan setelah itu aku menuju kamar mandi.

Aku melihat mamahku masih mengisi air untuk mandi, sambil membelakangiku, sehingga dia tidak sadar ketika aku masuk dan pintu kamar mandi kukunci.

Kemudian aku mulai mendekatinya dan merangkulnya dari belakang, dan itu kontan membuat mamahku kaget.

“Ah…!! Desahnya, “Sony kamu bikin kaget mamah aja deh, lekas mandi sana”

“Mah, tolong bantu bukain celanaku donk” pintaku, kemudian sambil aku membuka bajuku mamahku membuka resleting celanaku dan melepaskannya. sehingga aku kini hanya memakai cd saja.

“ Nah sekarang buka baju mamah, temani Sony mandi ya” sahutku, mamahku kaget mendengar permintaanku itu. Mungkin dia mengira hanya memandikanku saja dan tidak dalam artian mandi bersama.

“Mamah tadi udah mandi ko Son tadi, masak mandi lagi” elaknya

“Udahlah mah, katanya mamah janji bakal melayaniku seharian, gimana sih”, sahutku dengan muka yang sedikit kecewa.

Kemudian karena merasa tidak enak mamahku langsung membuka bajunya, melihat itu akupun menahan tangannya untuk melepas bajunya.

“Biar Sony yang buka baju mamah” kataku

Mamahku mempunyai pikiran yang konservatif dan kolot, sehingga dia merasa sedikit risih ketika aku mulai membuka kancing bajunya satu per satu, kulihat mukanya sedikit merah menutupi rasa malunya, dan ketika kancingnya terlepas semua aku mulai melepas pakaiannya dan kugantungkan di gantungan baju. Lalu terlihatlah buah dada yang sangat montok dan diselimuti oleh bh yang berwarna krem. Melihat hal itu mamahku langsung menutupinya dengan kedua tangannya.

“Sudah cukup Son, begini saja” pinta mamahku, tapi aku menutup mulut mamahku dengan telunjukku.

“Kalau begini saja ga asik donk, itu namanya bukan mandi” kataku. Kemudian aku membalikkan badan mamahku sehingga mamahku membelakangiku sekarang, kutarik perlahan resleting celana rok mamahku, dan kuturunkan pelan-pelan. Maka terlihatlah cd mamahku yang berwarna merah muda, dan kulihat diantara selangkangannya menyembul bulu-bulu hitam halus yang keluar sebagian dari cdnya, akupun terkesan melihat pemandangan itu.

Melihat hal itu mamahku semakin risih dan salah tingkah, “Son sudah cukup begini aja, ah! “kamu keterlaluan deh”!!! sahut mamahku.

Karena aku melihat mamahku yang sedikit ketakutan dan tegang, maka aku mencoba untuk menenangkannya.

“Ya udah deh, segitu aja dulu” kataku. Lalu aku menyalakan shower dan memegang tangan mamahku yang masih menutupi bhnya.

“Sini mah kita mandi berdua” kemudian aku memeluk mamahku dari belakang. Ketika kuelus bagian perutnya mamahku semakin risih dengan gerakan tanganku itu.

“Son udah ah, biar mamah mandi sendiri aja” pintanya sambil kedua tangannya tetap melipat menutupi bhnya.

“E..ehh..! mamahkan udah janji ama Sony ga bakal protes dan ngeluh” gimana sih mamah, ko ingkar janji kataku. Mendengar hal itu mamahku hanya bisa diam pasrah. Kemudian tanganku mencoba untuk melepaskan lipatan tangan mamahku yang masih menutupi bhnya.

“Son, tolong jangan begini, please…” lirihnya

Aku tidak memperdulikan ucapannya dan ketika lipatan tangannya terbuka, tanpa berpikir lagi aku meraih payudaranya dengan kedua tanganku, kuremas-remas dan kuputar-putar payudaranya ke kanan dan kiri.

“Ahhh….! “Sudah hentikan Son” sahut mamahku sambil menggerak-gerakkan badannya untuk menghindari gerakan tanganku.

“Ok…ok… tenang donk mah, sini kita keluar dari shower, kemudian aku mengambil sabun cair dan mengusapnya ke bagian punggung mamahku.

“Maah, ko diam aja, sabunin Sony juga donk” pintaku lalu mamahku mengambil sabun cair dan mengusapnya ke bagian dadaku, sehingga kini kami saling berhadapan dan saling mengusap, walaupun kulihat wajah mamahku semakin risih dan sedikit tegang, bahkan dari matanya terlihat linangan air matanya.

Ketika usapan tanganku sudah mencapai bagian dadanya, kucoba untuk menyusupkan tanganku di sekitar bagian samping tonjolan bhnya.

“Akhh… Son, tolong jangan begini” sahut mamahku sambil menahan laju tanganku yang mencoba menerobos bagian samping bhnya.

“Ayolah mah, Sony janji, setelah melepas bh mamah, Sony ga bakal melepas apa-apa lagi, ini bagian yang terakhir, gimana”, yang kumaksud adalah cd mamahku yang masih terpasang rapih walau sudah basah terkena air shower.

Mendengar hal itu mamahku hanya bisa menangis dan melepas tangannya yang mencoba menghalangi tanganku untuk merogoh bagian dalam bhnya, tanpa ragu lagi, kubalikkan badan mamahku sehingga membelakangiku, dan kuterobos kedua gundukan bhnya dengan tanganku menyusup dari bagian bawah bhnya kuraih putting susunya dan kuremas-remas.

“Arghhh…, sudah Son jangan begini, tolong, mamah ga biasa”! pinta mamahku sambil sedikit menagis

“Ahh… luar biasa banget mah, walaupun usia mamah udah 40 tahun lebih tapi susu mamah masih padet dan keras” kataku

“Jangan begini Son, Tolong, mamah mohon” kata mamahku sambil menangis.

Melihat hal itu aku mengeluarkan tanganku dari dalam bhnya, sementara tali bh mamahku sudah melorot kesamping akibat dari remasan tanganku tadi, sehingga ketika aku mengeluarkan tanganku dari dalam bh mamahku, secara otomatis kedua tonjolan bhnya langsung terurai ke bagian perutnya meninggalkan dadanya, karena kait bh bagian belakangnya belum kulepas.

Mamahku langsung menutupi dadanya dengan kedua tangannya, sedadngkan tanganku terus mengusap dengan sabun ke bagian perut lalu ke bawab.

Ketika tanganku sudah sampai bagian celana dalamnya kuusap bagian tengah celana dalamnya dan kuremas-remas dengan tangan kananku.

“Arkhhhh…..Son tolong jangan begini, tolong jangan begini, mamah mohon” rintih mamahku

kemudian aku menghentikan gerakan tanganku dan secara tiba-tiba tanganku langsung masuk menerobos bagian dalam cd mamahku, dan ketika tanganku sampai di belahan memiawnya, kurasakan banyak cairan-cairan yang lengket di sekeliling mamahku, ternyata mamahku sudah terangsang.

“Ah……ahha…..brengsek kamu Son, kamukan udah janji ama mamah tadi”
“tenang donk mah, Sonykan tadi janji ga bakal ngelepasin cd mamah, cd mamah masih kepasang ko” sahutku sambil terus mengocok bagian dalam memiaw mamahku dengan tangan kananku. Crkk….crkkk….crkk…crukkk…bunyi kocokan tanganku di dalam cd mamahku mulai terdengar karena memiaw mamahku sudah banyak mengeluarkan banyak air yang lengket, yang keluar dari vaginanya, sehingga banyak juga air dari vaginanya yang menetes jatuh ke bawah sebagai akibat dari cd yang dipakai oleh mamahku tidak dapat lagi menyerap limpahan air orgasme dari memiaw mamahku yang mengalir terus keluar bak air bah. Busa sabun yang ada di kedua tanganku saja sampai terbilas habis oleh air mani memiaw mamahku

“ah….uh…ahh….a..aah…ughhh…hentikan Son”, mamah mohon hent….ahh.ikan.ahhhh….ukhh…sambil kedua tangannya memegang tembok di depannya

“Wah luar biasa banget mah, ternyata mamah ga kalah ama wanita umur 20an, bener-bener gila” sahutku. Karena pikiran mamahku yang kolot dan konservatif, mamahku masih belum menyadari kalau dirinya sudah terangsang dan mau orgasme.

“ah….ah….ugh….ah……yahh…..aduu..h… akhhhhhh…mamah udah ga tahan Sonn, hentikann”!!!!!

“Tunggu sebentar lagi mah, itu tandanya mamah mau keluar” sahutku sambil makin mempercepat kocokan tanganku di klitoris dan memiaw mamahku, dan air mani mamahku yang terakhir yang menyembur paling dasyat dan keras. Crottt…crk…crtt…crtt…diikuti dengan terjatuhnya tubuh mamahku ke lantai, karena kakinya tidak bisa menopang tubuhnya lagi karena lemas, kemudian aku dengan sigap merangkul mamahku dari belakang agar tidak jatuh ke lantai. Kulihat nafas mamahku sangat tersenggal-senggal dan tidak beraturan, air di sekujur tubuhnya lebih banyak ditutupi air keringat.

Lalu perlahan-lahan kurebahkan tubuh mamahku ke lantai. Disana tubuh mamahku yang putih mulus itu terkulai lemas dan mamah merintih sambil menangis. Tak terasa sudah 45 menit aku berada di kamar mandi “bermain” dengan mamahku

Lalu akupun duduk di lantai bak mandi merangkul mamahku dan mengusap air matanya serta membelai rambutnya.

“kamu anak brengsek Son, mamah benci sama kamu”!!!! sambil tangannya menepis tanganku yang sedang membelainya, dan mencoba mendorongku, tapi aku kemudian memeluk mamahku.

“Mah Sony sayang mamah, tolong jangan marah mah, Sony suka sama mamah” sambil kupeluk dengan erat mamahku. Mamahku hanya menagis di dadaku sambil memukul-mukul dadaku.

Kembali kubelai rambut mamahku, tapi kali ini mamahku tidak menepisnya, dan menyenderkan kepalanya di dadaku sambil tetap menangis! Lalu sambil membelai rambut mamahku, akupun mencium kening mamahku. Sepertinya emosi mamahku sudah mulai mereda.

“mah, sudah jangan menangis lagi, mamah jadi jelek kalau nangis! Sini Sony bersih kan air mata mamah” sahutku akupun mendekatkan wajahku ke wajah mamahku, lalu….srtt lidahku menjilat air mata mamahku yang masih membekas di pipinya. Mamahku ternyata diam saja melihat tindakanku itu.

Lalu mamahku mulai menceritakan kepadaku mengapa dia kaget ketika aku mulai mengocok memiawnya tadi, ternyata kehidupan seknya selama ini dengan papahku hanya sebatas cium dan penetrasi yang monoton saja tanpa adanya variasi lainnya. Sehingga mamahku belum mengetahui apa itu oral sek ataupu istilah seks lainnya, karena kupikir mungkin pikiran mamah dan papahku mengenai seks sangat minim.
Lalu mamahku melihat cairan vagina yang tercecer di lantai dan mengusapnya dengan tangannya, dia memberi tahu padaku saat berhubungan dengan papahku cairan seperti ini hanya sedikit keluarnya.

“Mah, mungkin papah kurang variasi sehingga mamah kurang terangsang”

“Kamu tahu Son, kenapa mamah bisa banyak ngeluarin cairan ini”? tanya mamahku dengan emosi yang sudah reda.

“itu tandanya mamah udah terangsang dan mau orgasme, semakin banyak cairannya semakin mamah terangsang”. “tapi Sony kaget ternyata mamah bisa ngeluarin cairan sebanyak itu, luar biasa banget mah” sahutku

“udah ah, kita mandi masih belum beres tau” kata mamahku sambil berdiri setelah sekian lama terkulai di lantai

kemudian mamahku mulai mengusap punggung dan tubuhku dengan sabun dan akupun mulai kembali mengusap tubuh mamahku dengan sabun. Ketika tanganku sampai di bagian cdnya….

“Son kamu lepas aja celana dalam mamah, sekalian tolong kamu bersihkan juga ya” kata ibuku

Aku kaget mendengarnya, pikiran mamahku tentang seks rupanya sudah mulai terbuka setelah tadi berbicara sebentar, tanpa basa-basi lagi kupelorotkan cd mamahku dan nampak banyak bulu yang hitam lebat di bagian memiaw mamahku, ternyata mamahku tidak pernah memotong bulu jembutnya. Akupunulai mengelus memiaw mamahku dengan tangan yang penuh sabun.

Mamahkupun terus mengelus tubuhku dan ketika sampai di cd yang kupakai mamahku masih belum berani memegang tongkolku, hanya mengelus di bagian depan cd yang kupakai, akupun maklum karena mamahkupun belum begitu tahu banyak variasi seks.

“mah tangan mamah masukin aja ke dalam celana dalam saya” sahutku awalnya mamahku sedikit risih tapi ketika kutuntun tangan kanannya masuk ke dalam cdku ternyata dia menurut saja, “nah sekarang giliran mamah kocok Sony punya” kataku akupun mulai mengajari mamahku bagaimana cara mengocok tongkolku sesuai dengan film-film bf yang sering kutonton

“ah… kali ini giliran aku yang tak tahan dengan kocokan tangan mamahku, kemudian dia membuka cd ku dan berlutut serta mulai mengocok tongkolku dengan penuh semangat

“mah….ah….pelan-pelan mahh” sahutku

mamahku hanya sedikit tersenyum melihat aku menahan rangsangan akibat kocokan tangan mamahku. “Rasain luh, mamah bales sekarang” kata mamahk sambil tersenyum.

Kemudian aku menahan tangan mamahku yang mengocok. “Mah kocoknya jangan pake tangan mah, pake mulut mamah aja, mamah juga pasti menikmatinya loh”

“ngaco kamu, jorok tau”! lagian gimana caranya ngocok pake mulut” jangan aneh-aneh ah kamu Son”

“karena itu, makanya Sony ajarin” sahutku, seperti biasa mulanya mamahku menolak dengan keras mengoralku, tapi dengan rengekanku dan mukaku yang sedikit memelas, akhirnya mamahku mau juga

“mamah ga tau caranya, ini gimana” katanya
“tenang aja mah, pertama mamah cium pake bibir mamah kepala tongkolku ini” sahutku kemudian mamah mulai mengikuti kata-kataku dan mulai mencium kepala tongkolku. “ bagus mah, cium terus jilat pake lidah mamah sekarang” kataku kemudian mamahku mulai menjilat penisku dan menciumnya.

“Ok mah sekarang batangnya juga mah” sahutku

Setelah beberapa saat aku melepaskan tongkolku dari ciuman bibir mamahku.

“Mah sekarang mamah mulai oral ya, pejamkan mata mamah terus keluarin lidah mamah sekarang, mah” pintaku

kemudian mamahku menjulurkan lidahnya keluar dan aku menaruh batang tongkolku ke atas lidahnya. “Ok sekarang mamah bawa masuk tongkol Sony pake lidah mamah ke mulut mamah” sahutku mamahkupun hanya menuruti omonganku dan Hup…setengah batang tongkolku sudah mulai masuk ke mulut mamahku.

