Aku terus yakin bahwa akan banyak sekali skandal seks para wanita di desa ini dengan memanfaatkan keberadaan Anto yang selain tidak bisa berbicara juga berotak mesum. Jika sedang ingin dan sedikit bernafsu aku suka membuntuti Anto pergi dan berharap akan terjadi adegan seks dirinya dengan para wanita kesepian di desaku. Tidak setiap hari aku membuntutinya dan terkadang sia-sia juga hasil pengintaianku yang tidak membuahkan hasil itu.
Pada suatu sore aku bermain di rumah Anto dan mendapati mbak Aminah, ibu Anto yang sedang memungut jemuran. Mbak Aminah lagi-lagi memakai daster pendek dan kali ini berwarna kuning yang membuat tubuhnya tidak menjemukan untuk dipandang. Aku semakin berpikiran jorok dan berniat sekali menyetubuhinya, namun apa kata orang nantinya melihat Gunawan anak lurah desa ini menyetubuhi isteri orang. Aku menyapa dirinya:
“Kok rumah sepi mbak…Suami mbak ke mana?”
“Eh mas Gun..wah bapaknya Anto balik ke jogja ada kerja ke sana..mungkin sebulan lagi balik ke sini”
“Terus Anto ke mana..sudah berhari-hari nggak main sama dia”.
“Itu mas di dalam lagi nonton tv, masuk aja mas”
“O ya mbak..”
Aku dapati Anto yang sedang menonton tivi di ruang tamu. Melihat kehadiranku dia langsung berlagak menyapaku dan mengajak mengobrol dengan gumamannya yang selalu membuatku ingin tertawa karena tidak ngerti apa yang diomonginnya. Karena ada acara bagus aku menonton televisi di rumah mbak Aminah tak terasa sudah sampai jam tujuh malam. Aku minta ijin untuk pamit ke mbak Aminah karena sudah malam dan semakin aku berlama-lama dengan mbak Amninah semakin aku tidak tahan berpikiran jorok tentangnya.
Ketika berjalan pulang aku bertemu dengan syaiful yang sedang menuju ke rumah budenya, bulik Marsih. Aku menanyainya mau pergi ke mana dan ia menjawab mau ke rumah budenya karena ingin tidur bermalam di rumahnya. Aku langsung berpikiran bahwa berarti di rumah mbak Aminah hanya ada Anto dan dirinya, jadi aku berharap sekali ada hubungan incest antara mereka. Pikiranku langsung sumringah dan setelah aku berpamitan ibuku dan minta ijin untuk bermalam di rumah temanku, aku langsung menuju kembali ke rumah Anto. Pada saat itu jam setengah sembilan malam dan pintu rumahnya masih terbuka. Anto tampak sedang bermalas-malasan di kursi depan rumahnya yang agak jauh darit teras. Dari dalam mbak Aminah terdengar sedang sibuk mencuci piring di dapur. Ini kesempatanku untuk mengendap masuk ke dalam dan berharap akan terjadi sesuatu skandal malam harinya nanti. Aku mengendap dari teras samping dan karena pandangan Anto mengarah ke jalan, maka dengan leluasa aku bisa masuk dan tidak terdengar olehnya karena biasanya orang bisu ada gangguan juga dengan pendengarannya. Aku langsung menyelinap masuk ke kamar mbak Anto dan bersembunyi di bawah kolong tempat tidurnya. Sambil menunggu mereka tertidur pulas aku bermain HP di kolong ranjang. Aku yakin sekali malam ini Anto pasti sedang bernafsu karena sudah beberapa hari ini aku tidak mendapatinya berbuat mesum, lagian suasana rumah juga sedang sepi. Setelah menunggu agak lama akhirnya rumah tampak remang-remang dan mbak Aminah sudah tidur.
Dari tadi menunggu aku tidak melihat Anto masuk kamar. Aku sedikit kecewa dan khawatir bahwa mungkin sudah dari tadi Anto tidur bersama di kamar ibunya. Aku mengendap ke ruang tamu dan ternyata mendapati Anto sedang menonton TV. Ia memakai kaos dan sarung sedang salah satu tangannya dimasukkan ke dalam sarungnya memain-mainkan kontolnya, dan aku yakin bahwa dia sangat bernafsu. Tak lama kemudian ia mematikan Tvnya dan bergegas menuju ke kamar mbak Aminah. Kamar mbak Aminah hanya tidak berpintu melainkan hanya ditutup dengan tirai. Ketika Anto sudah berada di dalam kamar aku segera mengendap menuju ke kamar itu. Sebelumnya terdengar suara yang sepertinya tidur mbak Aminah terusik dengan kehadiran Anto menyusulnya tidur. Ia bertanya kenapa dia tidak tidur sendiri di dalam kamarnya dan Anto hanya bergumam tidak jelas dan langsung saja tertidur di sebelah ibunya. Aku tak sabar dan langsung menyibak sedikit tirai pintu itu untuk bisa melihat aktivitas di dalam kamar.