“ok sekarang lemesin badan mamah dan mamah ikutin aja gerakan tangan Sony ya” kataku

Lalu aku mulai menjambak rambut mamahku dan menekannya ke depan, sehingga tongkolku hampir masuk seluruhnya ke mulut mamahku kemudia mengeluarkannya sebagian dan memasukkan lagi dalam-dalam ke mulut mamahku.

“Ok mah sekarang, pake gerakan mamah sendiri, ga usah dituntun tanganku lagikan” sahutku dan seolah mulai mengerti mamahku mulai mengulum tongkolku dengan gerakan kepalanya sendiri, dan akupun tidak lagi menjambak rambut mamahku karena dia sudah mengerti, dan mengubahnya menjadi membelainya.

Setelah sekian lama aku mulai ga tahan “Mah aku mau keluar mah” sahutku kemudian mamahku dengan sigap mengeluarkan tongkolku dari mulutnya dan mengocok dengan tangannya, an crot…crot…crot air maniku membasahi muka mamahku

“Mmhhhh, banyak banget Son” kamu punya Son, kemudian aku membersihkan wajah mamahku dan menyuruh mamahku duduk di pinggiran bak. “kamu mau ngapain Son” jawab mamahku

“udah pokonya mamah turutin kata Sony aja deh” mamahkupun menuruti kataku dan duduk di pinggiran bak. “sekarang buka selangkangan mamah donk”

“jangan Son, kamu mau ngapain sih emangnya”
“nanti juga mamah bakal tau” sahutku
ketika selangkangannya terbuka lebar, maka…. Hup mulutku langsung mencium bagian tengah memiaw mamahku

“arghhhhh…..gila kamu Son, jangan lakukan itu, hentikan ahhh….ah….Son, berhenti Son, kurasakan di mulutku memiaw mamahku sudah mulai berair lagi. Mamahku berusaha dengan keras untuk menarik kepalaku dari lubang memiawnya, tapi aku semakin membenamkan kepalaku ke memiawnya, lama kelamaan , tarikan tangan mamahku di kepalaku menjadi elusan halus yang mulai membenamkan kepalaku ke dalam memiawnya!
Rupanya mamahku sudah mulai terangsang lagi
“ah….shhhh….ahhh….akhhh…enak Son. Terusin, akhhh mulutku terus menjilat menggigit, dan bahkan menghisap semua jeroan memiaw mamahku
“uahhhhh…….yeah……….terus…terus…terusin sayang…
“ah…. Ya….ya….yahhh…ah…mamah udah mau keluar lagi Son”, aku terus makin menghisap dan menjilati memiaw mamahku
“ahhhhhhhhhhh……..akhirnya mamahku orgasme untuk kedua kalinya
“gimana mah? Enakkan?” tanyaku
mamahku hanya diam saja dan sedikit mengangguk. Lalu setelah itu kamupun membersihkan badan kami masing-masing dan saling mengelap dengan handuk tubuh mamah dan aku, karena mamahku terlihat lelah banget, karena hampir satu setengah jam aku berada di kamar mandi.

Akupun kemudian menggendong tubuh mamahku keluar kamar mandi dan membaringkan di ranjangnya
“mah, tau ga kado ulang tahunku tahun ini benar-benar sangat spesial yang mamah kasih buat aku”
mamahku hanya tersenyum saja. Aku melihat jam menunjukkan pukul 12 siang, aku berpikir sayang sekali kalau 1 hari ini disia-siakan begitu saja, Aku teringat seorang temanku yang bernama Ronald, dimana dia mempunyai beberapa alat seks seperti vibrator dan sejenisnya, kulihat mamahku sudah mulai tertidur, mungkin karena kelelahan setelah bermain selama 1 setengah jam di kamar mandi. Lalu timbul suatu ide gila yang sedikit merasuki pikiranku.

“Mah, mamah istirahat dulu ya, aku mau jeluar dulu sebentar, paling hanya setengah jam-an” kataku
Mamahku mencoba untuk bangun dengan tubuh yang lemas dan masih dalam keadaan telanjang. “Sini biar mamah antar kamu keluar” sahutnya
“tidak perlu mah, aku hanya keluar sebentar ko” kataku
“memangnya kamu mau kemana Son”
“cari angin di luar sebentar, mamah istirahat aja dulu disini ok, ga perlu temenin Sony ko” kataku sambil membelai kepala mamahku
“Ya udah, kebetulan mamah juga sedikit cape nih, mau istirahat dulu sebentar” sahutnya
akupun bergegas keluar mengenakan pakaianku dan menuju rumah temanku itu.
Agar dia tidak langsung curiga, aku sengaja bermain sebentar di rumahnya, mungking sekitar 1 jam, dan begitu aku lihat sudah cukup aku bermain dengannya sambil mengobrol, maka akupun langsung berbicara ke maksud tujuanku datang ke Ronald
“Eh Nald, kamu masih mempunyai vibrator yang kamu pakai untuk bermain dengan kekasihmu dulukan”?kataku ketika sudah sampai di rumah temanku
“ada sih, memangnya ada cw yang lo mau permaenin ya, gila juga luh, ga gua sangka lo ngomong kaya begini, memangnya cewe lo cakep ya Ton” kata Ronald
“udah lah, sn gua pinjem dulu”
“Ya udah lo tunggu di sini bentar ya” katanya
“Oh ya nald, sekalian aku pinjam beberapa film bokep juga donk” kataku
Ronald hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala mendengar ucapanku itu.
Tak lama kemudian Ronald muncul sambil membawa alat-alat yang kuminta
“nih Son, lo pake aja yang puas ok, katanya”
“Oh ya, sekalian lo juga bawa ini nih” sahutnya sambil menyodorkan satu dus kondom.
Akupun pamit untuk pulang dan bergegas ke rumah mamahku.
Setelah sampai di rumah mamahku, ternyata dia sudah ada di ruang tamu dan mengenakan pakaian model korea yang dia sukai dimana modelnya selalu mempres badannya, sehingga tonjo;an dadanya semakin mencolok.
“darimana kamu Son”tanya mamahku
“Oh, aku tadi di jalan ketemu teman mah, jadi aku ngobrol sebentar” kataku
kutaruh alat seks yang kubawa dalam tas di bawah meja agar mamahku tidak terlalu curiga, kemudian aku pura-pura bergegas menghampiri mamahku.
“ah, pegal juga nih badanku” kataku
“Sini biar mamah pijit kamu” kata mamahku
lalu mamahku mulai memijiti punggungku.
“Wah disini kayanya sempit ya mah, aku ga leluasa untuk terlentang nich” kataku. Hal ini kukatakan agar mamahku memindahkannya ke area lain yang lebih luas.
“Ya udah, mamah pijitin kamunya di kamar mamah aja yah” kata mamahku
“Wah boleh juga tuh” kataku. Ini dia yang kuingini kataku dalam hati
kemudian kamipun berpindah ke kamar mamahku
akhirnya mamaku memijiti punggungku di dalam kamarnya, selang 15 menit kulihat keringat sudah keluar di kening mamahku, mungkin karena cuaca hari itu memang sedikit panas, dan mamahku juga terlihat sedikit lelah. Pada saat itu sambil dipijit aku mengobrol dengan mamahku. Dan lama-lama kuteruskan obrolanku yang mengarah kepada seks
“mah, mamah jarang melakukan hubungan intim dengan papah ya” kataku
mamahku diam sejenak mendengar ucapanku itu
“kamu ini, memangnya kalo jarang kenapa” kata mamahku
“mamah memang udah 10 tahun ini tidak melakukan hubungan intin lagi, karena mamah merasa sudah tua, itukan buat anak yang masih usia muda” kata mamahku
Akhirnya aku menyadari mengapa mamahku tidak terlalu mengerti dengan variasi seks.
“Wah, kalo gitu mamah salah, buktinya tadi aja mamah luar biasa di kamar mandi” kataku
“mamah benar-benar ga kalah sama anak muda yang baru kawin” timpalku
“mah, walaupun mamah udah berumur 40 tahun lebih, taoi gairah muda mamah masih bergejolak, sayang kalau dilewatkan” kataku lagi
“sudah ah, kamu jangan menggoda mamah lagi” kata mamahku
“mah, aku berkata benar ko, mamah masih punya gairah yang luar biasa, sayang kalau dilewatkan” kataku sambil membalikkan badanku dan mengelus pipinya.
“sudah ah, kamu ini gombal terus” kata mamahku
“Aku ga gombal ko, mah, gini aja kasih aku waktu 5 menit dari sekarang, kalo mamah tidak terangsang oleh gerakan Sony, maka Sony percaya kalau gairah seks mamah sudah menurun, gimana? Tawarku
“ah gila kamu” kata mamahku
“Kenapa mah, ko mamah jadi ga berani, apa mamah takut kalau kata-kata Sony itu bener?”
mendengar kata-kataku itu mamahku menjadi panas dan sedikit emosi.
“Huh, memangnya siapa yang takut, baiklah tapi inget Cuma 5 menit aja ya” kata mamahku
“ok, Cuma 5 menit, kalau dam waktu 5 menit mamah ga terangsang, Sony janji ga bakal godain mamah lagi hari ini, tapi kalo dalam waktu 5 menit mamah terangsang, mamah harus nerima permintaan Sony yang lain ya” kataku. Saat itu mamahku hanya diam saja. “nah karena mamah diam berarti Sony anggap setuju ya” kataku
Lalu akupun bergegas mendekati wajah mamahku dan menciun pipinya, lalu kuteruskan ke bagian telinganya, kucium dan kujilat bagian telinga dalamnya, sambil tangan kananku mengelus pahanya, sehingga rok yang dipakainya tersingkap, sedang tangan kiriku meremas payudara kiri mamahku. Melihat permainanku itu, mamahku yang sejak tadi berusaha untuk menahan rangsangan tanpa sadar mengeluarkan sedikit desahan.
“mmhhhh….uhhhhh…ukhh…hha..h, Son, sudah ah” hentikan” sahut mamahku
“tenang aja donk mah, inikan baru 1 menit lebih” kataku sambil terus kucium dan kujilati bagian pipi, telinga dan kuping, dan tanganku kini sudah diam di bagian tengah memiawnya, sambil kuelus dan kuputar-putar tanganku di bagian tengah memiawnya.
Dan saat itu kurasakan adanya bagian celana dalam mamahku yang mulai basah.
“Akhhhh….ughhh..ahahh….udah Son, please, mamah nyerah deh, masih banyak kerjaan nih” kata mamahku.
Kemudian mamahku bergegas berdiri dan merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan karena terkena remasan-remasan tangan nakalku, dan pergi untuk menyetrika pakaian-pakaian yang belum digosok. Sambil mamahku menyetrika kuhampiri mamahku.
“nah, sekarang berarti mamah harus menuruti permintaan Sony yang laennya ya, kan tadi mamah udah kalah” kataku
“memangnya kamu mau apa lagi Son” sahut mamahku
“sekarang terbukti kan omongan Sony kalau gairah seks mamah ternyata masih meledak-ledak, sayang kalau dibiarkan begitu saja mah” sahutku
“Ah, dasar nakal kamu” kata mamahku
“nah maksud Sony, Sony ingin penampilan mamah untuk hari ini aja, sesuai yang Sony mau” sahutku
“maksudmu”?
“Sony rasa Bh dan cd yang mamah gunakan tidak cocok untuk mamah, seperti benar-benar orang yang sudah tua, apalagi cd mamah seperti cd anak kecil” kataku
“semakin lama, semakin ngaco kamu Son” kata mamahku
“ayolah mah, untuk hari ini aja” pintaku
“jadi kamu mau apa” sahut mamahku
“nanti kita ke luar, n kita pilih bh dan cd yang sesuai buat mamah” kataku
“mau ya mah….”pintaku, dengan sedikit manja
“tterserah kamulah” kata mamahku
setelah selesai menyetrika aku dan mamahku keluar menuju sebuah mal di daerahku, dan menghampiri bagian pakaian dalam untuk wanita.
“yang mana yang kamu suka Son” kata mamahku
kemudian aku melihat bh berwarba hitam dengan sedikit obrasan bunga di kedua tonjolannya, serta cd berwarna hitam yang terbuat dari bagan parasut dengan dilapisi bagian busa yang tipis di lengkungan untuk memiaw perempuan, dengan model G-string.
“nah yang ini aja, mah” kataku
“kamu yakin, mamah cocok dengan yang seperti ini” kata mamahku
“pasti cocok, mah” kataku
akhirnya mamahkupun membeli bh dan cd yang kutunjuk tadi, dan tidak lupa akupun mengambil stoking berwarna hitam yang masih berada di tempat yang sama.
“Itu buat apa Son” tanya mamahku
“nanti juga mamah tau” kataku
setelah membayar, aku baru teringat kalau mamahku tidak mempunyai celana rok yang pendek.
“oh ya mah, sekalian kita beli celana rok buat mamah juga ya” kataku
“buat ngapain lagi sih” sahut mamahku dengan sedikit emosi
“ayolah mah, pokonya Sony ingin hari ini mamah keliatan cantik banget di hari ultah Sony ini” kataku
mamahku pun hanya bisa pasrah menuruti permintaanku, dan singkat cerita aku telah membelikan celana rok yang pendek untuk mamahku dan setelah itu kamipun pulang ke rumah.
“nah sekarang Sony mau mamah memakai semua yang kita beli tadi, kataku, kecuali baju mamah, yang lain harus diganti” kataku. Model baju mamahku adalah model baju korea dimana bisa mempres badan ketika dipakai, dan bisa melar ketika ditarik oleh tangan, seperti terbuat dari karet, walupun itu sebenarnya dari kain, karena kulihat mamahku sangat seksi jika memakai pakain seperti itu.
Lalu mamahkupun bergegas ke kamar untuk mengganti bagian dalamnya dengan yang baru dibeli, sedang aku menunggu di luar.
Ketika mamahku selesai dan keluar kamar dengan menggunakan rok yang pendek disertai stoking panjang berwarna hitam akupun terpana melihatnya, apalagi bagian dadanya yang kurasa sudah memakai bh yang tadi dibeli, karena mamahku memakai baju korea dan mempres badannya, sehingga terlihat ada sedikit ukiran bunga yang sedikit timbul dari bajunya yang berasal dari bhnya.
“wuaw, mamah seksi banget n cantik banget” kataku sambil menghampiri mamahku. Kubimbing mamahku ke kursi tamu dan di situ tak habis-habisnya aku terpana melihat kecantikan dan keseksian mamahku sambil tanganku mengelus-elus pahanya
‘Sudah ah Son, mamah sedikit risih nih” sahut mamahku
lalu kudekatkan wajahku ke wajah mamahku dan kucium pipinya, mamahku berusaha untuk mengelak ciuman itu, tapi karena tanganku memegang wajahnya mamahkupun hanya bersikap pasrah, setelah itu ciumanku kuteruskan ke bibir mamahku yang sedikit basah dan mungil, kucium dan kujilati semua bagian bibir mamahku, lalu sejenak aku melepaskan ciumanku pada mamahku.
“mah mulutnya jangan ditutup terus donk” pintaku
“sudah ah Son, hent…” belum sempat selesai bicara kembali kucium bibir mamahku, tangan kananku sudah mulai meremas-remas susu kanannya, kupaksa memasukkan lidahku ke dalam mulutnya, dan kujilat lidah mamahku serta semua ronnga-rogga mulutnya.
“Mmmhhhhhh….” Hanya itu suara yang keluar dari mamahku, lalu akupun kembali melepaskan ciumanku.
“mah ada sesuatu yang spesial buat mamah loh”
“apa itu” kata mamahku
“eit, mata mamah harus ditutup dulu” kataku“”Sudah ah, kamu ini dari tadi macam-macam” sahut mamahku
“Ayolah mah” kataku seraya mulai menutup mata mamahku dengan kain dan mengikatnya. Lalu akupun pergi mengambil vibrator yang kupinjam dari temanku dan kembali menghampiri mamahku.
“kesini mah ikut Sony” seraya mengambil tangan mamahku dan menuntunnya ke kamarnya. Setela itu kududukkan mamahku di ranjangnya dan kutaruh vibrator di pinggir ranjangnya.
Setelah itu aku kembali mencium bibir mamahku, sambil kurebahkan dia di ranjang, dan tangan kananku berusaha untuk membuka pahanya dan mengelus elus bagian tengah selangkangannya yang masih ditutupi cd berwarna hitam, sedang tangan kiriku menyusup ke balik bajunya dan meremas-remas susu kanannya, setelah kurasakan mulai sedikit lembab, aku mengambil vibrator dan menyalakannya.
“Bunyi apa itu Son” sahut mamahku sambil melepaskan ciuman bibirku
“sudah lah, diam dan nikmati aja ya mah” sahutku
akupun langsung menggesek-gesekkan vibrator itu ke bagian tengah celana dalam mamahku secara lembut dan pelan
“Ahhhh…..uh……ukh…geli sekali… apa itu Son” tanya mamahku
aku hanya diam saja dan supaya mamahku tak terlalu berisik kembali kucium bibir mamahku untuk meredam suara mamahku agar jangan terlalu kencang, kutaruh vibrator di samping mamahku dan kulepas rok yang dipakai oleh mamahku, lalu kueluskan kembali vibrator tadi ke bagian tengah memiaw mamahku yang masih memakai cd, dan ternyata cd mamahku sudah semakin basah oleh air dari vaginanya.
“Ummhhhhh…..ukhh..hhhhh…emmmmhhh….desah mamahku dengan mulut yang masih kucium dengan bibirku. Kutarik lengan kiriku dari dada mamahku, lalu aku mulai membuka baju dan celanaku dengan tangan kiriku, sehingga aku hanya memakai cd saja. Lalu kulepas dan kulucuti pakaian mamahku, sehingga saat ini mamaku hanya mengenakan bh dan cd yang dibalut dengan stoking berwarna hitam. Kutaruh vibrator yang kupakai tadi, dan kuposisikan mamahku untuk duduk bersandar pada pinggiran ranjang, kubentangkan dengan lebar kedua kaki mamahku, dan…”ahhhhhh….ahaaahhh…” desah mamahku ketika aku mulai mencium bagian tengah memiawnya yang masih tertutup cd. Kujilat dan kuhisap celana dalam mamahku. Mamaku hanya menggeliat-geliatkan tubuhnya sambil kedua tangannya bertumpu di belakangnya, dan mencengkram sprei kasurnya dengan kuat.
“ahhh..ukh…mmhhh….geli…auhhh…geli banget…Son…mmhhh…nikmat….ahhh”desah mamahku. Sambil tetap menghisap selangkangannya, kedua tanganku mulai meremas-remas kedua gundukan dada mamaku yang masih tertutup bhnya, dan akupun membuka pengait bh yang ada di bagian depan bh mamaku, sehingga kini mamaku hanya mengenakan cd dan stocking hitam yang masih menempel ketat di sepasang kakinya. Lalu kulepas ciumanku dari selangkangan mamaku, dan kutarik cd mamaku yang sudah basah akibat dari air liurku dan bercampur juga dengan air dari vagina mamaku. Sesaat aku terdiam melihat bulu-bulu hitam mamaku yang begitu lebat yang berada di sekitar selangkangannya. Lalu kubuka kembali kedua kaki mamaku lebar-lebar dan kucium, kujilat dan kuhisap bagian dalam memiaw mamaku.
“akhh…uhhh…ge..l..ii….akhh…hhh…geli banget son….ohhhh…”rintih mamaku. Lalu kulepas isapan mulutku dari liang memiaw mamaku, dan membuka bibir vagina mamaku lebar-lebar dengan kedua jempolku, kukeluarkan air liurku dan kumasukkan ke dalam lubang memiaw mamaku, setelah lubang di dalam memiaw mamaku penuh air liur, kembali kuhisap dan kujilat memiaw mamaku.
“aohhhhhh…akhhh…mhhhh…ukhkhhh…geli…suda..h…hent..t ika….”rintih mamaku sambil menggeliat-geliatkan badannya dengan sangat kuat. Kali ini kulepaskan mulutku dari memiaw mamaku, dan aku mulai membuka cd yang kupakai, akupun mulai menggesek-gesekkan tongkolku yang sudah tegang di bibir vagina mamaku, setelah sekian lama, akupun mulai memasukkan tongkolku ke dalam memiaw mamaku. Kali ini tongkolku sangat lancar masuk ke dalam memiaw mamaku. Bles…bles…bless, kupompa terus mamaku dengan gerakan yang semakin lama semakin cepat.
“akh…ah…uh…ahhh..oh…mmhhh…” rintihan dan desahan mamaku semakin kuat, kedua tanganku mulai meremas-remas kedua payudaranya, sambil mulai kucium bibirnya, dan mamakupun membalas ciumanku dengan tidak kalah ganasnya, lidah kami saling bertautan di dalam mulut mamaku. Karena aku sudah mau keluar, kuhentikan penetrasiku di dalam vagina mamaku, sambil masih tetap berciuman, kulepaskan tongkolku dari dalam vagina mamaku, dan akupun menggantinya dengan tangan kananku. Mula-mula kumasukkan 1 jariku ke dalam vaginanya, karena melihat reaksi mamaku masih biasa-biasa saja akupun menambah memasukkan 2 jariku lagi ke dalam vaginanya, sehingga kini tiga jari tengah kananku mulai mengocok bagian dalam memiaw mamaku.

“akh…ah…ah…Son…mmhhh…emhh…adu..hh…Son…Sony…mama udah ga kuat Son…ahh….” Desah mamaku sambil menggeliat-geliatkan badannya menahan rasa nikmat yang luar biasa, namun aku tak memperdulikan desahan mamaku.
“sabar ya ma, hari ini Sony mau bawa mama ke puncak kenikmatan yang paling tinggi” sahutku, sambil terus mengocok vagina mamaku dengan cepat.
“Son…ahh…ah…auh…oh…son…udah…udah…ma…mama…mama uda..h.. ga kuat lagi…aoh…akkkkkhhhhhhhh…..” mamaku mengerang dan mencapai orgasmenya. Untuk sementara waktu, kubiarkan mamaku untuk mengambil nafas dan beristirahat sejenak.

Setelah beberapa saat, akupun mulai kembali membuka selangkangan mamaku, dan mulai memasukkan tongkolku yang sudah tegang sejak tadi.
“Son, sudah ah…Mama udah cape nich, Mama udah tua Son, stamina mama juga sudah…akhhh, belum sempat mamaku selesai bicara aku sudah kembali menghujamkan tongkolku ke liang vaginanya, kali ini kumasukkan dengan tempo yang sedikit cepat, kuangkat kaki kiri mamaku, dan kutaruh di pundakku sambil terus kugenjot.

“Akh…emh…emh…ah…oh…akh…uhh…ahh…mama…mama udah mulai ga kuat Son, Son…” desah mamaku
“Sabar…sabar ya Ma, Sony..Sony juga udah mau ke luar ah…ah…ah…bentar lagi Ma” sahutku sambil makin kupercepat pompaanku di dalam memiawnya
“Sony…Son…Son…udah…udah Sooooonnn…..akhhhhhhhhhhhh” mamaku menjerit sekerasnya, dan disaat yang bersamaan aku juga berteriak, dan mengeluarkan banyak spermaku di dalam memiaw mamaku.
Kulihat kali ini seluruh tubuh mamaku banjir oleh keringat, demikianpun dengan aku, dan akupun terkulai lemas di sebelah mamaku.

Dan sejak saat itu, saat aku ada kesempatan berdua dengan mamaku (khususnya di siang hari), aku kembali melakukan hubungan seks dengan mamaku, dan mamaku selalu berusaha dengan baik untuk memenuhi kebutuhanku itu.