Tangan Anto dari tadi terus berada di dalam sarung memainkan burungnya, sedang mbak Aminah tidur miring membelakangi Anto. Tak berapa lama kemudian anto memeluk tubuh ibunya itu dari belakang dan menggesekkan kontolnya ke pantat ibunya. Aku semakin berdebar saja melihat kelakuan anak itu. Mbak Aminah terlihat sudah tertidur dan ketika anaknya itu menyibak dasternya sampai terlihat celana dalam bunga-bunganya ia sentak kaget dan terbangun. Namun Antu malahan terus menekan pantat ibunya itu. Mbak Aminah memukul anaknya itu namun dan Anto kemudian menjauh takut. Anto terus merengek dan dari ekspresinya ia ingin memberitahu ibunya kalau dia sudah ingin bercinta dengan dirinya. Setelah terus mendesak dan memeluk akhirnya mbak Aminah hanya pasrah dan diam. Ia meneruskan tidurnya sedangkan anaknya itu terus menggerayangi tubuhnya dengan semakin leluasa. Saat Anto melepas sarungnya, batang penisnya sudah tegak menantang dan ia terus menggesekkan ke pantat ibunya yang masih terbalun dengan cawat bunga-bunga itu.
Anto semakin kurang ajar dan menyelipkan tangannya ke dalam cawat ibunya. Ia mencari-cari lubang puki mbak Aminah dan kemudian mengelus-elusnya sampai akhirnya ibu kandungnya itu menaruh respon atas permainan anaknya itu. Kemudian mbak Aminah memelorotkan celana dalamnya dan mengocok kontol Anto dengan matanya yang masih etrpejam namun ekspresi mukanya tampak menikmati. Anto langsung menghajar lubang puki ibunya dengan menindihnya dari atas. Mbak Aminah mengerang keenakan dan Anto semakin liar memompa ke dalam pukinya. Permainan berhenti sejenak karena mbak Aminah sudah terlanjur basah keenakan, maka ia melepas seluruh pakaiannya dan begitu juga dengan Anto. Mbak Aminah langsung nungging dan menyuruh Anto menghajarnya dengan gaya doggystyle. Tubuh kecil anto semakin liar dan tak terkendalikan menghajar tubuh seksi ibunya. Tak lama kemudian ia memuncratkan spermanya ke lubang puki ibunya. Ia mengerang keenakan disertai erangan mbak Aminah yang semakin banyak mengeluarkan cairan dari dalam vaginanya.
Aku mengintip dari luar sambil mengocok kontolku. Tak berapa lama kemudian Anto kembali menindih tubuh ibunya yang sedang terlentang berbarik. Ia menjilati seluruh panyudara ibunya dan setelah puas langsung mendorog ibunya supaya tengkurup. Setelah tengkurup ia menyelipkan penisnya ke sela-sela pantat kenyal dan putih itu sampai akhirnya menembus lagi lubang pukinya. Ia bergerak naik turun dan etrus memompa dibarengi suara tepukan pantat yang membuatku tak tahan lagi memuncratkan spermaku ke lantai. Mbak Aminah hanya mengerang menikmati dengan posisinya yang telungkup dan akhirnya lubang pukinya kembali dipenuhi cairan sperma anaknya. Mereka terbaring lemas di ranjang dan masih tetap telanjang bulat sampai akhirnya tertidur. Perunjukan usai dan aku tetap tidak bisa pulang karena semua pintu sudah tertutup, aku hanya menunggu dan terus mengintip wtubuh indah mbak Aminah yang selalu kubayangkan telanjang dan sekarang benar-benar bugil di depan mataku. Aku semakin ingin sekali menyetubuhi mbak Aminah. Pikiranku sudah tidak bisa kutahan lagi sampai akhirnya terjadilah skandalku dengan mbak Aminah di malam itu juga, di depan mata anaknya sendiri.

TAMAT

About these ads