TAMAT


Ibu Mertuaku merintih dan menjerit sangat keras, nafasnya terlihat tidak teratur menahan orgasme yang menyerangnya, Vaginanya terasa sangat basah dan siap menyemburkan cairan kewanitaan.
Ku jilati terus lidahku sedalam dalamnya ke dalam Vagina Ibu Mertuaku sambil sesekali menekan klitorisnya dengan ujung lidahku, sesekali dia kembali menjerit seperti dimabuk kepayang, aku dapat merasakan menggilnya tubuh Ibu Mertuaku dengan wajahku yang benar2 lekat pada Vaginanya. Dan aku juga bisa merasakan mengalirnya cairan kewanitaan yang tersembur dari Vaginanya mengalir ke bibir, mulut dan lidahku.
Kutarik mundur kepalaku dari Vagina Rini Sang Ibu Mertuaku, Vaginanya terlihat memerah sangat sexy, bersamaan itu pula Rini secara otomatis berlutut dilantai seperti kehilangan topangan.
RINI : “Luar biasa sayang, enak banget. Kamu belum menyerah kan?”.
AKU : “Belum donk Bu, tapi Maaf ya Bu, soalnya kita sebelumnya belum pernah berbuat sampai sejauh ini”. Kataku sambil tersenyumkearah Ibu Mertuaku sambil meremas halus salah satu payudaranya.
RINI : “Bagus!! Oleh karena itu, sekarang Ibu Mau tau, apa yang bisa kamu lakukan ke Ibu?” Ibu mertuaku menyeringai genit kepadaku.
AKU : “Hmmm….kira2 apa ya bu, klo menurut ibu ngapain lagi nih kita?” Aku gentian menggoda dirinya.
Rini Sang Ibu Mertuaku merogohkan tangannya ke buah Zakarku, dan dia juga meraba batang Penisku yang sudah tegak tercetak di celanaku.
RINI : “Nah, ini dia, Ibu Mau tau kehebatan dari Penismu”. Sahut Ibu Mertuaku sambil meraba batang penisku.
AKU : “Ohh…yang ini memang sangat bagus Bu. Yang pasti anak perempuan ibu gak pernah mengeluh atau complain sama yang satu ini”.
RINI : “ Tapi kan aku bukan Nadya,lho…..Maksud Ibu, harapan ibu boleh dong lebih tinggi dari Nadya, Ibu mau yang lebih Dari kamu”
Rini berhenti bicara dan maju selangkah, untuk mulai melepaskan celanaku. Lalu Ibu mertuaku menyelipkan pinggulnya diantara kedua kakiku yang terbuka lebar, lalu dia memasukan tangannya kedalam celanaku untuk memegang dan merasakan ke-ereksian Penisku yang sudah sangat keras. Ketika aku rasakan genggaman tangannya pada batang penisku, kurasakan sensasi yang luar biasa, dan membuatku sedikit mengerang, ketika genggaman tangannya mulai mengocok penisku naik dan turun. Dan Ibu Mertuaku melihat kearah mataku, yang menyiratkan kepuasan sensasi bercinta dengan sang Ibu Mertua.
RINI : “Sudah berapa kali kamu membayangkan bersetubuh dengan ku, sayang..?”. Dia berkata sambil terus mengocok penisku.
Aku naikan salah satu alis mataku sesekali sambil bertatapan dengan mata Ibu Mertuaku, dengan maksud memberikan padangan yang mengejutkan hatinya, sambil sedikit tersenyum simpul kepadanya.
AKU : “Udah gak ke itung lagi Bu, sering banget”. Jawabku.
RINI : “Klo Ibu tuh sebenernya, udah dari dulu pengen banget bersetubuh dengan kamu sayang. Sampai kadang Ibu berpikir bahwa Nadya Anak perempuanku itu, egois banget ya nyimpen kamu untuk dirinya sendiri”.
AKU : “Lha bu, aku kan nikah sama dia Bu. BUkan sudah seharusnya begitu”. Jawabku sambil menahan nikmatanya kocokan demikocokan yang dilakukan oleh Ibu Mertuaku.
RINI : “Hmmmm….!!Betul sayang, tapi gak ada salhnyakan kamu tau sedikit tentang Ibu dari Istrimu”. Rini kembali menyanggah pendapat ku, dengan tersenyum lebar dengan penuh kenakalan.
AKU : “Ooohhh…sshhh….Akhhh…Apa tuh Bu, yang perlu aku tau tentang ibu?” Tanyaku sambil mendesah keenakan.
RINI : “Disaat aku ingin sesuatu yang agak nakal, dan pasti aku Ibu Mertuamu bisa mendapakannya. Dan apa yang ku mau sekarang adalah disetubuhi oleh mu Sayang, disetubuhi oleh Menantuku sendiri!!” Matanya menatapku sangat nanar dan penuh nafsu birahi yang sangat tinggi, dia memandangiku sambil agak meremas batang penisku dengan sangat gemas.
AKU : “Ibu..ya..ya..yakin Bbbu dengan kata2 Ibu, gak takut dddosa bu?”
RINI : “Hahahaha…Sayang, Hidup ini sangat singkat lho,kenapa sih kita buang2 waktu, ayo Sayang, setebuhilah Ibu Mertuamu ini…!!”. Rini tertawa sambil menjawab pertanyaanku.
Aku melenguh panjang, merasakan antara kenakan dan mencoba berpikir kembali sebelum ini terjadi, bahwa kejadian ini terjadi begitu cepat. Tidak ada lagi yang bisa kupirkan. Sejauh ini yang bisa kupirkan hanyalah, sebuah fantasi terbesar dalam hidupku yang sedang terjadi.
Rini mulai menghentakan kocokannya dengan perlahan, saat kocokan keatas dia menghentakan keatas, saat kocokan kebabawah dihentakannya kebawah. Hentakan demi hentakan dari kocokannya membuatku seperti berada pada surga dunia yang sangat indah.
RINI : “Sekarang, Ibu mau kasih tau kamu, klo Ibu Mertuamu ini sangat suka sekali disetubuhi dengan pelan, tapi dengan hentakan yang keras. Aku suka dengan gerakan yang sedikit agak kasar, setelah kita selesai bercinta nanti, Ibu mau merasakan bahwa Ibu benar2 terasa habis disetubuhi”.
AKU : “Ibu juga suka kan ngomong agak kotor, iya kan?” Tanyaku, dan penisku sudah benar2 tegak dan sangat keras.
RINI : “Nah itu dia Sayang, oleh karena itu Ibu bukan mau bercinta denganmu, tetapi Ibu hanya ingin bersetubuh denganmu, sayang. Ibu hanya ingin menyetebuhi menantu laki2 ibu!! Ya, selayaknya seperti binatang lah gitchu…, dan mungkin insting binatang telah merasuki kita sayang…hanya kepuasan..Lho. Kamu harus tau Sayang, binatang bersetubuh untuk berkembang biak, tapi masa2 reproduksi aku sudah berlalu lho…, tapi klo nafsu birahi Ibu Mertuamu ini akan tetap ada sampai kapan pun, Sayang”.
Rini sang Ibu mertuaku berbicara seperti itu kepadaku dengan cara sedikit melakukan desisan dan desahan yang terlihat seperti memimpikan kepuasan sensai birahi yang sangat luar biasa sambil dia berjongkok diantara kedua paha ku yang terbuka lebar dengan meremas remas bantang penisku, yang semakin membuatku terdiam bingung ingin menjawab apa dan gusar tak tertahankan untuk merasakan liang sanggama di dalam Vagina Rini Ibu mertuaku itu.
RINI : “Apa sayang, kamu mau apa sich?Gmn, kamu tertarik tak, untuk menyetubuh kelinci betina yang sekarang sedang menyiksamu ini?”.
Untuk sementara aku terdiam bingung amu menjawab apa. Tetapi sisi liar Ibu Mertuaku sangat membangkitkan gairah birahiku, apalagi perkataannya tentang sex yang sangat membuatku terangsang, dan aku belum pernah mengalami keterangsangan seperti ini, dengan Nadya sekalipun, sambil diiringi remasan2 yang sedikit agak kasar kepada Penisku dengan hentakan2 kopcokannya, yang makin membuatku tersiksa menahan gejolak nafsu birahi untuk menyetubuhinya yang sudah tidak mungkin aku bending lagi, memang penisku terasa gak sakit dengan kekasarannya tapi sensasinya membuat ku menikmati perlakuan dan gerakan tersebut.
AKU : “Ooohhh….akkhhh, Ibu…..sshhhh… Aku akan bersetubuh dengan Kelinci Betina ini, kapanpun dia mau”. Aku menjawab pertanyaannya sambil menikmati siksaan birahi yang dilakukan terhadap penisku, dan Rinisambil tersenyum dan dia tau, akhirnya dia hampir sukses untuk menggoda ku.
RINI : “BIlang dong sayang, bagaimana caranya rusa jantan muda ini menyetubuhi ku?Apa yang akan kamu lakukan dengan Penismu yang sudah berdiri tegak dank eras ini, terhadap Ibu Mertuamu ini?”.
Akhirnya aku tau sekarang, kapan aku harus melontarkan kata2 ini kepada Ibu Mertuaku yang aku hormati, segani, yang sekarang terlihat seperti pelacur, yang siap untuk disetubuhi oleh Suami dari anak kandunya sendiri.
AKU : “Aku akan menyodok Vagina Ibu dengan menghantamkan penisku sedalam2nya, dan kamu akan menikmatinya Kelinci Betina Cabul!! Akan ku kocok penisku ini sedalam2nya di dalam Vaginamu, Pelacur..!!!”
RINI : “Ooo yeah….Dasar kamu penis bajingan, kata2 kamu jadi bikin ibu Horny bgt deh…apakah cmn ini aja kata2 berengsek yang bisa keluar dari mulut kamu?”
AKU : “Tunggu aja bu, dan lihat apa yang akan terjadi nanti”. Jawabku.
Sambil kukatakan itu, aku mendorong Ibu Mertuaku kelantai, hingga dia agak terduduk akibat doronganku, dan terlihat kakinya yang terbuka lebar, dan aku lagsung mencengkram kedua pahanya dan agak melbarkannya lebih lebar lagi, aku mendorong badannnya kedepan sampai aku rasakan pinggulku berada pada jarak terdekat dengan liang vaginanya, dan aku dapat merasakan kepala penisku menyentuh klitorisnya. Aku tahan batangpenisku agar tidak langsung masuk kedalam vaginanya, dan aku mulai memegang batang penisku ku kocok perlahan an aku gesek2an pada bibir vaginanya.
AKU : “Vagina mu sdh siap belum untuk ku tusuk, perek..!!” Kutanya Ibu Mertuaku dengan kata yang agak kasar.
RINI : “Aku udah pernah merasakan yang lebih besar dari ini, bajingan..!!” Katanya sambil sedikit mendesah dan memajukan pinggulnya.
AKU : “Yeahhh…aku berani bertaruh, berarti udah banyak kan yang masukin Penisnya ke Vagina Ibu…hehehe”. Aku mencoba membalas pernyataannya.
RINI : “Apa kamu bilang…?? Klo aku membuka pahaku untuk semua lelaki,katamu..?
AKU : “Yup, benerkan bu.., kan Ibu tadi bilang pernah rasain yang lebih gede…hehe”.
RINI : “Yeahhhh…,hehehe…tapi Ibu Yakin koq, pasti ada lelaki yang bisa melakukan ini lebih baik dari kamu,..hahahaha”. Ibu mertuaku tertawa, tetap dia terlihat selalu mengcilkan hatiku, atau dia berkeinginan besar akan kepuasan yang nanti akan kuberikan kepadanya.
Aku sudah tidak sabar lagi memposisikan penisku di depan gerbang kenikmatan itu, bibir vaginanya sduah terlihat sangat basah becek, dan siap menerima hujam2 hujaman dari penisku.
AKU : “Aah..berisik banget sih Bu…dasar Ibu Mertua Pelacur….mending rasain ini…!!”
Aku katakan sambil mendorong maju pinggulku dengan sekali hentakan yang menyebabkan Penisku masuk sedalam 3 inci kedalam Vagina Ibu Mertuaku dan aku dapat merasakan bahwa ini belum masuk sepenuhnya, ku tarik lagi penisku secara pelahan dan ku hujamkan lagi kali ini penisku dengan hentakan yang lebih keras dari hentakan awal. Kurasakan vaginanya yang memang terasa masih sempit walau dengan hempasan keras penisku, aku masih merasa belum sepenuhnya masuk. Dengan hujaman penisku yang agak kasar, kulihat Ibu Mertuaku menjerit, entah kesakitan atau menikmati dan kulihat kuku jarinya mencakar dan mencengkram karpet yang menjadi alas persetubuhan kami di lantai, yang baru kusadari bahwa teriakannya adalah sebuah jeritan dari dampak kenimatan birahi sebuah sensasi benturan yang sangat kuat dari Penisku terhadapa liang Vaginanya yang sangat tiba2 dan terasa agak mendadak.
RINI : “Akkhhhh……sshhhhh eemmpffff….yesss, iya sayang masukin penismu yg dalam ke Vagina Ibu, setubuhi aku…sayang…!! Berikanlah Ibu Mertuamu ini kepuasan yang terbaik!!” Keluarlah kata2 dan jeritan mendesah dari mulutnya, kutindih tubuhnya yang sangat sexy dan sangat menggiurkan itu.
Dengan menindih tubuh Ibu Mertuaku, aku memberikan respon atas perkataannya. Ku lanjutkan pompaan penetrasi pada Vagina Ibu Mertuaku yang makin basah berlendir dengan hujaman hujaman yang cukup keras dan bertenaga dengan sangat perlahan dan semakin dalam tiap hujamannya. Hentakan demi hentakan yang semakin dalam kuberikan dari penisku terhadap Vagina Ibu Mertuaku Rini, memberikan sensasi tersendiri yang sangat luar biasa yang dapat kurasakan, setiap hentakan membuat Rini Sang Ibu Mertuaku menjerit kesakitan, mendesah keenakan dimana rasa itu bercampur menjadi satu untuk dia rasakan, tubuhnya pasrah menerima hujaman dan tikaman dari Menantunya, wajahnya sedikit memerah menahan rasa sakit pada Vaginanya yang memang ku hantam sangat keras dengan penisku, siksaan demi siksaan birahi dari nafsu persetubuhan kami yang kami lakukan membawa kenikmatan tersendiri bagi dirinya dan kepuasan bagiku dengan melihat wajahnya yang sangat cantik sexy dan menawan akhirnya dapat kusetubuhi, anganku terwujud. Ibu Mertuaku seperti ketagihan akan rasa sakit dan nikmat yang dia rasakan sewaktu penisku keluar masuk di Vaginanya.
Dalam beberapa detik akhirnya Vagina Rini mulai agak melonggar dan terasa tidak terlalu sempit lagi, dan akhirnya bisa menerima penisku seutuhnya di dalam vaginanya. Tubuhnya mulai mengikuti irama hentakan penetrasiku maju dan mundur, tiap gerakan, kami nikmati dengan penuh konsentrasi dan tiap gerakan juga menciptakan bunyi seperti tepukan atara basahnya kulit yang beradu akibat benturan demi benturan yang tercipta, menambahkan sensasi persetubuhan tabu yang sangat terlarang ini makin nikmat dan tidak ternilai keindahannya, antara diriku dan Ibu Mertuaku.
Melihat kebawah, kearah Tubuh Ibu Mertuaku yang sangat menggoda, aku merasakan suatu nafsu dari gairah keintiman yang mendadak secara tiba2 muncul untuk mencium Ibu Mertuaku. Kumajukan sedikit wajahku kearah bawah searah dengan wajah Rini Sang Ibu Mertuaku, dengan posisi penisku tetap melakukan penetrasi pada vaginanya, kutatap matanya tanpa basa basi langsung kukecup bibirnya yang bergincu merah muda, kulumat bibinya dengan bibirku dengan sedotan2 penuh nafsu. Dengan hisapan bibirku terhadap bibirnya, Ibu Mertuaku bereaksi dengan melingkarkan kedua lengannya kepunggungku dan memeluku dengan sangat erat, Rini mendekapku sangat erat penuh dengan nafsu binatang, dia membalas tiap ciuman yang kulakukan dengan penuh kegilaan, persetubuhan ini telah dimulai, persetubuhan yang sangat erotis sensasional dan penuh dengan kenikmatan dosa yang sangat berbirahi tinggi, antara aku dengan Ibu Mertuaku.
Ku jejalkan lidahku kedalam mulutnya sampai dengan ketenggorokannya, Ibu Mertuaku membalas dengan menghisap lidahku dengan penuh nafsu, kulihat percumbuan kami, Mata Ibu Mertuaku terpejam menikmati digauli oleh menantunya, dan mungkin dia membayangkan bahwa lidahku adalah penis yang sedang merogoh masuk ke dalam mulutnya.
Kami mencium,menghisap, menjilat an menggoda satu sama lain, gairah dari nafsu birahi kami mulai memuncak, suara2 desahan, keanakan, dan jeritan kami memenuhi selurh ruangan tengah, dimana tempat kami sedang bergumul. Beberapa saat persetubuhan kami, aku merangkul erat tubuhnya dan memutar posisi kami tanpa melepaskan penetrasi antara penisku dan vaginanya, sekarang Rini Ibu Mertuaku berada diatasku dan aku bisa melihatnya lebih liar, seperti pelacur yang sedang beraksi.
Gairah persetubuhan terus berlanjut, Rini mulai merebahkan tubunya diatas tubuhku dan mukanya bertumpu pada pundakku yang dimana wajahnya menjadi tepat disebelah pipiku, dan dia memerintahkanku untuk mencium kembali bibirnya, perintahnya langsung kulakukan dengan mendekap erat tubuhnya.
Tiba2 Rini menarik bibirnya dari bibirku, dan kembali duduk diatasku bertumpu pada lututnya. Dia sedang merasakan kenikmantan dari kerasnya batang penisku yang seutuhnya ada didalam dirinya di dalam Vaginanya yang masuk sangat dalam, dan dapat kurasakan penisku menyentuh diding rahimnya, dimana tempat Istriku Nadya dikandungnya selama 9 bulan, tetapi karena sekarang Ibu Mertuaku berada diatasku sepertinya sekarang dia ingin mengendalikan sepenuhnya Persetubuhan ini. Dengan gayanya yang sudah pasti bagaikan pelacur tingkat tinggi, Ibu Mertuaku meremas remas kedua payudaranya dengan kedua tangannya sambil menaik turunkan badanya memompa vaginanya terhadap penisku, ketebalan penisku tengelam dilahap oleh Vagina Ibu Mertuaku, dan aku mulai merasakan cairan Vagina Ibu Mertuaku mulai mengalir keluar melalui sela2 antara batang penisku dan bibir Vaginanya.
Aku berbaring santai saati itu penuh dengan ke relaks-an, memandang keatas kearah Ibu Mertuaku, memuaskan birahiku dengan memandangi pemandangan yang sangat luar biasa yang baru kali ini aku alami seumur hidupku, sepasang payudara wanita berumur yang masih sanagt indah bergantung dan berggoyang naik turun yang terlihat dari dalam pakaiannya yang sangat halus menerawang. Payudaranya membuatku menjadi membayangkan sebuah gelombang, sebuah gelombang payudara yang cukup berisi dan padat yang siap timbul ke permukaan. Ku raih payudara Ibu Mertuaku itu, kuremas dengan telapak tangan ku satu demi satu. Ku nimtai sensasi itu, impianku selama ini yang akhirnya terwujud, payudara yang indah yang masih terlihat seperti wanita yang sedang menyusi, masing sangat montok sekali dan sangat natural.
RINI : “Iya sayang, kaya gitu, pegang terus payudara Ibu, selagi aku menaiki kamu,…akkhhhh Sayang,….Ooh…aah….saaaayang…aku mau kamu sepenuhnya sayang,seutuhnyaaaa…,Ibu mau setiap inci-nya dari Penismu memenuhi Vaginaku….aaarrgghhhhh!!!”.
Ibu mertuaku terlihat seperti akan mencapai klimasknya, tubuhnya tegang dan makin liar seperti binatang, tubunh ibu mertuaku maju sedikit agak membungkuk dan memindakkan tangannya keatas dadaku dan mencengkram erat dadaku dengan cakarnya dan berpindah lagi ke lantai bersamaan dengan tubuhnya yang mulai menggerakan pinggulnya dengan cepat, sangat menggebu gebu agak kasar, nafasnya mulai tidak teratur sering dengang kocokan Vaginanya terhadap Penisku naik dan turun, yang memang rasanya sangat luar biasa.
RINI : “Ooohhhh…sayang…aku sebentar lagi nih…hhhuuufffff….argghhhhhh…., sangat…sangat gak tahan nih Ibu Mertuamu…!! Buat aku puas sayang…buat aku klimaks…, setubuhilah Ibu Mertuamu yang sekarang menjadi Kelinci mu yang binal, dan puaskan pelacurmmuuuuu ini sssaaaayangg…!!”.
Ku raih lagi kedua payudaranya dengan kedua telapak tanganku, kujepit putingnya dengan jari2 ku sambil kuremas payudaranya, yang mengakibatkan Ibu Mertuaku menjerit nikmat.
AKU : “Iya Bu…nikmatin Bu, semprotin Cairan klimaks Ibu ke Penisku, biar aku bisa rasakan vagina ibu lebih nikmat lagi!!”.
Beberapa kalimat yang terlontar dari mulut Ibu Mertuaku. Bola matanya terpejam di balik kelopak matanya, tubuhnya seperti menjadi kaku, Vaginanya mengjang sangat hebat, mulutnya terbuka menganga meracau tidak karuan dan beberapa detik kemudian Rini mendesah, mengerang hebat, tubuhnya bergetar, seperti anjing betina yang sedang melonglong disetubuhi pejantannya, dan aku langsung bisa merasakan hangatnya cairan Vagina Ibu Mertuaku yang sebenarnya Cairan surgawi Ibu Mertuaku yang mengalir menelusuri batang penisku yang masih tertancap di Vaginanya.
Akhirnya tubuh Ibu Mertuaku merosot tumbang ke dadaku, tubuhnya masih sedikit bergetar agak gemetaran efek dari klimaks yang baru dialaminya tadi, Ibu Mertuaku mendesah dengan sedikit mengerang halus ke kupingku sebagai tanda bahwa dia telah mencapai puncak kenikmatan klimaks dari persetubuhan yang kami lakukan.
RINI : “Ohh Sayang, yampun…Itu tadi benar2 Surga, Ibu Merasa seperti di Surga”. Desahan yang keluar dari mulut Ibu Mertuaku.
Aku berpikir, bahwa urusanku belum selesai, jika dia sudah aku belum. Memang kurasakan tubuh Ibu Merutaku sudah sangat lemas lunglai dan merosot diatas tubuhku, tetapi Penisku masih berdiritegak dengan kerasnya di dalam Vaginanya, sudah sampai sejauh ini tindakan dari kami berdua dan aku juga harus mendapatkan kepuasan darinya, dan ini adalah penentuanku untuk segera mengisi penuh rahimnya dengan spermaku, sebelum dia tersadar dari kelemasannya.
Dengan mendekap erar kembali tubuhnya, dengan segala sisa keatanku kubalikan kembali posisiku seperti awal dengan posisi sekarang berada ku diatas Ibu Mertuaku. Hal ini ternyata tidak diperkirakan dan tidak seperti yang Ibu Mertuaku harapkan, dan sperti yang sudah terjadi dengan keadaannya di bawahku, Ibu Mertuaku mulai merasakan kembali serangangan dan hujaman secar penuh penisku kedalam Vaginanya.
RINI : “Ya ampun Sayang, udah donk…jangan lagi…plisss!!”. Dia memohon kepadaku.
Aku sama sekali tidak mempedulikan perkataannya. Aku selipkan tanganku ke bawah masing2 pahanya dan secepat mungkin mengangkat pahanya keatas dan membuka lebar sampai dengakulnya hampir saja menyentuh payudaranya. Sesegera mungkin ku tancapkan dalam2 penisku kedalam vagina Ibu Mertuaku sampai kurasakan kembali dinding rahimnya yang menyentuh kepala penisku, dan aku kembali merasakan nikmatnya kelaur masuk penisku di Vaginanya yang masih terasa agak basah tetapi juga agak kesat, dan disitulah letak kenikmatannya.
RINI : “Tidaaaakk….sayang, jangannn,Plis..!!”. Ibu mertuaku sudah kehabisan tenaga.
Tanpa mendengarkan perkataannya, tanpa ampun kuhentakan penisku yang masih teteap keras ke dalam Vaginanya secara kasar dan kali ini temponya sangat cepat, kumasukan lagi..lagi..dan lagi…tanpa menghiraukannya.
RINI : “No…no…jangan…lagi..sayang…Oohhhh yeaahhhh akhhh yesss..”. Rini kembali mengerang keenakan seiring dengan dirinya mendekati klimas untuk yang kedua kalinya.
Ku tekan kebawah sekuat tenaga, tubuhku menindih paha Ibu Mertuaku yang sudah terbuka lebar hingga hampir menyentuh payudara Rini, dan posisi ini adalah posisi yang paling sempurna untuk melepaskan spermaku ke dalam Rahim Ibu Mertuaku.
RINI : “Ooohh..yesss…bajingan kamu Nang,…yes..yes…yes…selesaikanlah cepat…”.
Rini mencoba mengangkat tubuhku dengan sekuat tenaganya, karena daya dorong tubuhku yang terlalu kuat, dan efek dari klimaksnya yang kedua yang kembali menyiksanya di dalam kenikmatan, semua syaraf seperti bersetruman satu sama lain, tetapi tubuhku tetap memompa dirinya, mungkin Ibu Mertuaku berpikir aku menggunakan Penisku dengan sangat kasar kepadanya dan mungkin dia menyukainya, kulakukan Penisku untuk menghujam Vaginanya seperti mau menombak lantai.
Akhirnya aku memuncratkan Cairan surgawi lelakiku ke dalam Rahim Ibu Mertuaku, dimana tempat Istriku Nadya dikandung dan dilahirkan, dan Ibu Mertuaku akhirnya bisa mendengar raungan hebat yang keluar dari mulutku, dan Rini mulai merasakan tubuhku mulai melemas, dan kupingnya bisa mendengar desahan kepuasan yang keluar dari mulutku dan aku sangat yakin nahwa Ibu Mertuaku dapat merasakan ledakan yang menyemprotkan benih kehidupan yaitu cairan putih kental yang membanjiri Rahimnya.
Ibu Mertua ku pun bisa merasakan tubuh menantunya seperti tumbang diatasnya dan mulai melemas, otot2 ku mulau relaks kembali, aku merosot merebah ketubuh Ibu Mertuaku, dan kejadian ini akhirnya berakhir.
Ku cabut Penisnku dari Vagina Ibu Mertuaku, dan aku pindah berbaring di sebelahnya dan sedikit melakukan percakapan selepas permaianan sex terlarang ini. Dengan sedikit percumbuan mesra yang kadang masih kami lakukan sesekali.
Ciuman ringan sesekali kukecupkan di bibir Ibu Mertuaku, dan juga bergantian. Pada akhirnya kami berdua menyadari bahwa di malam yang basah dan dingin ini, dengan semua kejadian yang telah terjadi merubah hubungan aku dan Ibu Mertuaku, antara Mertua dan Menantu, entah menjadi apa, yang pasti kami tau sama tau dan mau sama mau. Di lain waktu kadang kami lakukan kembali, jika memang keadaan sedang mendukung.

At least this Story just my Imaginations, is not real.
Because, I Really2 Obsess with my Mother In Law.

TAMAT


Aku berbaring di sofa, dengan segelas anggur sambil mendengarkan siaran dari stasiun radio lokal. Istriku, Nadya sedang pergi beberapa hari untuk berbisnis, dan dia mengambil kesempatan ini untuk bersantai sendirian di sore hari, dimana semua perhatian dan kekhawatiran, tidak terpikirkan olehku seperti yang biasanya terjadi, aku bisa duduk dengan santai. Sewaktu aku hendak menuangkan kembali anggur ke gelasku, aku mendengar suara hujan yang turun menerpa dengan keras jendela ruangan dimana tempat aku bersantai. Dihadapanku terdapat suatu perapian dengan kayu bakar yang terbakar, yang memberikan kehangatan. Meskipun musim dingin tahun ini agak ringan, tapi hari ini tetap terasa sangat dingin. Dengan udara yang dingin ditambah dengan derasnya hujan. Malam ini terasa seperti malam yang terasa agak mesum bagiku dan aku juga merasa tidak perlu untuk keluar dari rumah.
Aku hanya menuangkan gelas demi gelas anggur dan merapihkan serta menyusun kayu pada perapian, dan pada saat itu bell pintu berbunyi. Aku menyeruput seteguk anggur dari gelasnya dan menunggu beberapa saat, hanya ada dua hal yang ada pada pikiranku saat itu, membukakan pintu atau tidak, dan siapakah yang mencoba mengganggu diriku malam ini. Sebenarnya aku telah memutuskan untuk memberi tahu kondisiku kepada seseorang yang ada diluar, aku mencoba menjawab, saat suara bell terdengar untuk kedua kalinya.
Meletakan minumanku di meja dan mulai melangkahkan kakiku maju kedepan pintu menyalakan lampu di teras depan. Meskipun aku dapat melihat bentuk bayangan dari orang yang datang malam itu, aku tetap belum bisa menentukan siapakah itu, ataupun dengan sebab yang lain, apakah itu wanita atau pria. Melepaskan grendel lalu membuka pintu yang ternyata adalah Rini, Ibu Mertuaku yang sedang berdiri di beranda teras rumahku, yang akan kebasahan bila tidak segera kupersilahkan masuk.
“Hai sayang, aku pikir dirumah gak ada orang”. Kata Rini.
Walapun tidak berharap, aku juga tidak terlalu surprise dengan kedatangan perempuan yang biasa dipanggil dengan panggilan Rini. Ibu Mertuaku ini sangat dekat dengan anak perempuannya yang kini menjadi istri ku, sering sekali mereka berkomunikasi melalui telepon untuk mengobrol, sejak dia kehilangan suaminya setahun yang lalu.
“Silahkan masuk, bu”, aku mempersilahkan masuk Ibu mertuaku yang berdiri di beranda teras. “Nadya lagi gak dirumah, dia pergi berbisnis, aku pikir dia memberi tau Ibu”. Kata ku, sambil menutup pintu Rumah untuk menghalau Angin dan hujan yang memang agak kencang.
Rini, membalikan badan dan wajahnya kearah ku.
“Gak, istrimu belum bilang tuh, malahan sekarang Ibu berpikir untuk menghubungi istrimu untuk mengatakan bahwa aku akan menghabiskan waktu disini selama satu atau dua hari, untuk menyelesaikan beberapa hal”.
“Memang ada yang penting, Bu”? Aku bertanya.
“Gak lah, gak juga sichh, tapi Ibu muncul tiba2 karena memang Ibu butuh teman untuk ngobrol, tapi klo sibuk ya udah gpp koq, Ibu pulang lagi ya”. Ibu Mertuaku mengatakan hal tersebut sambil membuat bahasa tubuh seakan-akan siap untuk pergi meninggalkan diriku.
“Ya udah sih Bu, gpp koq, masa cepet amat langsung pergi, aku lagi gak ngapa2in koq, sebenarnya sekarang aku sedang bersantai aja di sore hari menjelang malam ini, mari Bu aku bantu untuk melepaskan mantel Ibu”. Kata ku, dengan sigap membantah kata2 Ibu Mertuaku.
Rini membalikan badannya agar diriku bisa dengan mudah membantu melepaskan mantelnya, dengan demikian secara tidak sengaja Rini menawarkan sebuah pemandangan punggungnya kepada ku. Selagi Ibu Mertuaku membuka kancing depan mantelnya, aku meraih Mantel dari Pundak Ibu mertuaku dan menurunkannya melalui bahunya. Dengan cepat dan insiatif aku menurunkan dan melepaskan Mantelnya, membuka mantel yang dikenakan oleh Ibu Mertuaku. Mantel yang berwarna biru terang terbuat dari rajutan bulu domba, dan ketika mantel nya dibuka telihatlah Baju Ibu Mertuaku bermodelkan terusan langsung tanpa kerah yang berbentuk huruf “V”, yang agak menonjolkan dadanya yang terlihat menggoda.
Pada kenyataannya pakaian yang dipakai oleh Ibu Mertuaku terlihat sangat cocok dan enak dilihat mata. Aku melihat Ibu Mertuaku dengan pakaian seperti itu mungkin hanya pada acara2 tertentu saja, atau mungkin saat kebetulan bila Ibu Mertuaku sedang memakainya, dan aku tidak cukup mempunyai alasan untuk meminta Ibu Mertuaku special memakai pakaian seperti itu hanya untuk diriku, dan memang hal seperti ini menjadi favorit diriku, terutama hal ini diperlihatkan Ibu Mertuaku saat Ibu Mertuaku menginjak umur 55 tahun, tetapi pada umurnya yang sudah cukup tua itu Ibu Mertuaku lebih terlihat seperti perempuan berumur 36 tahun, atau mungkin 25 Tahun, yang pasti jika orang melihat pasti masih cocok di skala umur 35-an tahun. Satu hal, sudah pasti Ibu Mertuaku sangat menjaga penampilannya agar selalu bisa tampil anggun dan cantik.
“Masuk Bu, silahkan ke dalam”. Aku berkata sambil menggantungkan Mantelnya. Seperti yang aku lakukan, aku tidak bisa mengantar Ibu Mertuaku masuk ke dalam, tetapi aku memperhatikan bagian belakang Ibu Mertuaku yang terlihat sangat memukau dengan gaya jalannya dan lenggokan pinggulnya saat berjalan menuju ruangan tengah tempat aku bersantai. Tampak belakang dari tubuhnya terlihat sangat indah, aku berkata di dalam hati, aku juga memperhatikan Pantat Ibu Mertuaku yang sangat elok nan rupawan yang bergoncang dan bergoyang ke kanan dan ke kiri terbungkus oleh kain halus pakaian terusannya yang agak ketat di daerah pinggulnya, seiring dengan langkah kakinya yang indah dah rupawan.
Rini menghilang masuk ke dalam rumah dan aku mengetahui bahwa diriku sedang berfantasi tentang Ibu Mertuaku, apa reaksi Ibu Mertuaku apabila dia tau bahwa tubuhnya sedang diperhatikan oleh menantunya atau dia tau bahwa Menantunya sangat mengaggumi dirinya. Lalu kemudian, dan lagi, aku sedikit banyak mulai berharap, aku mulai melangkahkan kaki ketempat dimana Ibu Mertuaku berada, dan aku juga sambil mengkhayal apabila Ibu Mertuaku tau dengan perasaannya yang sedang diperhatikan oleh Menantunya.
Aku mengikuti Ibu Mertuaku dari belakang ke ruang tengah dimana sebelumnya aku sedang bersantai dan memberikan isyarat kepada Ibu Mertuaku supaya membuat dirinya nyaman selagi aku menuangkan segelas Wine. Meskipun demikian, aku tetap tidak bisa menahan untuk tidak memandangi tubuh Ibu Mertuaku dari pojok mataku sewaktu dia duduk di Sofa. Lalu aku berjalan sambil meminum segelas wine yang ada di genggamanku. Lalu aku menawarkannya segelas Wine yang memang sudah kusediakan untuk Ibu Mertuaku.
Untuk beberapa menit kami mulai membicarakan tentang Nadya istriku, Nadya dan pekerjaannya yang memang membutuhkan dan menyita banyak waktu dan sementara kami berbicara, aku mengalami kehilngan kontrol pada matanku dan aku sangat susah untuk mencegah mataku untuk memperhatikan tubuh Ibu Mertuaku yang sangat mengundang birahi. Dua kali aku mencoba membenarkan posisi duduk ku dari kekhawatiranku terhadap Rini Ibu Mertuaku, yang mungkin bisa melihat sesuatu yang berubah pada celanaku.
Kami melanjutkan perbincangan tentang suatu hal yang memang menarik tetapi juga mungkin hanya perbincangan kosong dan tidak terlalu penting sehingga aku semakin dibuat mabuk kepayang oleh kesensualan dan keindahan Tubuh Ibu Mertuaku.
Memang sudah tidak diragukan lagi tentang hal itu, aku merenung dalam hati, Ibu Mertua atau bukan, Rini adalah seorang perempuan yang sangat menarik. Aku tersenyum kecil dan membayangkan perkataan dari orang-orang bahwa diriku mempunyai Ibu Mertua yang cantik dan sangat Modis, terlebih lagi pada saat malam ini, berpakaian rapih ketat walau tidak minim tapi memperlihatkan lekuk tubuh yang sangat sempurna, semua yang aku bayangkan secara tepat adalah sebuah sosok yang sangat menantang, sesosok perempuan yang menggoda yang sedang duduk dan secara tidak langsung Ibu Mertuaku juga terkadang menyembunyikan lirikan matanya, aku juga tau bahwa mungkin Ibu Mertuaku sudah masuk ke dalam sebuah atmosfer ketertarikan lawan jenis. Jika itu benar, aku akan sangat sulit untuk mempercayainya karena memang sejauh yang aku tau Ibu Mertuaku tidak mempunyai ketertarikan untuk makan malam atau minum Wine dengan lawan Jenis atau membina hubungan dengan lawan jenis semenjak dtinggal oleh suaminya.
Mata ku hanyut kepada Dadanya yang cukup sexy, kedua mataku menelusuri kerah kerah pakainnya yang berbentuk “V” yang agak rendah mulai dari atas kerah dari leher sampai ke akhir dari kerah tersebut, ukuran dari dada Ibu Mertuaku cukup membuat pakaian yang dikenakan olehnya menjadi sangat Ketat dan menggoda sangat mempesona dan menggairahkan, lalu aku diam2 meyakinkan ukuran buah dada dari mertuaku itu melalui belahan dada yang terlihat dari kerah “V” – nya. Belahan buah Dada Rini terlihat, naik turun seirama dengan nafasnya, yang kadang ditarik cukup dalam saat mengela nafas.
Mata ku terus tertuju kearah garis payudara dan lekukan tubuhnya yang tercetak pada pakaiannya yg ketat, pinggangnya yang ramping, belahan pinggulnya yang sangat montok nan bahenol dan terus tertuju kearah kaki Ibu Mertuaku, kaki yang sangat bagus, mulus terawat dengan sangat baik serta betisnyanya yang sangat menggoda. “ Mmmm…”,aku bergumam dalam hati dan berfantasi apabila aku bisa mendapatkan Ibu Mertuaku dan meraba seluruh tubuhnya.
Aku juga mengetahui bahwa Rini-Ibu Mertuaku mengenakan kaos kaki panjang nilon atau lebih tepatnya stoking, atau jika dilihat sesaat seperti celana ketat tapi memang terlihat seperti stoking. Mengetahui dirinya mengenakan stoking, aku berasumsi bahwa itu adalah benar2 stoking. Pendapat ku dalam hati, mungkin ibu mertuaku agak malu untuk mengenakan celana ketat, tapi itu hanya pendapatku saja.
Hampir tersadar dari lamunan tentang Ibu Mertua, aku mencoba mendengarkan perkataan Ibu Mertuaku sekali lagi dan sesaat diriku seperti mencoba tersadar dari khayalan nakalku, dan setelah tersadar ternyata aku tidak menyimak semua obrolan yang sedang kami perbincangkan.
“Eee..Ya..Duh, Maaf bu kenapa?”, kata ku. “Tadi aku lagi sedikit melamun, Bu. Tadi Ibu bilang apa?”
“Ya ampun, Sayang…,Hey, kamu sudah bosan ya mendengarkan ocehan Ibu Mertuamu?” Kata Rini.
“Gak..gak koq Bu, ya ampun Gak Bosen juga kali bu”. Diriku menyahut. “Aku hanya gak ngerti banget maksud dari perkataan Ibu”.
Rini melihat kearah diriku dan menganggukan kepalanya dan mencoba kembali menjelaskan pertanyaannya itu.
“Tadi Ibu Tanya, apakah kamu akan jemput Nadya di airport, sepulangnya istrimu itu?”
Aku meyeruput Wine dan berkata,”Tidak biar dia naik taksi saja, lagi pula dibayarin koq sama perusahaannya”.
“Dan Nadya pulangnya hari Kamis ya, katamu tadi”?Tanya Ibu mertuaku.
“Ya mungkin pada sore Hari-nya”, jawabku, sambil terus melirik kearah tubuh nya.
“Ooh..kasian banget kamu, tidur sendirian di tempat tidur sebesar itu untuk beberapa malam?Pasti kamu akan merasa kesepian banget”.Kata Rini sambil menurunkan tangannya kearah kedua belah pahanya dengan bersamaan menyilangkan pahanya bertumpu ke paha yang lain dengan gerakan yang tidak menentu.
Bagi ku, sementara komentar itu muncul dari mulut ibu Mertuaku, yang akhirnya keluar ke dalam pembicaraan mereka, membuat diriku seperti terkaget akan komentarnya yang seperti itu. Dengan nada rendah aku menjawab.
“Ya bu, memang sudah seharusnya seperti itu”. Jawabku.
Kulanjutkan perhatian kepada tubuh Ibu Mertuaku sementara Ibu mertuaku tetap mengoceh, memperhatikan pakaian terusan yang agak ketat di badannya sampai dengan lutut-nya. Hampir saja terpikir oleh ku, bahwa Ibu Mertuaku seperti akan menunjukan untuk memperlihatkan betapa mulusnya kaki dan pahanya. Tapi hal tersebut tetap tidak bisa membantu diriku untuk memulai berkhayal jika tanganku bisa membelai mulusnya paha dari Ibu Mertuaku yang terlihat sangat terawat dengan mahal, ujung kakinya yang terbalut oleh kain stoking dan juga meraba indahnya tubuh dibalik pakaianya yang menutupi tubuh Ibu Mertuaku, dan akhirnya aku kembali membetulkan posisi duduk ku untuk menutupi suatu perubahan pada diriku.
Pembicaraan terus berlangsung diatara kami, satu2nya persoalan yang mengganggu diriku adalah sewaktu aku berdiri untuk menuangakan wine ke gelas Ibu Mertuaku. Sewaktu pembicaraan masih berlangsung, Rini berbicara kepada ku,” Bagaimana jika kita nonton Film yang selalu di rekam oleh Nadya?”.
Karena waktu kerja Nadya yang sangat panjang dikantornya, Nadya selalu merekam Film yang terlewat untuk di tonton-nya kemudian. Seperti aku, Rini pun tau kesenangan anak perempuannya. Sesampainya dirumah dari kantor, mandi, berpakaian, lalu menyalakan TV, duduk relaks dan menonton salah satu film yang sudah dia rekam. Rini pun juga kadang2 suka begitu, ataupun bergabung bersama anak perempuannya itu.
“Ok, boleh juga tuh Bu”. Sahutku.
Aku tuangkan segelas wine untuk nya, lalu aku berjalan kearah TV. Membuka lemari TV dan menyalakannya, lalu mulai membaca judul2 film yang akan di putar. Ada sebagian film yang tidak ada judulnya, disitu hanya tertera Nomor dari film tersebut. Aku tersenyum kecil melihat hal tersebut dan mempunyai ide di dalam pikiranku. Aku tau bahwa sebagian itu adalah film porno, dan aku ingin tau apa reaksi Ibu Mertuaku jika aku secara tidak sengaja memutar film porno tersebut.
“Apa yang akan dikatakan oleh Ibu Mertuaku?”, gumamku dalam hati. Dan jika ternyata Ibu mertuaku menolak dengan tegas, yang kuperlukan adalah meminta maaf, dan menjelakan bahwa ini murni ketidak sengajaan, dan mengganti dengan film yang lain.
Waspada jika Ibu Mertuaku tau bahwa diriku mempunyai niat Nakal dengan senyuman kecilku itu, aku memutuskan untuk segera memutar film porno tersebut, berharap dia tidak sangat tersinggung dengan kenakalan ku dan tetap baik kepada menantu laki2nya ini, dan mudah2an film tersebut menuntun kami ke arah yang lain.
“Film apa nih?”, Rini bertanya sebelum film itu mulai berputar.
“Aku juga gak tau, Bu”. Aku menjawab pertanyaan dengan muka polos.”Aku sich berharap ini adalah salah satu Film televisi yang baru saja direkam oleh Nadya”.
Aku memperhatikan Rini yang sedang menyeruput wine-nya. Film sudah dimulai menampilkan adegan pertama dan aku akan secepatnya bilang seperti yang aku rencanakan tadi. Aku tau kapan aksi pertama film itu akan dimulai, film ini berlatar di Jerman, dimana Rini pasti akan menyakan soal itu. Setelah aku sudah cukup yakin, dan adegan pertama mulai, dimana adegan itu menampilkan seorang suami yang sedang bercakap cakap dengan seorang perempuan pirang, lalu Rini berpaling kepada ku.
“Film ini berlatar dimana ya?Asal negaranya…?” Tanya Rini.
“Ya ampun..”, Aku menyeringai agak keras, bahwa aku salah memutar Film, yang kuputar itu adalah Film Horor. “ Jika aku sekarang salah memutar film pasti Ibu gak mau nonton ya?” Kataku.
“Kenapa…?Ada yang salah…?” Kata rini Ibu Mertuaku.
“Gak sih Bu, gpp ..”, Kata ku sambil berdiri dari kursi. “ Aku akan mengganti dengan film yang lain Bu”. Kata ku sambil berdiri.
“Udalah..gpp koq”, Kata Ibu mertuaku. “Klo kamu mau nonton ya gpp, klo emang film horror-nya bagus kenapa gak”.
“Bukan itu Bu, maksud aku…”, kubalas pendapat Ibu Mertuaku.
“Film yang satu ini…..bisa dikatakan, film ini agak nakal gitu deh Bu, aku gak yakin Ibu Setuju untuk menontonnya”.
“Ooohhh..ya ya ya, Ibu tau sekarang”. Rini menjawab, dimana film tersebut sedang menampilkan adegan seorang wanita berambut pirang sedang menurunkan celana seorang laki2.
Untuk sementara aku terdiam mematung, satu matanya kearah screen TV, satu matanya agak melirik kearah Ibu Mertuaku.
“Hmmm…udahlah sayang Gak usah khawatir dengan Ibu”. Rini berbicara, sambil menyenderkan punggungnya di sofa. “Udah lama banget nih Ibu gak nonton film kaya gini, sejak dulu Ibu pernah nonton sekali. Terus, kamu sesekali juga nonton film begian, apa kamu nonton semuanya, Iya kan?” Kata Ibu Mertuaku sambil sedikit tersenyum Nakal.
“Tuh kan, Ibu…Kan aku sudah bilang klo ini film…”, Aku membalas pertanyaannya sambil menyenderkan punggungnya ke senderan kursi agar diriku bisa sedikit santai dari ketegangan akibat pertanyaan Ibu Mertuaku.
“Ibu Yakin Nih, mau nonton Film ini?” aku langsung menyambung pernyataannya dengan bahasa tubuh seperti orang tidak berdosa dan berharap semua berjalan lancar dan sesuai rencana.
“Ya, gpp. Udah gak usah takut”. Kata Rini Ibu Mertuaku.
Beberapa menit kedepan kami menyaksikan di layar TV dimana adegan tersebut menampilkan wanita pirang mulai membuka celananya di depan suaminya, lalu adegan tersebut belangsung panas si suaminya mulai menggoda istri mudanya yang berambut pirang itu dengan meraba payudara sampai dengan rabaan pada putting payudaranya. Aku memperhatikan adegan itu dengan sangat konsentrasi dan membayangkan wanita yang sedang ada di dalam adegan itu adalah Ibu Mertuaku sendiri yaitu Rini dan aku juga membayangkan bahwa laki2 yg ada dlm adegan itu adalah diriku sendiri, yang sedang membelai payudara Rini. Dalam khayalan aku membelai kedua payudara Rini dari satu ke yang satunya dengan sangat lembut, dan aku hanya bisa mengkhayalkannya saja.
Kami berdua duduk dengan meyandarkan punggung kami pada senderan kursi, dan memperhatikan Video tersebut dengan seksama sejalan dengan jalan cerita dari film tersebut, sehingga aksi dari film di Video tersebut berjalan sesuai dengan alur cerita dan cerita kian memanas. Dalam beberapa kesempatan aku mulai terangsang dan makin terangsang. Karena aku membayangkan yang ada di film tersebut adalah aku dan ibu mertuaku yang menjadi artis porno, dan memainkan suatu adegan ranjang yang sangat panas. Aku membayangakan seperti adegan yang ada pada film tersebut, bersetubuh dengan bepelukan, persetubuhan dengan doogy style, bahkan hubungan seks anal dan oral, aku membayangkan diriku melakukannya bersama Ibu mertuaku sesuai dengan tampilan yang ada pada layar TV. Akhirnya film tersebut selesai dan habis, dan aku sudah membenarkan posisiku berkali kali sejak film itu mulai sampai dengan selesai, karena beberapa kali aku sangat susah menutupi keterangsanganku bila aku berdiri dari bangku yang kududuki. Kira2 apa yang akan terjadi pada kami berdua, karena memang aku merasa bahwa Rini Ibu Mertuaku kadang juga memperhatikan keterangsangan yang kualami.
“Hmmmm….terus sekarang apa yang ada di dalam pikiran kamu Sayang?”. Pertanyaan Ibu Mertuaku yang sama sekali tidak terpikirkan oleh diriku, membuat aku sangat Kaget.
AKU : “Mmmm…sebeneranya sih, jujur saya agak malu Bu, duduk disini bersama ibu Nonton film beginian, dan saya tidak tau apa yang harus saya katakana sekarang”.
RINI : “Hmpff…udah deh jagan sok lugu gitu deh kamu, kan Tadi ibu dah bilang, aku juga sdh pernah nonton film kaya gini sebelumnya, dan ibu yakin kamu sama Nadya juga sering kan nonton film beginian berdua?”
AKU : “Ya pernah lah Bu, tapi kan gak sama rasanya. Aku nonton sama Nadya dan sekarang kan aku nontonnya sama Ibu, beda kan Bu Rasanya?”.
RINI : “Ya Jelas Beda lah Sayang, harus berbeda donk, aku kan Ibu Mertua mu, terus klo kamu sam Anna lagi nonton…rekasi Nadya kaya gmn?” Ibu Mertuaku bertanya seperti ingin tau.
Pertama kalinya Aku terlihat sangat malu walau sedikit.
AKU : “Kalo Nasya sih enjoy2 aja Bu, nonton film begianan sama aku, ya kadang agak2 kaget2 juga sih bu”
RINI : “Nah, terus reaksi kamu gimana?”
AKU : “Ya jelas lah Bu, reaksi aku ya tergantung Reaksinya Nadya Gimana ke aku…hehe”.
RINI : “Itu menurut kamu, bisa juga karena kalian nonton film porno Non Local atau film porno dengan gaya sex kasar gitu kali ya, jadi itu yang bisa bikin kalian terangsang”.
Aku bertambah kaget ketika Ibu Mertuaku memberikan pernyatanyaan yang sangat jujur.
AKU : “Gak juga sih Bu, mungkin kadang2 gitu”. “Ibu mau minuman lain mungkin Bu?” Aku sedikit menyela untuk mengganti topik pembicaraan.
RINI: “Boleh juga tuh, mau donk”.
Aku bangkit dari kurisku, mengambil cangkir dari meja kopi, dan mulai membuat minuman. Lalu kembali ke ruang tengah dan memberikan Ibu Mertuaku gelas dengan minuman itu. Lalu aku kembali duduk ke kursi.
RINI : “ Kenapa sih duduknya jauh2, sini donk duduk deket Ibu!”.
Permintaan Ibu Mertuaku itu sungguh sangat mengagetkan diriku dan untuk sementara, membuat ku bingung harus menjawab apa.
AKU : “Mmmm…Aku gak tau Bu..eh…”, Jawabanku berantakan karena sangat Grogi.
RINI : “Yahh…jangan mikir macem2 deh kamu, kamu pikir Ibu akan merayu kamu ya? Hahaha….iya kan, kan kamu mikir gitu kan?” Ibu mertuaku tertawa geli.
AKU : “Ya gak lah bu..jelas gak…Aku hanya …mmm…”
RINI : “Yaudah sich…gak usah kebanyakan mikir, sini..ayo..!!” Ibu Mertuaku memerintahkan diriku sambil bergeser memberikan tempat untuk ku dan mengajak aku segera berajak dan pindah ke sofa untuk duduk bersama dengannya.
Dengan senyum malu2, aku berpindah ke sofa sambil menaruh gelas minuman di meja, dan duduk disebelah Ibu Mertuaku.
RINI : “Nah gitu donk, gak knp2 juga kan?” Ibu Mertuaku sedikit menggoda.
AKU : “Ya iyalah bu”. Balas ku dengan agak bingung dan muka yang malu kemerahan.
Setelah kami duduk di besebelahan di satu sofa, untuk sesaat kami terdiam dan tidak ada yang berkata sepatah katapun. Aku merasa sepertinya harus memulai membuka pembicaraan lagi agar kesunyian ini bisa terpecahkan, ternyata Rini Ibu Mertuaku telah memulai pembicaraan terlebih dahulu.
RINI : “Mmm..trus, kamu jadi gak mau kalo ibu menggoda kamu ya?”.
AKU : “Aku gak bilang gitu lho bu”.Jawabku, sambil agak terkejut.
RINI : “Ooohhh…jadi kamu mau kaannnn?”
Balas Rini sambil sedikit meluruskan kakinya kedepan. Otomatis mata ku langsung tertuju menelusuri dari lutut samapai dengan bawah kaki Ibu Mertuaku dan sepertinya aku sudah mulai masuk kedalam godaan2 Ibu Mertuaku. Dan memang aku sudah sangat tergoda. Tanpa basa basi, kubiarkan mataku untuk memandangi Ibu Mertuaku dari betis hingga pahanya yang sangat terawat dengan indah.
“Aku gak bilang gitu lho bu…”, ku ulang kata2 ku tadi, mengetahui bahwa Ibu Mertuaku sekarang sudah mulai menggoda diriku dengan sesuatu yang bisa dibilang tidak pantas dilakukan oleh seorang Ibu Mertua kepada Menantu Laki2nya, dan diwaktu yang sama pula saat aku mulai menjawab pertanyaan dari Ibu mertuaku, aku terus berusaha dan terus mencoba menggiringnya kedalam perangkap yang sudah aku letakan, persiapkan dan rencanakan.
RINI : “Apa yang ingin kamu katakana si, Say?” Kali ini dia dengan sengaja bertanya seperti itu kepadaku, dan dengan sengaja pula menyilangkan kakinya agar bisa memperlihatkan pahanya yang sangat sensual.
AKU : “Aku jadi malu Nih, Bu, seharusnya kita juga jangan dan tidak boleh berpikir kearah situ kali ya Bu?” aku menjawab dengan sagat jujur dan berharap membawa situasi ini selesai sampai disini saja.
RINI : “Hahahahaha…..Kenapa sih Sayang, Ibu terlihat agak nakal ya?” Dia bergurau sambil mengedipkan satu matanya.
AKU : “ Iya bu, sedikit”.
“Ooohhh jadi begitu, hmmm….trus klo aku nakal, apa yang kamu lakukan untuk menghukumku?”Tanya Ibu Mertuaku. Sambil bertanya kepada ku, Rini berdiri dari sofa dan berputar untuk berdiri tepat di depan ku yang masih duduk di sofa. Perlahan, lalu dia dengan sengaja mengangkat baju terusannya sampai sebatas paha agak naik sedikit, sambil menaikan kakinya menginjak tempat duduk sofa tepat disebelahku , kini kakinya yang mulus tepat berada disebelahku. Sekali lagi aku tidak bisa berbuat banyak tapi diriku membiarkan mataku untuk menikmati keindahan betis dan paha dari Ibu Mertuaku yang sekarang tepat berada di depan mataku dan sangat mudah sekali untuk disentuh.
RINI : “Suka gak sama kaki Ibu?”. Tanya Ibu Mertuaku.
AKU : “Ya, sangat Indah Bu”.
RINI : “Hmmm…!! Kamu mau menyentuh kedua kaki ku dan membelainya?”.
Diriku tau, bahwa harusnya kutolak kesempatan tersebut, tetapi pemandangan yang sudah sangat dekat itu sangatlah menggoda birahiku. Akhirnya kugerakan tangan dan menempatkan telapak tanganku di dengkul Ibu Mertuaku. Merasakan lembutnya rasa dari kain nilon yang masih membungkus kaki Ibu Mertuaku itu di telapak tangan dan aku mulai meraba dan menyentuh halus paha Ibu Mertuaku.
RINI : “Mmmppff…Rasanya enak sekali sayang, jika dibelai seperti itu…Ssshh”. Rini hampir mendesah.
Sekali lagi dengan penuh semangat aku memulai yang seharusnya tidak boleh kumulai. Sekarang, aku tidak mungkin menolak untuk membiarkan tanganku menelusuri pakaian yang selama ini menjadi misteri bagi ku dan tanganku mulai merasakan kehalusan dari kulit paha Ibu Mertuaku yang masih terbalut dengan kain nilon dan jari2ku dengan cepat meneliti bahwa itu adalah stoking, dan ya Ibu Mertuaku menggunakan stoking.
AKU : “Stoking,Ya Ibu memakai stoking”. Aku hampir berbicara seperti itu, saking penasarannya.
RINI : “Tunggu dulu, Sayang, Pokoknya yang terbaik akan ku berikan kepadamu”. Ibu mertuaku mendengar apa yang ku katakan dan langsung menjawabnya.
Rasa dari kehalusan kain nilon tersebut memberikan sensasi tersendiri, cukup memeberikan rasa yang sangat membangkitkan gairah ku dan aku pun menyadari bahwa aku sudah berbuat terlalu jauh, dan aku sudah tidak bisa mengendalikan diri.
Dengan perlahan aku mulai meraih pinggiran bawah dari pakaian terusan yang dikenakan Ibu Mertuaku dan memulai dengan perlahan menaikannya keatas. Dalam beberapa detik mulai terlihatlah pangkal paha Ibu Mertuaku dengan pemandangan yang masih terbalut full dengan stoking. Aku berdecak kagum atas pemandangan itu, sebelum akhirnya Tanganku menaikan lagi lebih tinggi pakian Ibu Mertuaku beberapa inci keatas dan segera aku melihat bahwa Ibu Mertuaku ternyata tidak mengenakan celana dalam. Vaginanya yang berwarna merah jambu terlihat jelas. Terdengarlah kembali decak kagum yang keluar dari mulut ku.
“Ooohh….gila…tercukur dengan rapih!!”. Terucap dari mulut ku kekaguman itu dan aku memutarkan telapak tanganku kebelakang Ibu Mertuaku dan meraih kedua pantatnya yang sangat gempal dan montok dengan kedua tanganku dan mendorong pantat itu tepat kedepan mukaku sambil meremas pantat Ibu Mertuaku. Tangan ku mulai bergerilya meremas dengan sedikit kasar mencari lubang anus Rini dan mulai menggosong lubang tersebut dan jari2ku juga dan juga menyeruak ke dalam bibir Vagina Ibu Mertuaku diantara kedua pahanya. Aku langsung memajukan kepalaku, dengan lidah aku mulai menjilati Vagina Ibu Mertuaku dengan sedikit menyentuh klitorisnya dengan sapuan2 lidahku. Dengan cepat Rini meraih belakang kepalaku dan menempelkan kuat2 kepalaku ke dalam Vaginanya, dan mulailah hisapan demi hisapan dan sapuan lidah ku ke dalam Vagina Ibu Mertuaku.
RINI : “Ohh..ahhh..ya sayang, lebih dalam lagi jilat agak dalam…sshhhakkhhh”. Ibu Mertuaku meracau dan mendesah.
Ku hirup dalam2 aroma bau2an vagina Ibu Mertuaku ke dalam hidungku dan kurasakan rasa dari bibir Vaginanya. Bisa dibilang, seblumnya saya tidak pernah sama sekali untuk mengubungi no telp Dia (Ibu Mertuaku) untuk mewujudkan impianku/fantasiku terhadap wanita ini. Tetapi sekarang, dia Rini Ibu Mertuaku, dengan membuka mengangkangkan kaki nya selebar mungkin, dengan tangannya yang memegang kepalaku dan mendesah kepadaku untuk terus memberikannya kepuasan birahi kepadanya dengan terus menjilati Vagina nya yang tercukur dengan rapih.
Ku tekan dengan kuat kepalaku kea rah Vagina nya, lidahku terus menelusuri bibir Vaginanya, sambil kujilati dan ku goyangkan lidahku keluar dan masuk Vaginanya. Tanganku tidak berhenti bergerilya dari remasan di Pantatnya sampai dengan belaian dipahanya lalu kembali lagi meremas pantat Ibu Mertuaku itu, merasakan kepuasan dari rasa halusnya kulit Pantat Ibu Mertuaku yang berpadu dengan tekstur halusnya kain Nilon stokingnya.
RINI : “Oooohhh sayang,ya …terus sayang, hisap yang kuat, tunjukan kehebatanmu padaku sayang”.
Kutekan lidahku kedalam vaginanya kujilat semampu lidahku menelusuri bibir Vaginanya, dan akhirnya Rini mulai terasa mengumpulkan untuk menahan klimaksnya.
RINI : “Ooohhh…Ooohh..Ibu mau keluar nih, ssshhhhh akkhhhh…aduhhh… gak tahan lagi”.

bersambung


Halo pembaca perkenalkan namaku Alex. Well, langsung saja kali ya. Ceritaku ini bermula kira-kira 5 tahun yang lalu. Saat itu umurku masih 16 tahun, yaah mendekati 17 tahun. Aku ingat betul karena ceritaku ini terjadi berdekatan dengan ulang tahunku, dan mungkin sedikit berhubungan dengan ulang tahunku itu.
Hari itu adalah tepat satu hari sebelum hari ulang tahunku yang ke 17. Saat itu aku dan Mamaku sedang makan malam berdua. Oh iya ada yang hampir kulupakan. Sejak umur 15 tahun aku tinggal berdua dengan Mamaku. Orangtuaku bercerai ketika aku berumur 15 tahun. Dan aku memilih untuk ikut Mama. Entah kenapa tapi sejak kecil aku memang lebih dekat ke Mama. Mungkin karena Mama sangat sayang kepadaku.

Aku dan Mama tinggal di sebuah rumah yang lumayan besar. Maklumlah, Kakekku (dari pihak Mama) adalah pengusaha yang sangat sukses. Dan Mama adalah penerusnya. Oh iya sebagai gambaran, saat itu Mamaku masih berusia 33 tahun. Hari ulang tahun Mama terpaut dua minggu dari hari ulang tahunku. Mama mempunyai wajah yang sangat cantik. Berkulit kuning langsat yang menambah kecantikannya. Dengan tinggi dan berat sekitar 165 cm dan 45 kg membuat Mama terlihat sangat ideal. Sedangkan buah dada Mama kuperkirakan berukuran 36 yang nantinya ternyata terbukti perkiraanku salah.

Kembali ke cerita awal. Pada saat asyik-asyiknya aku melahap makan malamku, Mama tiba-tiba berkata, “Lex, besok kamu kan ulang tahun.”
Aku yang lagi enak-enaknya makan sih hanya mengangguk saja. Melihat aku yang tidak begitu menanggapinya, Mama berkata lagi, “Kalo Mama nggak salah umurmu udah 17 tahun kan?”
Dan seperti tadi, aku pun hanya mengangguk-angguk saja sambil tetap melahap makanan di depanku.

“Lex, Mama ingin ulang tahunmu besok menjadi ulang tahun yang berkesan buatmu. Jadi kamu boleh meminta kado apa saja yang kamu mau.”
Aku yang mulai tertarik dengan ucapan Mama pun bertanya, “Apa saja Ma..?”
“Iya, apa saja yang kamu mau,” jawab Mama.
Dengan hati-hati aku bertanya lagi, “Ma, Alex kan udah gede.”
“Betul, Mama tau itu. Lalu..?” tanya Mama penuh selidik.
“Alex rasa udah waktunya Alex tau yang namanya.. seks,” kataku dengan hati-hati.

Kulihat Mama agak terkejut dengan perkataanku barusan. Tapi setelah dapat menguasai keadaan, Mama pun tersenyum sambil bertanya, “Apa nggak ada kado lain yang lebih kau inginkan dari pada itu, Lex..?”
“Tadi Mama bilang boleh minta apa saja, kok sekarang jadi menolaknya. Kalo Mama nggak mau ya udah. Beri aja Alex kado sweater atau baju seperti ulang tahun Alex yang udah-udah.” kataku dengan wajah agak muram.

“Wow, tunggu dulu donk Sayang. Kan Mama belon bilang mau apa nggak. Jadi jangan ngambek dulu donk.” kata Mama dengan wajah sabar.
“Jadi.. boleh nggak, Ma..?” tanyaku dengan tidak sabar.
“Setelah Mama pikir, bolehlah. Buat anak tercinta sih apa saja boleh kok Sayang..” jawab Mama.
“Terima kasih Ma. Alex sayang banget sama Mama.” jawabku dengan antusias.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Seperti malam kemarin, aku dan Mama lagi makan malam berdua. Malam itu Mama terlihat cantik sekali.
Mama tiba-tiba berkata, “Alex, kamu udah siap menerima kado istimewamu..?” tanya Mama dengan tersenyum manis.
Aku yang memang sudah tidak sabar langsung saja menjawab, “Ya jelas siap donk, Ma.”

Setelah selesai makan Mama menggandengku ke ruang televisi.
“Duduk di sini Sayang. Tunggu sebentar ya..!” kata Mama sambil menyuruhku duduk di permadani.
Mama lalu masuk ke kamarnya. Tidak lama kemudian Mama keluar dari kamar. Aku terkejut, karena sekarang Mama hanya memakai baju tidur yang sangat seksi dan menonjolkan setiap lekuk tubuhnya. Di tangannya, Mama memegang beberapa buah CD. Mama lalu menuju ke VCD player lalu memasang CD yang dibawanya.

Setelah diputar, ternyata itu adalah VCD XX, VCD yang pertama kuingat berjudul ‘ChowDown’. Setelah duduk di sebelahku, Mama memandangiku sambil berkata, “Kamu udah siap Lex..?” tanya Mama.
“Udah dari tadi Ma.” jawabku.

Mama pun mendekatkan wajahnya ke wajahku. Lalu sedetik kemudian Mama mulai mencium bibirku. Dengan refleks aku pun membalas ciumannya. Dan tidak lama kedua lidah kami pun bertautan.
“Mmmh.. mmhh.. mm..” hanya desahan saja yang terdengar kini dengan diiringi desahan-desahan dari film yang diputar di TV.
Aku memeluk Mama erat-erat sambil tetap berciuman. Mama pun terlihat sudah sangat terangsang.

Tidak lama tanganku pun mulai menggerayangi tubuh Mama. Tangan kiriku mulai meremas-remas payudara Mama dari luar baju tidurnya. Sedangkan tangan kananku mulai meraba-raba selangkangan Mama.
“Ahh..!” teriak Mama ketika tanganku menyentuh vaginanya.

Setelah sekitar 20 menit kami saling berciuman dan saling meraba, Mama melepaskan pelukan dan ciumannya. Lalu Mama menuntun tanganku untuk membuka bajunya. Tanpa diminta dua kali, tanganku pun mulai beraksi melepas baju tidur Mama dari tubuhnya. Sekarang Mama hanya memakai BH dan celana dalam saja. Mama tersenyum padaku lalu mendekatiku. Dan tidak lama, tangan Mama mulai berusaha melepas pakaian yang kukenakan. Aku hanya menurut saja diperlakukan begitu. Dan kini pun hanya tinggal CD saja yang melekat di tubuhku.

Dengan tubuh yang sama-sama setengah telanjang, aku dan Mama kembali berpelukan sambil berciuman. Hanya desahan saja yang terdengar di ruangan. Lalu perlahan tanganku membuka kaitan BH Mama. Melihat aku yang kesulitan membuka BH-nya, Mama tersenyum, lalu tangannya membantuku membuka BH-nya. Sekarang buah dada Mama yang indah itu pun terpampang jelas di depanku.

“Tetek Mama gede banget sih. Alex suka deh,” kataku sambil meraba payudara Mama.
“Jangan diliatin aja donk Sayang..! Dijilat dan disedot donk Sayang..!” pinta Mama.
Tanpa dikomando dua kali, aku langsung saja menjilati payudara Mama yang sebelah kanan. Sedangkan tangan kananku meremas-remas payudara Mama yang sebelah kiri.
“Aahh.. Ohh.. *****..!” teriak Mama ketika buah dadanya kujilat dan kusedot-sedot.

Secara bergantian payudara Mama kusedot dan kujilati, sedangkan tangan kanan Mama meremas-remas batang penisku dari luar CD-ku. Dan tanpa sadar, Mama berusaha melepaskan CD-ku. Aku pun tidak mau kalah. Setelah puas menggarap payudara Mama yang besar itu, aku pun berusaha melepaskan CD Mama. Melihat kelakuanku yang tidak mau kalah, Mama hanya tersenyum saja. Sesaat kemudian kami berdua sudah telanjang bulat. Aku hanya dapat menelan ludah melihat tubuh indah Mama. Di selangkangan Mama, terlihat bulu-bulu yang tertata rapi membentuk segitiga.

“Lex, kont*l kamu gede bauanget,” kata Mama takjub melihat batang penisku yang sudah menegang.
“Masa sih Mam..?” tanyaku seakan tidak percaya, “Tapi tetek Mama juga gede kok. Emang tetek Mama itu ukuran berapa..?” tanyaku lagi.
“Ukuran 38B, emang kenapa si Lex. Kamu suka kan..?” tanya Mama.
“Ya jelas donk Mama sayang, mana mungkin Alex nggak suka.” jawabku, dan tanganku kembali meremas payudara Mama sambil menggigitnya.
“Aauwww..!” teriak Mama, “Kamu nakal Sayang, masa tetek Mama digigit..?” kata Mama manja.
“Ma’af, Ma. Alex nggak sengaja.” jawabku sekenanya.
“Nggak apa-apa kok Sayang, Mama suka kok. Kamu boleh memperlakukan Mama sesukamu.” kata Mama sambil tangan kanannya masih meremas-remas kemaluaku.

Dan tidak lama Mama pun berjongkok, lalu tersenyum. Mama mendekatkan wajahnya ke kemaluanku, lalu mulai mengeluarkan lidahnya.
“Uuhh.. aahh.. enak Mam..!” aku berteriak ketika lidah Mama mulai menyentuh kepala penisku.
Mama masih menjilati penisku, mulai dari pangkal sampai ujung kepala penisku. Dan kedua bijiku pun tidak terlewatkan oleh lidah Mama. Aku hanya memejamkan mata sambil mendesah-desah memperoleh perlakuan seperti itu.

Setelah sekitar sepuluh menit, aku merasa kemaluanku berada di sebuah lubang yang hangat. Aku pun membuka mataku dan melihat ke bawah. Ternyata sekarang separuh penisku sudah masuk ke mulut Mama.
“Aahh.. oohh.. yeeahh.. enaakk ba..nget Maa..!” teriakku lagi.
Kuperhatikan penisku diemut-emut oleh Mama tanpa mengenai giginya sedikit pun. Lidah Mama bergerak-gerak dengan lincah seperti ular.

Dan sekarang kulihat Mama menyedot-nyedot bulu kemaluaku seperti mau dikeramasi.
“Maa.. enak Maa..!” aku hanya dapat berteriak.
Aku merasa ada yang mau keluar dari penisku, aku tidak tahan lagi, dan seerr.. Aku kaget juga, kupikir yang keluar tadi adalah sperma, tapi tidak tahunya adalah air kencingku yang menyembur sedikit.
“Wah, ma’af Ma. Alex nggak sengaja.” kataku buru-buru dengan napas yang masih terengah-engah.

Tapi apa yang terjadi, Mama malah menjilati air kencingku yang berleleran. Gila.., sensasi yang kurasakan sangat luar biasa. Dan tiba-tiba Mama menarik tanganku dan mengajakku ke kamar mandi. Kamar mandi kami dapat dibilang sangat besar dan mewah. Sudah itu wangi lagi. Mama menuntunku menuju jacuzi, lalu Mama pun berlutut lagi. Batang penisku dikocok-kocok di depan wajahnya, terus disedot-sedot seperti makan es krim.

“Ayo Sayang..! Sekarang kencingi Mamamu ini..!” kata Mama.
Aku kaget juga. Tapi aku memang sudah tidak tahan lagi ingin kencing. Aku pun mengerahkan semua tenaga untuk kencing. Kulihat mulut Mama menganga dan lidah Mama seperti ular menelusuri kepala penisku.
Dan ketika kulihat mulut Mama tepat di depan batang penisku, “Maa.., Alex mo pipiis..!” teriakku.
Kulihat air kencingku menyembur kencang sekali dan seerr.., masuk ke dalam mulut Mama.

Kuperhatikan mata Mama merem sambil mulutnya terus menganga menerima siraman air kencingku. Kepalang tanggung, akhirnya kumasukkan juga penisku ke mulut Mama sehingga air kencingku memancar dan muncrat keluar lagi berleleran di tubuh telanjang Mama.
“Enak nggak Ma..?” tanyaku setelah aku selesai kencing.
Mama memandangku dengan manja, sedangkan mulutnya masih mengulum batang kemaluanku.

Setelah itu kedua bijiku pun dijilatinya.
“Kamu mau tau rasanya, Lex..?” tanya Mamaku setelah melepaskan kulumannya dari penisku.
“Boleh aja, Ma.” jawabku penuh semangat.
Mama lalu menyuruhku tidur telentang di lantai kamar mandi. Aku mengikuti saja perintah Mama.

Mama lalu berdiri dengan kedua kakinya berada di kiri kanan kepalaku. Dan sesekali kakinya digosok-gosokkan ke wajahku. Dan meskipun ada air kencingku yang berleleran di kaki Mama, aku tidak merasa jijik untuk menjilati kaki Mama. Setelah itu Mama perlahan-lahan mulai jongkok. Kuperhatikan pantat seksi Mama mulai mendekati wajahku. Aku menunggu dengan sabar sampai sesaat vagina Mama benar-benar berada tepat di atas mulutku.

Lubang kemaluan Mama terlihat sudah berlendir bertanda Mama sudah terangsang. Kujilati lubang kemaluan dan lubang anusnya secara bergantian. Mama menguakkan bibir vaginanya secara perlahan sampai-sampai aku dapat melihat lubang kemaluannya mengembang.
“Mama mau kencing nih. Minuumm.. Sayang..!” Mama merintih dengan sangat keras.
Seerr.., dari lubang kencing Mama memancar cairan yang bening dan panas sekali, masuk ke mulutku dengan deras.

Entah karena sudah nafsu atau karena apa, kutelan saja cairan yang rasanya asin dan agak pahit yang keluar dari kemaluan Mama. Suara erangan kepuasan menggema di dalam kamar mandi itu.
“Bagaimana rasanya Sayang, enak bukan..?” tanya Mama sambil matanya terpejam menahan nikmat karena vaginanya kujilat-jilat.
“Enak banget, Ma.” jawabku singkat.

Setelah itu Mama berdiri lalu duduk di sebelahku. Kedua kakinya dikangkangkan sehingga aku dapat melihat vaginanya dengan jelas.
“Sayang, sekarang kamu jilatin mem*k Mama ini..!” kata Mama sambil menunjuk ke arah vaginanya.
Setelah itu Mama tidur telentang di lantai kamar mandi. Aku langsung saja menuju bagian bawah pusar Mama. Kudekatkan wajahku ke vagina Mama, lalu kukeluarkan lidahku dan mulai menjilati vaginanya.

“Ahh.. fuuckk.. yeaahh.. shiitt.. hisapnya itilnya Sayang..!” Mama hanya dapat meracau saat kujilati vagina dan klitorisnya kuhisap-hisap.
“Ohh.. Aahh.. fuuck.. mee.. yeaahh.. masukin kont*lmu sekarang Sayang..! Mama udah nggak tahan..!” pinta Mama memohon.
Aku pun perlahan bangun dan mensejajarkan tubuhku dengan Mama. Kugenggam batang penisku, lalu perlahan-lahan kudorong pantatku menuju vagina Mama.

Ketika memasuki liang senggamanya, Mama berteriak-teriak, apalagi ketika separuh penisku mulai menelusuri dinding vaginanya. Baru pertama kali aku merasakan kenikmatan yang luar biasa seperti ini. Rasanya seperti diurut-urut, enak seperti dielus-elus daging basah dan kenyal.
“Aahhkk enak se..kali.. Sayang..! Fuuck.. me.. hardeer.. honey..!” jeritan Mama memenuhi kamar mandi.

Setelah sekitar 10 menitan, aku mencabut batang kemaluanku dari lubang vagina Mama. Mama terlihat sangat kecewa ketika aku melakukan itu. Dan tidak lama kemudian aku meminta Mama untuk berganti posisi. Kuminta Mama untuk menungging. Lalu dari belakang kuremas-remas pantat Mama yang semok itu. Lalu kuarahkan batang penisku ke bibir vagina Mama. Setelah kurasa tepat, lalu kusetubuhi Mama dari belakang dengan doggie style.

“Aduhh.. enak.. sekali Sayang..! Kamu.. pin..tarr.. Sayang..!” jerit Mama ketika kusetubuhi dari belakang.
Sedangkan aku pun tidak kalah hebohnya dalam berteriak, “Maa.. mem*k.. nya.. e..naak..!”
Rupanya gaya itu membuat Mama sudah tidak tahan lagi, sehingga sesaat kemudian, “Sayang Mama mau sam..paai.. Aahh..!”
Mama berteriak keras sekali, dan aku yakin kalau kami tidak berada di rumah itu, orang lain pasti mendengar teriakan Mama.

Aku merasakan penisku seperti disiram cairan hangat. Walau kusadari Mama sudah mencapai puncaknya, aku tetap saja memompa batang penisku di dalam vagina Mama. Malah semakin giat karena sekarang liang Mama sudah licin oleh cairan Mama.
Dan tidak lama, “Maa.. Alex.. mau sampaaii nih..!” kataku ketika aku merasa mau orgasme.
“Cabut kont*lmu Sayaang..!” perintah Mama.
Segera saja batang kemaluanku kucabut dari liang Mama yang masih menungging.

Mama lalu berbalik kepadaku dan memegang batang penisku. Lalu dibukanya mulutnya dan Mama pun mulai mengulum kemaluanku.
“Aahh.. oohh..!” hanya desahan itu yang keluar dari mulutku.
Dan, creet.. croott.. crot..! air maniku menyemprot sebanyak sepuluh kali ke dalam mulut Mama. Mama tidak langsung menelan spermaku, melainkan memainkan spermaku di dalam mulutnya seperti orang yang sedang berkumur. Dan sebelum ditelan, Mama membuka mulutnya dan menunjukkan spermaku yang ada di dalam mulutnya itu. Baru setelah itu pejuku ditelan sampai habis.

Belum selesai sampai di situ, Mama menjilat-jilat batang penisku dan membersihkan sisa sperma yang masih menempel di kemaluaku. Rasanya ngilu, nyeri plus gimana gitu. Setelah itu kami berdua menuju ke ruang TV. Aku dan Mama duduk bersebelahan dalam keadaan telanjang bulat.

“Bagaimana kadonya, Lex..?” tanya Mama ketika sudah agak tenang.
“Luar biasa, Ma. Nggak ada kado yang sehebat tadi. Terima kasih, Ma.” sahutku.
“Mama bahagia kalo kamu puas. Sebenarnya Mama juga menginginkannya kok.” jawab Mama.
“Lalu kenapa Mama nggak minta ke Alex..?” tanyaku lagi.
“Iya ya, kalo tau kamu punya kont*l segitu gedenya Mama pasti udah minta sejak dulu. Tapi nggak apa-apa kok, kan belon terlambat. Betul kan..?” sahut Mama sambil tersenyum manis padaku.
“Iya Ma. Tapi Ma, setelah ini masih ada ronde selanjutnya kan..?” tanyaku.
“Kalo kamu masih kuat, ya pasti donk Sayang..!” jawab Mama manja.
“Alex sayang banget sama Mama,” kataku.
“Mama juga sayang banget sama Alex.” jawab Mama.

Setelah berisrirahat secukupnya, kami berdua melanjutkan persetubuhan kami sampai jam dua pagi. Setelah itu kami berdua tidur dalam keadaan telanjang bulat. Dan keesokan harinya aku dan Mama, yang kebetulan lagi tidak masuk kerja, berada di rumah dalam keadaan telanjang bulat selama sehari penuh. Dan tidak terhitung berapa kali kami bersetubuh. Sampai sekarang aku masih tinggal dengan Mama dan masih setia menyetubuhi Mama setiap hari, selama Mama tidak haid.

Itu adalah hadiah ulang tahun yang paling berkesan dalam hidupku.

TAMAT



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.